(Sumber : nursyamcentre.com)

Sering Ganti Pekerjaan, Waspada Burnout Syndrome?

Informasi

Tak dipungkiri setiap orang mengalami fase kejenuhan pada pekerjaan yang berkepanjangan. Ternyata kejenuhan yang berkepanjangan tersebut dapat berpotensi menjadi penyakit yang dapat mengganggu kesehatan mental seseorang. Dalam kondisi ini seseorang tengah masuk ke dalam fase yang bernama Burnout Syndrome.

 

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Devan dalam unggahan video di kanal Youtube Narasi Tv Program In My Sotoy Opinion, Burnout Syndrome adalah kejenuhan kronis akibat pekerjaan yang monoton dan berulang-ulang. Kondisi ini berdampak buruk yakni seseorang tersebut menjadi rentan mengalami stress, depresi, dan kecemasan.

 

"Dengan kamu bekerja terus-terusan tanpa istirahat. Kamu lagi ada di masa produktivitas yang enggak sehat. Akhirnya nggak ada tuh, yang namanya work life balance," jelasnya.

 

Berdasarkan hasil survei membuktikan bahwa sebanyak 54 persen dari 30.000 responden merasa beban kerja lebih berat selama pandemi, dikutip dari Narasi Tv (10/05).

 

Jangan Ngoyo Banget

 

Lebih lanjut, Devan mengatakan bahwa generasi Millenial dan Z adalah kelompok yang paling sulit mencapai Work Life Balance. Terlebih saat ini, menurutnya, semua sudah terbiasa dengan sistem kerja baru, yaitu Work From Home,  Work From Anywhere, Work From Café, Work From Under Pressure.

 

"Too much work, but still it didn't work. Kerja enggak usahlah yang ngoyo-ngoyo banget. Hidup itu bukan tentang seberapa banyak beban kerjamu. Tapi seberapa bahagianya kamu melakukan pekerjaanmu. Don't push yourself too hard. Jangan paksakan dirimu," ungkapnya.

 

Karier Berjalan di Tempat

 

Berdasarkan studi yang dibuat oleh perusahaan konsultan karier dan bisnis, Gallup, dikutip dari laman Kompas, generasi millennial disebut sebagai kelompok karyawan yang hobi keluar masuk perusahaan. Tercatat ada 60 persen karyawan millennial mengaku bahwa mereka terbuka untuk setiap kesempatan kerja yang lebih baik. Hal tersebut disebabkan rasa bosan, jenuh, dan kebutuhan untuk sukses lebih cepat yang menjadi pemicu karyawan millennial untuk berhenti kerja dan memulai di tempat baru, (07/02).

 

Masih dikutip dari laman Kompas, sebenarnya berganti pekerjaan lebih dari lima kali dalam satu tahun cenderung akan menjalani karier yang berjalan di tempat. Sementara gaya berpikir yang demikian tentunya sangat berbahaya, merugikan, dan semakin menjauhkan karyawan muda dari kesuksesan. (Nin)