Eva Putriya Hasanah “Kalau bisa beli di warung dekat rumah, jangan jauh-jauh.” Kalimat seperti itu mungkin akrab bagi banyak orang yang tumbuh di lingkungan perkampungan atau perumahan. Dulu, ketika gula habis, minyak goreng tinggal sedikit, atau bumbu dapur perlu ditambah, ibu hampir selalu mengarahkan kita ke warung tetangga. Bukan ke pasar modern, apalagi ke pusat
Eva Putriya Hasanah Kita hidup di zaman ketika internet hadir dalam genggaman hampir setiap anak. Melalui layar ponsel, mereka bisa belajar apa saja, berkomunikasi dengan siapa saja, dan mengakses informasi dari seluruh dunia. Namun di balik kemudahan itu, ada kenyataan yang tidak bisa diabaikan: ruang digital juga menjadi tempat berbagai risiko tumbuh dan menyasar generasi
Bangkalan, 5 Juni 2026 — Tim Riset MoRA The Air Funds melaksanakan Focus Group Discussion atau FGD di Kabupaten Bangkalan sebagai bagian dari penelitian berjudul “Identitas Perempuan Madura Pesisir dalam Ruang Domestik dan Publik: Gender, Pendidikan, Kepemimpinan, Tradisi Bekerja, Digitalisasi dan Perubahan Sosial di Tengah Kontestasi Otoritas Keagamaan di Pesisir Pulau Madura dan Tapal Kuda
Sampang, 6 Juni 2026 — Tim Riset MoRA The Air Funds menggelar Focus Group Discussion atau FGD di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, untuk mendalami identitas perempuan Madura pesisir dalam ruang domestik dan publik. Kegiatan ini merupakan bagian dari riset berjudul “Identitas Perempuan Madura Pesisir dalam Ruang Domestik dan Publik: Gender, Pendidikan, Kepemimpinan, Tradisi Bekerja,
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh. إِنَّ الْحَمْدَ ِللَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ “Innal hamda lillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruhu wa naudzu billahi min
Jika berpikir masa depan ilmu Dakwah dan Komunikasi akan cenderung pesimis dan mempertanyakan nasibnya di masa depan. Masa depan Ilmu dakwah dan komunikasi cenderung untuk menggambarkan masa depan yang kurang cerah dan kurang bergairah. Masa depan ilmu dakwah dan komunikasi menggambarkan berpikir yang negatif dan kurang produktif. Jika berpikir Ilmu dakwah dan komunikasi masa depan
Hal yang harus diinjeksikan kepada semua pelaku pendidikan adalah masa depan. Bukan masa depan PTKIS berbasis pesantren.Tetapi PTKIS berbasis pesantren masa depan. Masa depan PTKIS berbasis pesantren itu mempertanyakan bagaimana masa depannya: baik atau jelek. Maju atau mundur.PTKIS berbasis pesantren masa depan berarti memprediksi bahwa PTKIS harus baik, berkualitas dan maju. Keduanya sama mempertanyakan masa
Artikel berjudul “The Effects of Deradicalization Standardized Policy in Advancing Human Security” merupakan karya Ina Purnaningati Saputro, Sri Endah Wahyuningsih, Josua Natal Andus Muara Tampubolon, Muhammad Zulfan Tanjung, dan Clarizze Yvoine Mirielle. Penelitian tersebut terbit di Journal of Human Rights, Culture and Legal System tahun 2026. Secara umum, artikel ini membahas hubungan antara kebijakan deradikalisasi
Di kalangan PTKI pertanyaan mau kemana atau mau dikemanakan Studi Islam merupakan pertanyaan yang sering didengar. Jika mau kemana terkait dengan bagaimana peran PTKI, Pimpinan dan dosennya untuk masa yang akan datang. Jika mau dikemanakan terkait dengan kebijakan yang diproduksi oleh para pejabat yang mengelola studi Islam, terutama di jajaran Pimpinan Kemenag Pusat, khususnya Ditjen
Artikel berjudul “Paradigms of Scientific Integration in Sumatra’s State Islamic Universities” merupakan karya Anhar Anhar, Zainal Efendi Hasibuan, Muhammad Darwis Dasopang, Erawadi, Magdalena, Fakhruddin, dan Suwardi. Tulisan tersebut terbit dalam Jurnal Ilmiah Peuradeun, tahun 2026. Artikel tersebut mengangkat tema penting mengenai paradigma integrasi keilmuan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, khususnya pada tiga UIN di
Prof.Dr.Hj. Titik Triwulan Tutik, SH., MH Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara UIN Sunan Ampel Surabaya Hari Raya Idul adha (Harai Raya Kurban) selalu menghadirkan suasana religius yang khas dalam kehidupan umat Islam. Gema takbir berkumandang di masjid dan musala, masyarakat berbondong-bondong melaksanakan salat Id, sementara halaman-halaman masjid dipenuhi aktivitas penyembelihan hewan kurban. Namun, Idul
Umat Islam Indonesia, tentu sangat bergembira sebab hari Raya Idul Adha 1447 H atau 2026 M, Rabo, 26 Mei 2026, merupakan hari raya yang dapat diselenggarakan secara bersama seluruh umat Islam Indonesia. Untuk hari Raya Idul Fithri kemarin terjadi perbedaan. Orang Muhammadiyah menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sementara Orang NU dan Pemerintah menggunakan
