(Sumber : www.nursyamcentre.com)

Waroeng Lapek: The Oenthetic Padang Food in Europe

Horizon

Oleh:   Wahyu Ilahi

Ph.D (Cand) Tilburg University, Belanda

  

Sebagai orang yang lahir dan besar di tropis musim panas bagi saya adalah musim yang membahagiakan. Selain udaranya yang hangat dengan sinar matahari, waktunya yang panjang dan musim perjalanan liburan. Selain musim panas, lebih sering hari-hari sebagai gray day alias mendung dan matahari enggan untuk bersinar. Dan biasanya di musim panas ini adalah waktu yang tepat untuk meakukan perjalanan.

  

Tahun ini adalah tahun ke-3 saya Saya tinggal di Tilburg sebuah kota kecil di Belanda yang masuk provensi North Barabat. Kota Tilburg dikalangan pelajar Indonesia disini menyamakan dengan kota Wonosobo, sebuah kota yang kecil yang tenang. Tidak seperti kota-kota khas belanda lainnya, Tilburg adalah kota yang tidak banyak canal.  Selain pabrik mobil listrik Tesla, Tilburg University tempat dimana saya menempuh study menjadi icon dari kota ini.

  

Saya tinggal di sebuah student housing (tentang student housing di Belanda menyusul tulisan berikutnya) di sekitar kampus, 10 menit jalan kaki atau 5 menit naik sepeda pancal. Kali ini saya akan membagi cerita tentang restoran Padang yang menurut saya memiliki citra rasa Indonesia yang kuat yang terletak di kota Den Haag. Untuk menuju ke restoran tersebut dari tempat saya tinggal ditempuh sekitar 1,5 jam lewat kereta api. Saya berangkat dari stasiun Tilburg University, 5 menit jalan  kaki, transit sekali di Breda atau ‘s-Hertogenbosch  dengan sprinter train kemudian dilanjutkan ke Den Haag Central dengan kereta Intecity. Jangan khuatir kalua ketinggalan kereta karena hamper 20 menit kereta selanjutnya selalu ada. Ataupun kalua tidak mengerti Bahasa Belanda biasanya akan menggunakan bahas Inggris juga. Inilah kelebihan Belanda disbanding negara Eropa hampir semua layanan public bisa Bahasa Ingris dengan baik termasuk penduduknya.  Sampai saat ini kereta api adalah publik transportasi yang menurut saya favorit, selain karena kecepatannya, juga cukup nyaman. Bagi pemegang OV-chipkaart (kartu berlangganana public transportasi) Sabtu-Miinggu adalah  hari yang tepat untuk  sepuasnya melakukan perjalanan keliling Belanda secara gratis. Kita tahu bahwa Belanda adalah negara yang tidak luas, sehari dengan train kita bisa mentok ujung ke ujung lagi mentok. Jika hari biasa akan dapat diskon hingga 40%. Sebenaranya ada tingkatan langanan berbayar Kereta yang ditawarkan, bahkan ada yang hamper 100 free setiap hari. Sebaikanya kalau domisili cukup lama dan sudah punya  kartu ijin tinggal berlanganan kartu ini, kalau kita tidak berlangganan bisa merogoh kocek dalam karena tarifnya yang lumayan mahal antara satu kota ke kota lain.

  

Belanda adalah salah satu negara di Eropa yang paling banyak menyajikan kuliner khas Indonesia. Bukan saja rumah makan namun juga bayak supermarket yang menyediakan berbagai makanan khas Indonesia. Bahkan setiap tahun ada festival besar  budaya Eropa-Indonesia yaitu Tong Tong Fair (Pasar Malam Besar) di kota Den Haaq. Dan salah satu eventnya adalah menyajikan berbagai kuliner khas Indonesia, banyak jajanan dan makanan Nusantara baik makanan mentah dan makanan matang di jual. 

  

Jika kita berkunjung di  Belanda dan kangen ingin memburu makan cita rasa Indonesia ada dua kota populer yaitu Den Haag dan Amsterdam. Di kota Den Haaq ibu kota Belanda, tepatnya di Jaln Schoolstraat 26 Waroeng Padang Lapek berlokasi. Dari  Den Haaq Central Stasiun tidaklah  jauh, kita cukup berjalan 18 menit,  jangan kuatir sepanjang perjalanan adalah city center yang berjejer toko-toko atau shoping area khas Eropa. Kalau merasa  capak  berjalan sejenak  kita bisa  bersantai dengan duduk sambil menikmati suasana kota Ibu Kota Belanda,  banyak kursi kursi disediakan sepanjang jalan dengan jarak hanya beberapa meter.

  

Masuk di restoran atmosfir Indonesia terasa, berbagai pajangan Khas Minang dan Bukit Tinggi di berderet tembok. Pertama saya masuk sang penjaga memberikan informasi bahwa dari hasil berdasarkan review pengunjung ini merupakan Warung Nasi Padang terontentik di Belanda bahkan di Eropa. Menurutnya semuanya bahannya di impor dari Indonesia. Dari penilainan pengunjung di internet Waroeng ini mendapatkan review cukup tinggi, masing-masing di Tripadvisor mendapatkan rating 4,5 bintang dan google review 4,6 bintang.  Review yang diberikan oleh pengunjung sebenarnya tidak berlebiahan, sebagai penggemar nasi Padang, berdasarkan lidah saya masakan Padang di Waroeng Lapek sangatlah otentik rasa khas Indonesianya. Selain itu berdasarkan pengalaman saya makan di berbagai restoran Indonesia di Belanda kebanyakan masakan yang disajikan merupakan sudah dimodifikasi  cita-rasa Indonesia-Belanda. Dan secara rasa indigenous Indonesia kurang begitu cocok atau nendang untuk lidah saya.

  

Sajian menu yang disajikan di Waroeng ini cukup lengakap dan beragam. Lidah kita benar benar dimanjakan dengan masakan khas Sumatra dan Indonesia. Sebagai menu andalannya adalah  “Nasi Padang Komplit” terdiri dari nasi putih, rendang, dendeng, kikil, gulai nangka, daun singkong (menjadi makanan istimewa disini), telur balado, sambal ijo, tauco Padang tak lupa jengkol. Bagi yang vegetarian  disediakan juga menu vegan/nasi padang vegetarisch. Selain Nasi Padang menu andalannya adalah Nasi Ikan Bakar. Ikan Bakarnya cukup besar dan bisa dimakan untuk dua orang dengan hidangan pendamping tempe dan tahu goreng serta lalapan. Sambalnya ada dua jenis yaitu sambal ijo dan sambel kecap. Huum leker (mantap). Itiek Lodo Hijau dan Sate Padang dan Empek-Empek  juga menjadi menu andalan. Warung ini tidak hanya menyediakan masakan Khas Padang saja namun juga berbagai masakan Indonesia  seperti Gado-Gado, Soto dan Bakso, dan aneka penyetan. Sedangkan minuman favorit disini adalah es durian  dan es campur Medan tidak lupa teh Botol Sosro. Bagi yang suka kehangatan bisa order wedang sere dan wedang jahe. 

  

Menu Nasi Padang

  

Keunggulan lain Waroeng Lapek adalah satu-satunya restoran Padang di Belanda yang menyediakan menu hidang saji dengan piring kecil selayaknya kita makan di restoran Padang di Indonesia, yang banyak  dengan tarif 18,50 Euro per/orang dan hanya maksimal 4 orang. Cukup lumayan merogoh kocek jika di kurs kan dengan rupiah terutama bagi pelajar, namun jangan khuatir biasanya kita tidak bisa menghabiskan makanya di sediakan container plastic untuk dibawa pulang. Jika datang sendirian ada dua menu Nasi Padang pilihan yaitu menu biasa  per porsi 15 Euro dan menu lengkap, 16,50 Euro. Bila di bawa pulang menu lengkap ini bisa dimakan 2 atau 3 kali karena paket komplit. 

  

Jika kita ingin makan ditempat atau andok maka sebaiknya sehari sebelumnya atau 2 hari sebelumnya kita harus reservasi terlebih dahulu lewat telfon, kalau langsung datang sering tidak akan mendapatkan tempat duduk, terlebih di hari Sabtu dan Minggu atau pada jam makan siang dan sore. Dan waktu makan kita juga dibatasi hanya samapai 1 jam. Saking selalu ramainya, berdasarkan pengalaman saya setiap orang yang lewat pasti menoleh karena penasaran begitu ramainya. Makan Nasi Padang kalau tidak pakai tangan kurang nikmat,  pihak restoran akan menyediakan tempat mangkok kobokan buat cuci tangan angan berkunjung di hari Sening libur karena Waroeng akan libur. Selama masa pandemic menurut penjaganya, warung ini pernah tutup total selama 2 bulan. 

  

Untuk para pembeli jangan khuatir mengenai status kehalalanya, dijamain 100% halal karena di pajang logo atau sertifikat halal. Perlu dipertimnagkan juga, jika memilih makanan Indonesia  di Belanda biasanya tidak 100/% halal,  komposisinya bisa 80% halal dan 20% non halal. Namun restoran yang menyajikan 100% halal akan ada stiker di depan atau sertifikat halal. 

  

Stiker halal Waroeng Padang Lapek

  

Setelah perut kenyang dan akhairnya tidak lupa mampir di Toko Oriental/Toko Asia, sekalian mau membeli ketupat dan santan kara untuk Lebaran. Toko ini lumyan lengkap menyajikan bahan masakan Indonesia. Kita ketemu lagi di Indonesia foods di supermakaet-supermaket Belanda.