(Sumber : nursyamcentre.com)

Mengkaji CSR Semen Indonesia Persero, Ali Syamsuri Raih Doktor

Informasi

Bagi Ali Syamsuri, tanggal 22 Februari 2021 adalah hari yang sangat istimewa. Sebab, hari itu merupakan penentuan baginya untuk meraih gelar Doctor ilmu Ekonomi Syariah pada Program Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Ujian yang dilakukan via Zoom ini berjalan lancar dan berlangsung selama 2 jam penuh.  Dilihat dari hasil kajiannya, Ali Syamsuri memiliki pengetahuan tentang lapangan penelitiannya dengan sangat mendalam.

 

Adapun ujian ini dipimpin oleh Dr. Ahmad Nur Fuad, MA, dengan sekretaris Dr. M. Lathoif Ghazali, MA, LC., Promotor Prof. Dr. Nur Syam, MSi dan Dr. Iskandar Ritonga, MA., Penguji Utama Prof. Dr. Babun Suharto, MM, Dr. Fatmah, MM dan Dr. Sirajul Arifin, Mei. Hadir juga Rektor IAIN Kediri, Dr. Nur Chamid, MAg dan jajaran pimpinan IAIN Kediri lainnya. Adapun judul disertasi yang dipertahankan adalah "Corporate Social Responsibility Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif: Studi pada Masyarakat Ring I PT Semen Indonesia Persero Tbk Pabrik Tuban".

 

Dr. Ali Syamsuri menyatakan bahwa Corporate Social Resposibility (CSR) yang dilakukan oleh Semen Indonesia di Tuban ini telah melalui berbagai proses pengembangan. Pada awalnya diberikan kepada perorangan yang dipercaya oleh pimpinan, lalu diberikan kepada organisasi yang ada di sekitar perusahaan, lalu berikutnya melalui organisasi masyarakat setempat (OMS) berdasarkan atas proposal yang diajukan ke perusahaan. Cara ini dilakukan setelah melalui evaluasi tentang pelaksanaan pemberian CSR kepada masyarakat, khususnya di Ring I, yang meliputi masyarakat di Kecamatan Merakurak, Kerek, Jenu, dan sebagainya.

 

"Melalui strategi dan kebijakan ini ternyata hasilnya lebih optimal, sebab selain diberikan bantuan juga dilakukan pendampingan agar program berhasil," ucapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut Prof. Nur Syam selaku Promotor menyampaikan bahwa dirinya telah mengetahui cukup banyak terkait sepak terjang program CSR PT Semen Indonesia. Hal ini diketahui oleh Nur Syam lantaran dirinya berasal dari kota Tuban yang tepatnya di daerah lokasi PT Semen Indonesia yaitu Merakurak.

 

"Saya ini orang Merakurak, sehingga tahu betul bahwa program CSR PT Semen Indonesia itu tidak selamanya berhasil, ada beberapa yang saya tahu gagal, misalnya ternak kambing, bebek dan ayam. Peneliti ini sepertinya membela PT Semen Indonesia bahwa programnya berhasil," ujar Nur Syam.

 

Menanggapi pernyataan yang disampaikan Nur Syam, Syamsuri menyatakan bahwa memang benar program CSR PT Semen Indonesia yang direalisasikan belum dapat dikatakan berhasil sepenuhnya. Hal tersebut dapat terjadi karena sasaran program yang belum terencana secara mendalam dan matang, serta melewati kajian empiris.

 

"Betul Prof, program CSR PT Semen Indonesia di Tuban juga belum sepenuhnya berhasil dengan program CSR-nya. Ada kendala, misalnya mengenai sasaran program yang belum berdasar atas kajian yang mendasar dari sisi potensi, hambatan dan gangguannya. Selama ini masih berdasarkan atas realitas bahwa pengajuan proposal yang dianggap layak maka diberikan. Padahal tidak secara mendalam dilakukan pengkajian atas kelayakannya. Memang sudah menggunakan rekomendasi dari pimpinan lokal, misalnya kepala desa namun masih jauh dari kajian empiris yang mendasar," terang Syamsuri.


Baca Juga : Politik Uang

 

Tak lama Syamsuri selesai menanggapi pernyataan Nur Syam, Prof. Babun Suharto, Rektor IAIN Jember, yang sebentar lagi akan menjadi UIN KH Ahmad Shiddiq demikian menimpali Syamsuri dengan sebuah pertanyaan. Adapun pertanyaan tersebut yakni tentang fokus penelitian yang dikaji. Menurut Babun, cukup banyak perusahaan yang telah menerapkan CSR, salah satunya daerah tempat tinggal Syamsuri yaitu Kediri.

 

"Mengapa yang dikaji ini Semen Indonesia di Tuban. Padahal banyak perusahaan yang sudah menerapkan CSRnya. Saudara kan dari Kediri mengapa tidak mengkaji Perusahaan Gudang Garam. Bukankah perusahaan ini juga besar sumbangannya ke masyarakat," tanya Rektor IAIN Jember.

 

Syamsuri pun seketika menanggapi, ia menyatakan bahwa keputusan untuk memilih subyek penelitian ini telah melewati beberapa pertimbangan dan proses yang amat panjang. Pertama, walau PT Semen Indonesia di Tuban bukan termasuk perusahaan berbasis syariah, tapi secara tak langsung memenuhi prinsip CSR Islami.

 

"Prosesnya panjang Prof untuk sampai ke penelitian di PT Semen Indonesia di Gresik. Saya sudah melakukan upaya untuk melakuka kajian awal tentang beberapa prusahaan termasuk PT Gudang Garam tetapi akhirnya memilih PT Semen Indonesia di Tuban. Meskipun perusahaan ini bukan perusahaan Syariah tetapi berdasarkan kajian awal memenuhi prinsip-prinsip dalam CSR Islami, misalnya tentang amanah, keterbukaan, tanggung jawab dan sebagainya. Dari aspek Syariah compliance ini akhirnya saya menetapkan yang bisa dikaji dari aspek CSR yang berbasis nilai keagamaan adalah PT Semen Indonesia di Tuban," ujar Syamsuri.

 

Temuan Baru International Branding dan Syariah Compliance

 

Sebagai penguji Dr Fatma juga menanyakan hak yang sangat prinsip di dalam penulisan disertasi, yaitu apa yang baru dalam kajian disertasi yang ditulis oleh Syamsuri. Suatu hal yang baru tersebut meliputi beberapa hal, seperti sumbangan teori, konsep, atau variabel baru yang menarik. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa dalam disertasi yang ditulis oleh Syamsuri terdapat temuan-temuan baru. Sayangnya, belum dieksplor oleh Syamsuri di dalam ujian ini. Terhadap hal ini, promovendus menyatakan bahwa yang baru adalah mengenai CSR untuk pemberdayaan masyarakat dan diupayakan agar CSR juga menjadi salah satu brand di tingkat internasional.

 

Ketika pertanyaan berikutnya disampaikan, yaitu tentang bagaimana bunyi temuan dalam bentuk proposisi atau hubungan antar konsep sebagaimana yang ditanyakan oleh Bu Fatma, maka Syamsuri belum bisa menjelaskan secara ringkas dan padat. Fatma pun menyatakan bahwa ada dua temuan menarik dari disertasi Syamsuri, yaitu terkait dengan CSR sebagai international branding dan Syariah compliance. "Coba nanti dipertegas dalam kalimat proposisional ya," kata Fatma.

 

Kendati demikian, di dalam sambutan atas promosi Dr. Ali Syamsuri, Nur Syam menyatakan bahwa karya apapun selalu memiliki kelebihan dan kekurangan.

 

"Pasti berada di dalam posisi plus minus. Pasti ada kelebihannya dan juga pasti ada kekurangannya, tetapi yang jelas, bahwa Dr. Ali Syamsuri telah berusaha secara maksimal untuk menghadirkan disertasi ini, dan hari ini Dr. Ali Syamsuri telah berhasil mempertahankan disertasinya dengan baik. Sebagaimana saran Dr. Ahmad Nur Fuad, Dr. M. Lathoif dan Dr. Sirajul Arifin, maka disertasi ini harus diperkuat dengan temuan-temuan teoretiknya, dan kemudian bisa dilanjutkan untuk menjadi karya dalam beberapa  jurnal terindeks, baik nasional maupun internasional," lirihnya.

 

Nur Syam pun menyarankan salah satu temuan konseptual yang bisa diangkat di dalam disertasi ini adalah "selama ini perusahaan  memberikan CSR terbatas pada aspek pengembangan atau pemberdayaan masyarakat, namun PT Semen Indonesia di Tuban ternyata melangkah lebih jauh yaitu CSR sebagai internasional branding. Temuan tentang CSR untuk internasional branding, yang menurut Nur Syam merupakan sumbangan signifikan dari disertasi Dr. Ali Syamsuri.

 

"Selamat kepada IAIN Kediri yang telah menambah pasukan dosen bergelar Doctor dan selamat juga kepada Dr. Ali Syamsuri beserta keluarganya," tutupnya.