(Sumber : www.nursyamcentre.com)

Arsitektur Islam

Riset Agama

Tulisan ini berjudul Architecture in the Islamic Vision yang ditulis oleh Yehia Hassan Wazeri. Artikel tersebut terbit di Journal of Islamic Architecture pada tahun 2020. Penelitian tersebut bertujuan untuk menyajikan beberapa contoh dari ayat Al-Qur’an yang menjelaskan terkait seni dalam visi Islam. Metode yang digunakan adalah analisis isi guna mengetahui adanya kata atau konsep tertentu di dalam teks. Pada tulisan tersebut, teks yang dimaksud adalah Al-Qur’an untuk menemukan beberapa konsep arsitektur. Penelitian Yehia Hassan berhasil menunjukkan adanya perbedaan arsitektur dan urban, misalnya bahan bangunan, arsitektur lingkungan, rumah serangga, ilusi visual dalam arsitektur dan sentralitas Mekkah bagi dunia. Seluruhnya dijelaskan adalam Al-Qur’an pada surah Al-Baqarah, An-Naml, An Nahl, Al Kahfi dan Al Fajr. Terdapat beberapa sub bab yang akan dijelaskan pada resume ini. Pertama, pendahuluan. Kedua, bahan bangunan. Ketiga, arsitektur lingkungan dalam Al-Qur’an. Keempat, ilusi optik dalam Al Qur’an. Kelima, Mekkah dalam Al Qur’an. 

  

Pendahuluan

  

Islam merupakan way of life bagi kabahagiaan manusia di dunia dan di akhirat yang bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan utama, termasuk pada kaitannya dengan seni dan arsitektur dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an berisi sekitar delapan belas auat yang berkaitan dengan arsitektur bumi bahkan prinsipnya. Hampir dua ratus istilah terkait dengan arsitektur dan perencanaan kota telah dijelaskan dalam Al-Qur’an. Misalnya pada surah ke 18 yakni Al Kahfi yang berarti gua, surah ke 24 yakni An Nur yang bararti cahaya atau, surah ke 34 yakni Saba’ yang berarti peradaban, surah ke 49 yakni Al Hujurat yang berarti kamar, surah ke 57 yakni Al Hadid yang berarti besi, serta surah ke 90 yakni Al Balad yang berarti kota (Mekkah). Hal yang perlu dicatat adalah Al-Qur’an selalu menggabungkan antara visi artistik dengan keyakinan pada tuhan, sebab setiap pekerjaan dalam hidup ini akan selalu terkait dengan penyembahan kepada Tuhan. 

  

Bahan Bangunan 

  

Di dalam Al-Qur’an dijelaskan terkait bahan bangunan dan beberapa metode konstruksi. Beberapa bahan tersebut diantaranya adalah, pertama besi (Al-Hadid). Al-Qur’an menggambarkan besi sebagai materi yang penting, kuat dan memiliki banyak manfaat, seperti pada Al-Qur’an surah Al Hadid ayat 25. Selain itu, pada surah Al-Kahfi, dijelaskan ilustrasi terkait penggunaan potongan besi dan tembaga cair dalam membangun pertahanan untuk melindungi dari musuh (Yakjuj dan Makjuj). Artinya, Al-Qur’an juga memberikan pandungan bagaimana “konstruksi pertahanan”. Bahkan, akhir-akhir ini ditemukan bahwa menambahkan tembaga pada besi akan meningkatkan kekuataannya sehingga menjadi anti karat dan anti erosi terhadap angin, air dan kondisi cuaca. 

  

Kedua, tanah liat yang dibakar. Hal ini tertulis pada surah ke 40 yakni Ghafir yang menerangkan penggunaan tanah liat yang dibakar pada semua periode kerajaan di Mesir, namun hanya digunakan pada saat momen tertentu. Ketiga, batu yang tertulis pada surah Al-Fajr terkait penggunaan batu dalam konstruksi. Keempat, perak yang dijelaskan dalam surah Az Zukhruf yang menjelaskan berbagai sifat perak. Perak merupakan logam yang menghantarkan panas, lebih konduktif, berwarna putih dan lebih memantulkan cahaya, serta perak adalah logam yang paling langka. 

  

Arsitektur Lingkungan dalam Al-Qur’an

  

Di dalam surah Al Kahfi ayat 17 yang merujuk pada ralasi khusus antara gerakan matahari dan gua. Para akademisi yang mempelajari arsitektur lingkungan mengetahui pentingnya relasi antara matahari dan desain bangunan modern. Pada surah An Nahl dijelaskan pentingnya shading untuk mengurangi suhu terutama pada wilayah yang dianggap panas. Selanjutnya, pada surah An Naml dijelaskan betapa awetnya tempat tinggal semut. Hal tersebut dibuktikan dengan ahli entimonologi yang menemukan bahwa rumah semut serupa dengan tempat tinggal manusia yang dilengkapi dengan semua kebutuhan fungsional, misalnya ruang penyimpanan makanan, kamar dan aspek lingkungan seperti saluran ventilasi. 


Baca Juga : Nadiem A. Makarim Dalam Pusaran Politik Pendidikan

  

Ilusi Optik dalam Al-Qur’an

  

Ilusi optik didefinisikan sebagai melihat sesuatu, warna, atau bahan dengan cara yang berbeda dari esensi sejatinya. Selain itu, bisa diartikan sebagai visualisasi yang menunjukkan kesan gerakan, berkedip, bergetar, dan lain sebagainya. Misalnya, karya Leandro Ehlirch yang mendesain kolam renang dengan gaya ilusi visual. Penggambaran tersebut terlihat seperti kolam air yang dalam dengan menunjukkan pengunjung dengan pakaian lengkap yang berjalan di lantainya. 

  

Dr. Valerie Gonzalez dalam bukunya Beuty and Islam yang menjelaskan bangunan kristal yang dibangun oleh Nabi Sulaiman. Ketika Ratu Bilqis melihatnyamengira sebagai air yang dalam sehingga ia membuka alas kakinya. Saat ini sudah banyak teknik dan metode ilusi optik yang digunakan dalam model arsitektur saat ini. 

  

Mekkah dalam Al Qur’an

  

Menurut Al-Qur’an, Ka’bah adalah “rumah pertama” yang digunakan oleh orang-orang untuk menyembah Allah. Jadi, Mekkah adalah kota paling suci dalam Islam, sehingga setiap tahun muslim melakukan haji dan umrah. Di masa lalu, para cendekiawan muslim berasumsi bahwa Mekkah adalah kota yang lebih unggul dibanding semua kota di dunia, karena mereka secara implisit merujuk pada fakta bahwa Mekkah terletak di tengah tanah yang”kering”. 

  

Al Qortobi menjelaskan bahwa posisi Ka’bah terletak di tengah tanah kering, sehingga menjadi lokasi yang sentral. Baru-baru ini sebuah studi menemukan bahwa Ka’bah terletak di tengah empat lingkaran yang melewati perbatasan tanah kering di dunia. Professor Arnold Keyserling menyatakan garis bujur Mekkah menjadi meridian utama ketimbang Greenwich. Ia menyatakan bahwa Mekkah menandai titik orientasi yang tepat. 

  

Kesimpulan

  

Tulisan berjudul Yehia Hassan Wazeri mencoba menggambarkan konsep arsitektur dan seni dalam Islam melalui ayat-ayat Al Qur’an. Di dalamnya dijelaskan terkait bahan bangunan, arsitektur lingkungan, rumah serangga, ilusi visual dalam arsitektur dan Mekkah sebagai pusat dunia. Islam adalah agama yang menghormati lingkungan dan mempromosikan cinta, keindahan dan kreativitas sementara pada saat yang sama tidak mengabaikan aspek moral, sehingga kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat memiliki jaminan.