(Sumber : www.nursyamcentre.com)

Lilik Rahmawati: Cumlaude dengan Penelitian Etnomatematika

Informasi

Disertasi ini menghasilkan temuan teoretis, yang saya sebut sebagai Etno-religio-matematika, yaitu kebiasaan atau tradisi para petambak dan perdagangan Bandeng yang menggunakan matematika berbasis pada budaya  dan agama”. Demikian ungkapan Promovendus Lilik Rahmawati dalam ujian disertasi tahap terbuka, Jum’at (9/7/21) di PPs UIN Sunan Ampel. Ujian disertasi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Aswadi, dengan penguji utama Prof. Euis Amalia (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dr. Ali Arifin, Dr. Iskandar Ritonga, dan Sekretaris Dr. Lathoif Ghazali. Lalu Prof. Nur Syam dan Prof. Kusaeri sebagai promotor dan penguji.  Dr.  Lilik Rahmawati adalah Doktor ke 711.  

  

Kontribusi Terhadap Teori dan Pengembangan Ekonomi Syariah

  

Prof. Euis Amalia, sebagai penguji utama menanyakan: “Apa manfaat disertasi ini dalam pengembangan ekonomi syariah. Bagaimana kontribusinya dalam upaya mengembangkan ekonomi Syariah”. Dijawab oleh promovendus bahwa: \"Melalui budaya atau tradisi hitung-hitungan yang dilakukan oleh masyarakat Gresik ternyata memiliki sumbangsih dalam pengembangan ekonomi, termasuk ekonomi syariah. Sesuai dengan konsep  etnomatematika para petambak menjadikan nilai-nilai Islam, dan badaya lokal sehingga bisa dinyatakan  sebagai praktik ekonomi Syariah. Konsep maro, mertiga, ternyata memiliki relevansi  dengan nilai-nilai syariah atau nilai ekonomi syariah yang memiliki relevansi dengan  budaya masyarakat lokal”.

  

Selanjutnya, Prof. Euis menanyakan: “Lalu bagaimana akad dilakukan oleh para petani tambak dalam melakukan transaksinya, apakah akad  tersebut dapat dinyatakan sebagai transaksi dalam ekonomi Syariah. Dijawab oleh promovendus: “Ternyata di dalam proses pengelolaan tambak terdapat konsep ekonomi Syariah, yaitu antara pengusaha, pemilik tambak dan pekerja tambak ternyata ada akad yang digunakan. Jadi dalam konsepsi mereka disebut sebagai ujrah, maka ada akad yang disepakati. Di dalam konsep jual beli maka di dalam tradisi  lelang dilakukan dengan secara transparan dan terhindar dari kecurangan atau tidak ada gharar.\"

  

Prof. Euis melanjutkan pertanyaannya: “Apa kritik terhadap mudharabah di mana pemilik shahibul mal (pemilik lahan)  dan pandega (penggarap atau mudharif) dilakukan dengan profit sharing. Di mana mudzarib hanya mendapatkan 10 persen, apakah hal ini memenuhi prinsip keadilan. Dijawabnya, bahwa: “Dari pandega sesungguhnya  telah mendapatkan penghasilan lebih, sebab sehari-harinya mereka bisa mendapatkan tambahan, misalnya  untuk mengambil udang-udang kecil atau ikan-ikan, sehingga mereka memperoleh biaya makan dari shahibul mal”. 

  

Prof. Euis lebih lanjut menanyakan:  “Sebagai tradisi yang dibuat oleh Sunan Giri, dan dilestarikan oleh masyarakat Gresik,  tentu berbasis ekonomi Syariah, lalu apakah tradisi ini bisa dinyatakan sebagai upaya untuk menyejahterakan masyarakat”. Promovendus menyatakan: “Berdasarkan indikator kesejahteraan di Gresik, maka sumbangan ekonomi tambak memiliki kontribusi yang besar. Jadi, indikatornya adalah seberapa besar sumbangan ekonomi perdagangan berbasis etnomatematika ternyata memberikan sumbangan yang signifikan, lalu juga pendapatan masyarakat juga menunjukkan angka yang lebih baik”. 

  

Sebagai kajian Ekonomi Syariah, Prof. Euis menanyakan: “Apakah di dalam kajian ini memberikan gambaran, apakah ilmu matematika dan kebudayaan itu bebas nilai atau tidak bebas nilai”. Lilik Rahmawati menyatakan bahwa “Saya mendukung pendapat Osman Bakar, bahwa ilmu pengetahuan tidak bebas nilai. Artinya bahwa ilmu pengetahuan harus dapat menjadi sarana atau instrumen untuk mengusung kehidupan masyarakat agar lebih baik”.

  

Kajian Islamic Studies Cross-Disciplinary

Sebagai penguji, Prof. Nur Syam menanyakan: “Disertasi promovendus masuk dalam kajian integrasi ilmu sebagai misi didirikannya UIN atau transformasi dari IAIN ke UIN, yaitu agar UIN menjadi institusi Pendidikan yang mengembangkan ilmu keislaman dengan berbagai pendekatan”, lalu di mana kira-kira kajian ini berada di dalam konteks integrasi ilmu, interdisipliner, multidisipliner, crossdisipliner atau transdispiliner”. Promovendus menyatakan: “Kajian ini termasuk crossdisciplinary, yaitu mengkaji tiga cabang ilmu dalam bidang yang berbeda. Ilmu ekonomi Syariah sebagai bagian ilmu agama, ilmu budaya (etnografi atau etnometodologi) dan matematika sebagai natural science. Ketiganya bertemu, budaya hitung-hitungan dalam kehidupan ekonomi sebagai fokusnya, kemudian disandingkan dengan ilmu ekonomi Syariah dan matematika. Makanya bisa dinyatakan bahwa di dalam kehidupan pertambakan bandeng tersebut berada di dalam konsep etnomatematika. Di sinilah konsepsi ilmiah yang dihasilkan di dalam kehidupan budaya hitung-hitungan pada tindakan pertambakan  bandeng.\"

  

Kemudian, Dr. Arifin menanyakan: “Bagaimana rasionalitas lelang bandeng yang jika diguanakan matematika yang sebenarnya, bandeng satu kilo itu harganya 12.000 maka dua kilo harganya 24.000. tetapi ketika dilakukan lelang, maka harganya bisa berlipat-lipat lalu bagaimana logika matematikanya. Coba bandingkan dengan beberapa ayat al-Qur’an, yang misalnya ada konsep kelipatan tujuh, kelipatan 10 dan sebagainya. Bagaimana praktik di dalam pelelangan”. Promovendus menyatakan: “Bahwa mereka memang tidak menggunakan logika sebagaimana rasio matematika yang kita pahami, akan tetapi menggunakan hitungan yang diyakini sebagai kebenaran bersama. Harga bandeng dihargai dari aspek berapa tahun dipelihara, berapa beratnya, dan bagaimana pemeliharaannya, sehingga nilainya bukan sesuai dengan matematika murni. Lalu bagaimana profit barakah itu dipahami? Promovendus menyatakan: “Profit dan barakah merupakan dua hal yang terjadi secara simultan. Para petani tambak itu tidak sekedar menerima keuntungan tetapi juga keberkahan dari rizkinya.\"

  

Perlu Pengembangan kajian Integrasi ilmu

  

Dr. Iskandar Ritonga menanyakan: “Apa ada kaitan antara Gresik sebagai kota santri dengan sistem lelang bandeng”. Dijawab bahwa: “Ada kaitan antara lelang bandeng dengan tradisi yang pernah dikembangkan oleh murid-murid Sunan Giri. Yaitu Ketika murid-muridnya yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia, maka mereka diberikan bandeng sebagai oleh-olehnya. Jadi pasar bandeng merupakan tradisi lama yang dilestarikan. Kemudian juga terdapat cerita bahwa tradisi ini dikembangkan oleh menantu Sunan Giri yang dari Palembang, yang menjadikan pasar Bandeng sebagai tradisinya.\"

  

Dr. Lathoif menanyakan ada dua konsep di dalam disertasi ini, yaitu konsep falah dan maslahah, apa beda keduanya. Diberikan penjelasan bahwa di dalam konsep maslahah itu di antara berbagai pihak yang terlibat di dalam pertambakan bandeng ini terdapat kesenangan, kebahagian  yang dirasakan secara bersama-sama tetapi bercorak material. Sedangkan falah menunjuk pada kenyataan bahwa para pelaku usaha ini tidak hanya merasakan kesenangan dan kebahagiaan di dunia tetapi juga kebahagiaan di akhirat. Prof. Aswadi, memberikan masukan agar dicari di dalam teks-teks Islam tentang etnomatematika dalam kehidupan pertambakan, sebab di dalam fikih tidak didapatkan konsep-konsep tambak. Jadi perlu dieksplorasi lebih mendalam. Prof. Kusaeri juga menyarankan agar dari disertasi ini diekstrak menjadi beberapa jurnal untuk kepentingan publis di jurnal nasional maupun internasional. Agar tulisan di jurnal tersebut bisa melibatkan para pembimbing dan para penguji sebab kontribusi para pembimbing dan penguji juga sangat besar. Disertasi ini tidak akan hadir dan diujikan jika tidak ada para pembimbing dan penguji yang membaca dan mengkritisi terhadap disertasi ini. 

  

Di dalam memberikan taushiyah, Prof. Nur Syam menyatakan: “Kajian-kajian integrasi ilmu seperti yang dilakukan oleh Dr. Lilik Rahmawati merupakan contoh yang baik, sebab misi UIN adalah untuk mengembangkan karya yang bercorak integrasi ilmu. Disertasi Dr. Lilik Rahmawati merupakan contoh tidak hanya integrasi dua cabang ilmu tetapi tiga cabang ilmu, yaitu ilmu keislaman (ekonomi Syariah), ilmu budaya dan matematika. Harapan saya semoga bu Dr. Lilik tidak hanya menulis jurnal tetapi juga menulis buku sebagaimana disarankan oleh Prof. Aswadi, Dr. Lathoif dan Dr. Arifin, misalnya mengkaji tentang relasi antara teks-teks al-Qur’an dengan etnomatematika, dan sebagainya. Selamat menjadi doktor, dan semoga Dr. Lilik bisa menyelaraskan gelar doktor dengan pengembangan akademik di UIN Sunan Ampel.\"