(Sumber : nursyamcentre.com)

Pahala dan Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Informasi

Membaca al-Qur'an merupakan bagian dari ibadah. Karenanya membaca al-Qur'an mendapat pahala. Tak hanya itu, membaca al-Qur'an juga menjadi syafaat bagi pembacanya di hari akhir kelak, yaitu hari kiamat.

 

Hal ini sebagaimana disampaikan KH Marsuqi Mustamar dalam acara Ngaos Kitab Tafsir Ayatul Ahkam, seseorang yang belajar membaca al-Qur'an walau dirinya belum mengerti tafsir ataupun maknanya maka tetaplah mendapat pahala. Tak hanya itu, orang yang masih belajar membaca al-Qur'an mendapat julukan orang yang terbaik.

 

"Orang yang belajar membaca al-Qur'an itu merupakan orang yang bagus. Sebenarnya membaca al-Qur'an saja tanpa mengerti tafsir dan makna itu mendapat pahala. Karena membaca al-Qur'an termasuk ibadah," jelasnya dalam Kanal Youtube NU Channel bertajuk Ngaos Kitab, (06/07).

 

Lebih lanjut Marsuqi menyampaikan bahwa siapapun yang mahir dalam membaca al-Qur'an, maka para malaikat turut menyertainya sepanjang membaca al-Qur'an. Sedangkan siapapun yang membaca al-Qur'an masih terbata-bata, maka seseorang tersebut tetaplah mendapat pahala.

  

"Dalam hadist jelas mengatakan bahwa orang yang mahir atau masih terbata-bata dalam membaca al-Qur'an tetap mendapat pahala. Tidak ada yang sia-sia," ujarnya.

 

Siapapun yang masih terbata-bata dalam membaca al-Qur'an, maka seseorang tersebut tetap mendapat pahala dua kali lipat. Demikian disampaikan Marsuqi bahwa membaca al-Qur'an dan rajin membacanya sama mendapatkan pahala. Setiap satu huruf yang dibaca dalam al-Qur'an mendapat sepuluh pahala.

 

"Contohnya bacaan Alif Laam Miim. Ada tiga huruf berarti mendapat pahala berapa? Dapat tiga puluh pahala. Membaca ALif Laam Miim yang tidak tahu maknanya, tetap mendapat pahala," ucapnya.

  

"Sesungguhnya membaca satu atau tiga huruf dalam al-Qur'an tetap mendapat pahala," tambahnya.

  

Demikian siapapun yang menghafal al-Qur'an dan tak mengetahui maknanya tetap menjadi hal yang bagus. Seperti yang dikatakan oleh Marsuqi bahwa membaca al-Qur'an merupakan hal yang bagus. Sementara membaca al-Qur'an dengan mengerti tafsir dan maknanya merupakan hal yang lebih bagus.

 

"Ada orang yang berkata kok hafal al-Qur'an nggak ngerti maknanya. Ya sama aja dengan kaset. Ya beda dengan kaset. Kaset baca al-Qur'an nggak wudhu. Orang NU baca al-Qur'an ya wudhu dulu. Kaset membaca al-Qur'an itu tidak bertauhid dan beriman. Orang NU yang membaca al-Qur'an itu yang bertauhid dan beriman," tuturnya.

 

Terhindar Dari Godaan Syetan

 

Terakhir Marsuqi menyampaikan bahwa seseorang yang membaca al-Qur'an atau menghafalnya makai akan terhindar dari gangguan syetan. Sementara seseorang yang rajin membaca dan menghafal al-Qur'an, maka akan terhindar dari gangguan syetan yang dapat merusak hati.

 

"Agar tidak menjadi seperti rumah yang rusak, yang mudah muncul sifat iri dan dengki. Maka isilah hatimu dan ruhanimu dengan menghafal al-Qur'an," pungkasnya.