(Sumber : nursyamcentre.com)

Murah-Meriah : Nikmati Liburan Panjang Tanpa Harus Jalan-Jalan

Informasi

Liburan panjang di penghujung tahun menjadi momen yang kerap ditunggu. Tak jarang banyak dari rombongan keluarga pergi berlibur bersama ke salah satu destinasi wisata yang direncanakan, baik luar kota ataupun luar negeri untuk sekedar melepas penat, lelah, dan refresh setelah berbulan-bulan bekerja ataupun belajar.

 

Di tengah mewabahnya virus Corona, banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh orang tua bersama anggota keluarga saat libur panjang akhir tahun tanpa harus jalan-jalan guna mencegah penularan Covid-19. Hal ini sebagaimana disampaikan Dewi Savitri, M.Si, CMHA Founder Psychology of Cooking yang juga merupakan lulusan Program Studi Psikologi Islam Universitas Indonesia tahun 2012 mengatakan,  salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah Cooking Together alias memasak bersama di rumah.

 

"Psychology of Cooking, masak dan makan bareng merupakan kegiatan paling bermanfaat, mudah, murah, dan meriah yang bisa diikuti oleh seluruh anggota keluarga," ucapnya.

 

Menguatkan Bonding dan Self Esteem

 

Ditinjau dari segi psikologi, manfaat memasak bersama yaitu untuk menguatkan keterikatan antara sesama anggota keluarga sekaligus membuat penghargaan diri meningkat. Seperti disampaikan Dewi, memasak bersama akan menguatkan bonding atau keterikatan dan self esteem atau penghargaan diri .

 

"Karena diberi tanggung jawab menyelesaikan tugas memasak," jelasnya.

 

Lanjut Dewi, dari memasak bersama juga dapat meningkatkan linguistik keluarga. Hal ini karena terjadinya kegiatan diskusi antar anggota keluarga saat menentukan pilihan menu makanan yang akan dimasak.

 

"Sehingga komunikasi berjalan dari banyak arah. Adanya pembagian tugas masing-masing sesuai usia dan kemampuan anggota keluarga," ujarnya.


Baca Juga : Menjaga Harmoni Eksternal Beragama (2)

 

Tak hanya meningkatkan kemampuan linguistik, memasak bersama juga dapat melatih diri untuk menyelesaikan sesuatu dengan cepat dan tepat. Seperti disampaikan Dewi, ia mengatakan bahwa kegiatan membeli bahan-bahan untuk memasak dengan uang yang ditentukan dan menyelesaikan masakan dengan waktu yang telah ditetapkan dapat melatih seseorang untuk menyelesaikan suatu hal apapun dengan cepat, tepat, dan kreatif.

 

"Ada solving problem dengan uang secukupnya bisa menghasilkan makanan atau minuman apa saja?. Ada disiplin waktu untuk menyelesaikan masakan," ujarnya.

 

Memasak bersama anggota keluarga, selain murah dan meriah demikian bermanfaat untuk menambah pengetahuan baru bagi anggota keluarga khususnya anak. Seperti yang disampaikan Dewi, ia menyampaikan bahwa dalam kegiatan  memasak bersama antar anggota keluarga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran secara holistik atau holistic learning.

 

"Secara verbal dapat menyebutkan bahan-bahan makanan dengan berbagai bahasa asing dan juga bahasa daerah dan sains praktek langsung atau kognitif yaitu matematika menghitung takaran bahan dan lamanya memasak. secara afektif anak dapat mempelajari bagaimana tentang tertib, mandiri, table manner, bekerjasama dengan orang lain. Secara psikomotorik yaitu dengan menebalkan huruf atau menulis bahan makanan yang akan dibeli, menyusun, dan menghidangkan. Secara pancaindra, yaitu dengan melihat bentuk dan warna, mendengar, menyebut, meraba, memegang, dan mencium bau," tuturnya.

 

Sementara, kegiatan memasak bersama anggota keluarga juga melatih mental anak menjadi seorang enterpreuner di masa mendatang.

 

"Hasil masakan atau minuman dapat dijual sebagai tambahan pemasukan keluarga," imbuhnya

 

Mengetahui Adab dan Do'a Makan

 

Dan yang terakhir tak kalah penting, kegiatan memasak bersama anggota keluarga dapat menjadi jalan dalam menanamkan pemahaman tentang ilmu agama pada anak dan sekaligus mendidik anak untuk senantiasa mensyukuri segala nikmat yang diberikan."Keluarga mengenal adab makan, do'a-do'a, rasa syukur menikmat makanan dan minuman yang Allah berikan, dan berbagi hasil masakan sambil bersedekah kepada yang membutuhkan,"pungkasnya.(Nin)