(Sumber : nursyamcentre.com)

Pesan Anwar Zahid Untuk Menyongsong Tahun 2022

Informasi

Kini telah memasuki hari awal di tahun yang baru, yaitu tahun 2022. Tahun baru menjadi salah satu momen untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Anwar Zahid Pengasuh Pondok Pesantren Sabilun Najah, Kanor Bojonegoro, tahun baru menjadi  momen untuk belajar menghargai waktu dan kesempatan baru dengan selalu mensyukuri segala apa yang yang diberi.

 

"Bersyukur atas waktu dan kesempatan baru di tahun baru. waktu dan kesempatan baru yang harus kita syukuri. Sebenarnya saat kita bangun tidur itu juga diberikan waktu dan kesempatan baru. Maka kenapa kita dianjurkan untuk berdo'a. Dan do'anya itu diawali dengan tahmid, yaitu alhamdulillah. Do'a bangun tidur kan , yaitu 'Alhamdulillahilladzi ahyana ba'dama amatana wailahinnusur," jelasnya dalam acara Tausiyah Muhasabah Akhir Tahun Baru 2021 dalam unggal kanal Youtube TV9, (31/12/21).

 

"Yang di alhamdulillahi itu bukan tidurnya sebab tidur semalem yang lelap. Tidur itu tidak perlu dialhamdulillahi. Kita diberi kesempatan hidup, itulah yang harus kita alhamdulillahi," tambahnya.

 

Kaitannya waktu dengan kehidupan manusia tentu mengalami tiga dimensi waktu, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Demikian disampaikan Anwar Zahid bahwa berdasarkan sejarah setiap dimensi waktu memiliki generasinya masing-masing. Misalnya masa lalu diwakili oleh generasi tua, masa kini diwakili oleh generasi dewasa, dan masa depan diwakili oleh generasi muda.

 

"Siapakah orang tua? Manusia masa lalu yang masih tersisa masa kini yang sudah tak memiliki banyak harapan di masa depan. Siapakah orang dewasa? Orang dewasa adalah manusia masa kini yang sudah lupa dengan prinsip masa lalu, tapi juga sudah tumpul diajak untuk menatap masa depan. Siapakah orang muda? Orang muda adalah manusia masa depan yang sudah hadir, tapi belum banyak beban dan pengalaman di masa lalu," ucapnya.

 

"Dan setiap generasi ini memiliki karakternya masing-masing. Orang tua suka bernostalgia, orang dewasa sibuk dengan realita, dan anak muda akrab dengan idealita. Kakek dan nenek yang tua biasanya suka bercerita. Bapak-ibu yang dewasa kalo anaknya minta sesuatu alasannya sibuk kerja. Anak-anak muda ditanya cita-citanya mau jadi apa? Pacarnya siapa?. Tokoh tua sibuk menulis biografi. Tokoh dewasa sibuk berprestasi, menduduki kursi rebutan posisi. Tokoh muda pandai berorasi, suka berdemonstrasi, dan juga banyak yang ahli caci-maki," timpal Anwar kembali.

 

Shalil dan Muslih

 

Berkaitan dengan masa lalu setiap orang tak dapat berbuat apa-apa sebab masa itu menjadi masa yang telah berlalu. Seperti yang dituturkan oleh Anwar bahwa tak kan pernah ada lorong waktu yang dapat membawa seseorang ke masa lalu.


Baca Juga : Politisi Perempuan Dalam Politik Elektoral

 

"Kalaupun ada  itu film fiksi, yaitu doraemon. Lalu bagaimana kita menyikapi masa lalu kita, yaitu menyesal atas semua kemungkaran dan kedzhaliman kita di masa lalu. Bagaimana menyikapi masa kini, stop dari semua kejelekan, kejahatan, keburukan di masa lalu. Jalani hidup sesuai dengan norma agama, negara, dan masyarakat. Tidak hanya menjadi shalih, tapi juga menjadi muslih. Tidak hanya menjadi orang baik, melainkan juga orang yang melakukan perbaikan menuju kebaikan untuk menjadi yang terbaik dalam seluruh aspek dan lini kehidupan," ujarnya.

 

"Sedang berkaitan dengan masa depan, kita gak tahu apa-apa tentang masa depan kita. Jangankan masa depan kita 10 tahun ke depan. Jangankan masa depan kita 5 tahun ke depan. Besok kita kaya apa, mau berbuat apa, seperti apa, dalam keadaan bagaimana?," tambahnya.

 

Bekerja Keras, Bekerja Cerdas, dan Bekerja Ikhlas

 

Setiap seseorang tak ada yang tahu akan masa depannya masing-masing. Maka tekad yang kuat menjadi perisai untuk terus melangkah maju. Anwar pun mengatakan bahwa seseorang harus mempunyai tekad kuat untuk meninggalkan hal-hal yang jelek dan juga melakukan hal-hal yang baik.

 

"Niatkan yang baik-baik, pasti yang datang baik-baik juga," imbuhnya.

 

Trilogi prinsip hidup manusia agar hidup bermakna, bermartabat, dan selamat dunia dan akhirat. Hal ini dikatakan oleh Anwar bahwa hidup harus melakukan perbaikan menuju kebaikan untuk menjadi yang terbaik.

 

"Lakukan perbaikan di seluruh lini kehidupan, menuju kebaikan untuk meraih yang terbaik di seluruh aspek kehidupan. Kita jangan hanya menjadi orang yang baik. Tapi juga menjadi orang yang memperbaiki. Jangan hanya menjadi orang yang shalih dan shalihah. Harus ditingkatkan menjadi muslih," tuturnya.

 

Anwar juga mengatakan bahwa dalam menyongsong tahun 2022 yang terpenting adalah kerja bersama. Selain itu juga harus berkerja dengan keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas.

 

"Kalau cuma kerja keras itu kerjanya pake otot. Hasilnya pas. Sedangkan, kalo kerja cerdas, pake otak. Hasilnya lebih puas dan luas,"

 

Bersinergi

 

Terakhir Anwar menyampaikan bahwa yang tak kalah penting dari semua hal di atas dalam menyongsong tahun 2022, yaitu bersinergi dan tak bersaing saling menonjolkan diri.

 

"Kelemahan negara kita adalah semua komponen ada, tapi bersatunya susah. Kita tidak kekurangan stock orang pintar, kita agak kekurang stock orang benar," pungkasnya (Nin).