Eva Putriya Hasanah Beberapa tahun terakhir, kegiatan volunteer atau kerelawanan semakin akrab dengan kehidupan anak muda. Tidak sulit menemukan mahasiswa yang menghabiskan akhir pekan untuk mengajar di daerah terpencil, mengikuti aksi lingkungan, menjadi panitia kegiatan sosial, atau terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat. Bahkan, banyak organisasi kini secara khusus membuka kesempatan bagi anak muda untuk menjadi
Adakah yang lebih hebat dari pendidikan pesantren? Saya rasa tidak. Pesantren merupakan pendidikan yang tidak hanya mengasah jasad, akan tetapi mengasah jiwa dan roh agar selaras dengan ajaran agama Islam yang sangat adiluhung. Pesantren bukan hanya mendidik agar santri menjadi insan yang sehat lahiriyah, akan tetapi juga sehat batiniah. Tidak hanya sehat batiniah atau jiwa
Ada sebuah keyakinan di kalangan pimpinan, dosen dan mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Doktor, yang harus menghayati sejarah pengembangan studi Islam di masa lalu. Di antara yang perlu dicermati adalah adanya “kemenyatuan” dalam rumpun, bidang dan disiplin ilmu. Oleh karena itu, kemenyatuan studi Islam, atau sekarang disebut sebagai program integrasi ilmu sudah menjadi realitas historis di
Eva Putriya Hasanah Beberapa waktu terakhir, media sosial dipenuhi berbagai konten tentang cara membuat pupuk alami. Ada yang mengajarkan pembuatan kompos dari sisa makanan dapur, ada yang memperkenalkan eco enzyme, pupuk organik cair, biopori, hingga budidaya maggot untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan sumber nutrisi bagi tanaman. Fenomena ini menarik perhatian banyak orang,
Jika kecerdasan buatan diminta memetakan tokoh-tokoh integrasi ilmu di Indonesia, nama Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si akan muncul dengan posisi yang unik. Meski tidak seterkenal Kuntowijoyo atau Amin Abdullah dalam literatur akademik yang dijadikan buku teks, kontribusi beliau dalam ranah praktis perguruan tinggi Islam negeri (PTKIN) dan implementasi integrasi ilmu nyata sangat signifikan. Pandangan
Pro. Dr. Nur Syam, MSi Suatu kebanggaan bagi saya secara pribadi karena dilibatkan di dalam acara yang ekselen oleh Forum Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Fordakom) di Balikpapan, dalam tajuk mencermati terhadap rumpun ilmu dakwah di dalam dinamika perkembangan keilmuan di Kementeri Agama. Diskusi rumpun ilmu agama dengan bidang ilmu dakwah tentu menarik untuk diperbincangkan
Eva Putriya Hasanah “Kalau bisa beli di warung dekat rumah, jangan jauh-jauh.” Kalimat seperti itu mungkin akrab bagi banyak orang yang tumbuh di lingkungan perkampungan atau perumahan. Dulu, ketika gula habis, minyak goreng tinggal sedikit, atau bumbu dapur perlu ditambah, ibu hampir selalu mengarahkan kita ke warung tetangga. Bukan ke pasar modern, apalagi ke pusat
Eva Putriya Hasanah Kita hidup di zaman ketika internet hadir dalam genggaman hampir setiap anak. Melalui layar ponsel, mereka bisa belajar apa saja, berkomunikasi dengan siapa saja, dan mengakses informasi dari seluruh dunia. Namun di balik kemudahan itu, ada kenyataan yang tidak bisa diabaikan: ruang digital juga menjadi tempat berbagai risiko tumbuh dan menyasar generasi
Bangkalan, 5 Juni 2026 — Tim Riset MoRA The Air Funds melaksanakan Focus Group Discussion atau FGD di Kabupaten Bangkalan sebagai bagian dari penelitian berjudul “Identitas Perempuan Madura Pesisir dalam Ruang Domestik dan Publik: Gender, Pendidikan, Kepemimpinan, Tradisi Bekerja, Digitalisasi dan Perubahan Sosial di Tengah Kontestasi Otoritas Keagamaan di Pesisir Pulau Madura dan Tapal Kuda
Sampang, 6 Juni 2026 — Tim Riset MoRA The Air Funds menggelar Focus Group Discussion atau FGD di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, untuk mendalami identitas perempuan Madura pesisir dalam ruang domestik dan publik. Kegiatan ini merupakan bagian dari riset berjudul “Identitas Perempuan Madura Pesisir dalam Ruang Domestik dan Publik: Gender, Pendidikan, Kepemimpinan, Tradisi Bekerja,
Assalamu ‘alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh. إِنَّ الْحَمْدَ ِللَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ “Innal hamda lillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastaghfiruhu wa naudzu billahi min
Jika berpikir masa depan ilmu Dakwah dan Komunikasi akan cenderung pesimis dan mempertanyakan nasibnya di masa depan. Masa depan Ilmu dakwah dan komunikasi cenderung untuk menggambarkan masa depan yang kurang cerah dan kurang bergairah. Masa depan ilmu dakwah dan komunikasi menggambarkan berpikir yang negatif dan kurang produktif. Jika berpikir Ilmu dakwah dan komunikasi masa depan

