(Sumber : www.nursyamcentre.com)

In Memoriam Dr. Ali Rokhmad, M.Pd: Pekerja Profesional

Khazanah

Saya sedang berada di lantai atas rumah saya, karena harus menyelesaikan tulisan tentang ujian disertasi yang telah diselenggarakan di Program Pascasarjana (PPs) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Ahad, 25 Juli 2021. Tiba-tiba isteri saya memanggil, sebab ada berita dari Bu Nizar Ali, bahwa Pak Ali Rokhmad telah pulang ke rahmatullah. Saya bergegas mengambil hand phone saya, dan ternyata sudah ada berita dari Jemy bahwa Pak Ali memang telah wafat. Dan saya periksa ternyata Jemi juga sudah mengabarkan pada pukul 15.43 WIB  bahwa kondisi Pak Ali memang kritis. Dinyatakannya bahwa pak Ali saturasinya menurun drastic di bawah 70 dan Jemi memohon saya berdoa agar diselamatkan oleh Allah dari penyakitnya. Dan pukul 16.18 WIB, Jemi kembali menginformasikan bahwa Pak Ali sudah meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

  

Sebenarnya beberapa hari yang lalu, tepatnya pada 17 Juli 2021, saya sempat kirim pesan lewat WA kepada Pak Ali menanyakan tentang kesehatannya, secara lengkap saya nyatakan:  “Pak Ali sudah sehat kan. Moga Allah segera memberikan berkah kesehatan kepada panjenengan. Amin”. Pak Ali menjawabnya: “Alhamdulillah, berangsur-angsur Prof. Mohon doanya ya Prof”. Maka saya yakin bahwa Pak Ali sudah benar-benar baikan, apalagi beberapa pejabat di kemenag yang juga penyintas Covid-19 sudah pada sembuh. Sampai akhirnya saya dengar dan baca bahwa Pak Ali sudah dipanggil oleh Allah SWT untuk menghadap ke hadliratnya. Saya kemudian mengabarkan informasi tersebut ke WAG UINSA Raya dengan ungkapan bela sungkawa: “Ya Allah. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Ya Allah saya menyaksikan Pak Ali Rokhmad  orang yang sangat baik. masukkan  ke dalam surgamu Ya Allah”. Karena  pesan itu tidak tertera siapa  Pak Ali Rokhmad, maka saya tambahkan: “Pak Ali Rohmad, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama”. Beliau sudah negatif dari virus Covid-19 tiga hari yang lalu berdasarkan atas pemeriksaan (PCR), sehingga dimakamkan bukan dengan protokol kesehatan.  

  

Pak Ali Rokhmad tentu saya sangat mengenalnya. Beliau bersama saya di Sekretariat Jenderal Kemenag dalam empat tahun terakhir sebelum saya kembali menjadi dosen di UIN Sunan Ampel, 01 September 2018. Makanya, saya tahu benar kerjanya. Menurut saya,  Beliau adalah tipe pekerja keras, kaya gagasan dan mampu mengimplementasikan gagasannya tersebut dalam kerja yang optimal. Saya tentu sangat beruntung memiliki pejabat yang baik, professional dan bertanggung jawab. Dan Beliau juga pejabat yang komitmen dengan penugasan dan berkemampuan untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan rekan kerja baik internal maupun eksternal. Maka, tugasnya sebagai kepala Biro Perencanaan dapat dilakukan dengan baik. Pak Ali memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan bernegosiasi dengan pejabat eksternal, baik dengan Bappenas, Kementerian Keuangan maupun Komisi VIII DPR RI. Dan yang paling berkesan bagi saya, bahwa semua yang dikerjakannya sesuai dengan penugasaanya, juga  selalu dikonsultasikan dan dilaporkan kepada saya. Suatu sikap yang menurut saya bisa menjadi teladan, bahwa komitmen terhadap pekerjaan dilakukan sesuai dengan kapasitas dan sepengetahuan atasannya. Kemenag beruntung memiliki pejabat seperti Pak Ali Rokhmad, Pak Ali Irfan, Pak Syafrizal, Pak Afrizal, Prof. Gunaryo dan Pak Mudhof yang sangat professional dalam pekerjaannya. Mereka tergabung di dalam Setjen Kemenag RI. 

  

Pak Ali adalah lelaki yang sangat santun. Nyaris selalu menggunakan Bahasa Jawa halus jika berbicara dengan saya secara personal. Hal ini tentu dilatari oleh kemampuan Bahasa Jawanya yang baik sesuai dengan latar belakang kehidupannya dari Jawa Tengah. Jika sudah kumpul dengan saya, Pak Ali dan Pak Syafrizal, maka isinya adalah “jegigisan” atau “guyonan parikeno” atau gurauan sekenanya, yang membuat suasana menjadi riang gembira. Pak Ali itu tipe orang yang sersan atau serius tetapi santai. Pekerjaan yang dipercayakan kepadanya dilakukan dengan tanpa tekanan, sehingga bisa membuat stafnya juga nyaman. 

  

Suatu Ketika Beliau pergi Bersama saya ke Palopo, Sulawesi Selatan. Bersama saya juga Pak Kanwil Kemenag, Pak Abdul Wahid dan Jemi, karena juga harus segera kembali ke Jakarta, maka diputuskan untuk berangkat malam hari setelah semua acara di STAIN Palopo selesai, perjalanannya lama sekali, kira-kira sembilan jam. Jalannya rusak berat, sehingga kendaraan Alpard tidak bisa berjalan kencang. Dari Palopo kira-kira-kira jam tujuh malam dan sampai di Hotel Makasar jam 03.00 WITA dini hari. Istirahat sejam dan setelah itu berangkat ke Bandara sebab pesawat pagi ke Jakarta dan ke Surabaya. Saya ke Surabaya sebab ada urusan keluarga dan Pak Ali langsung ke Jakarta. Semalaman tidak tidur, sehingga sempat saya muntah-muntah di dalam perjalanan dari Bandara Soetta ke Kantor. Makanya, saya langsung ke RS Mardi Waluyo untuk berobat. Saya ingat beliau menyatakan: “Saya ini ingin belajar ke panjenengan dalam mengisi acara-acara begini. Cukup coretan tiga  baris tetapi penjelasannya bisa panjang lebar dan mendalam”.  Pak Ali memang pembelajar yang hebat, sebab meskipun menjadi pejabat tetapi terus menulis. Pak Ali telah menulis sebanyak 18 buku, di antaranya adalah: “Haji, Transformasi Profetik Menuju Revolusi Mental” (2015), “Bimbingan Manasik dan Perjalanan Haji” (2013), dan “Reformasi Birokrasi dalam Perspektif Pengawasan”(2008).

  

Pak Ali pertama menjadi PNS dan ditugaskan pada Inspektorat Jenderal Kemenag pada tahun 1994. Dia kemudian menjadi  pengawas dengan jabatan Auditor Ahli, dan pada tahun 2007 diperbantukan pada Kementerian Kesejahteraan Rakyat. Beliau mendampingi Prof. Qodri Azizy sewaktu menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Kesra. Sepeninggal Prof. Qadri kemudian Pak Ali kembali ke Kemenag (2009) dan berlabuh di Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan kemudian berturut juga menjadi pejabat structural pada Kabag Perencanaan dan Informasi, Kabag Perencanaan dan Keuangan, dan Kasubdit Bimbingan Jemaah Haji. Kemudian melalui seleksi yang ketat, Pak Ali kemudian menjadi pejabat eselon II bidang perencanaan dan terakhir rangkap jabatan sebagai Plt. Kepala Biro Kepegawaian pada Setjen Kemenag RI.  

  

Pak Ali Rokhmad juga tipe seorang aktivis. Pernah menjadi Ketua OSIS SMP I Juana, Ketua OSIS PGAN Lasem, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ushuluddin IAIN Kudus, Ketua Cabang PMII Fakultas Ushuluddin Kudus, Ketua KMA-PBS dan terakhir manjadi aktivis NU di Tangerang Selatan. Pak Ali Lahir di Desa Rejoagung Pati pada 6 Juli 1966 dan wafat pada 25 Juli 2021. Beliau meninggalkan seorang putra, sebab putranya yang satu lagi sudah mendahuluinya menghadap ke hadirat Illahi Rabbi dan dimakamkan di Pemakaman Kemenag di Citayem. Beliaupun akan dimakamkan di sana berdampingan dengan putranya. Selamat jalan menuju Tuhan Pak Ali. Semua sahabat panjenengan menyaksikan penjenengan adalah orang yang sangat baik, sehingga sangat layak memperoleh tempat terbaik di sisi Allah, surganya. Lahu Al Fatihah…

  

Wallahu a’lam bi al shawab.