(Sumber : Laras Post)

Tradisi dan Ritual: Konseptualisasi dan Manifestasi Spiritualitas Suku di Indonesia

Riset Budaya

Tulisan berjudul “Tradition, Ritual and Art of the Baliatn: The Conceptualization of Philosophy and the Manifestation of Spirituality Among the Dayak Kanayatn” merupakan karya Yudhistira Oscar Olendo, Jagad Aditya Dewantara dan Erfiani. Artikel ini terbit di Jurnal Wacana tahun 2022. Penelitian ini mencoba mengkaji lebih dalam terkait ritual Baliatn di kalangan Dayak Kanayatn. Hal ini disebabkan, era globalisasi seperti saat ini menjadikan penduduk setempat jarang melakukan ritual tersebut. Padahal, Baliatn adalah ekspresi mengenai bagaimana hidup sekaligus menghargai hidup. mereka meyakini bahwa kedekatan dan relasi dengan alam memungkinkan terciptanya hubungan yang harmonis dengan Tuhan. Terdapat empat sub bab dalam penelitian ini. Pertama, pendahuluan. Kedua, filosofi ritual Baliatn. Ketiga, makna artistik dan simbolisme dalam musik tradisional Dayak Kanayatn. Keempat, konseptualisasi musik tradisional Dayak Kanayatn pada ritual Baliatn. 

  

Pendahuluan

  

Baliatn merupakan salah satu ritual adat Dayak Kanayatn yang dilakukan untuk memperingati hati-hati tertentu. Misalnya, mengobati suatu penyakit, ritual kematian, ucapan rasa syukur, dan memohon perlindungan Tuhan.  Pelaksanaan ritual ini membutuhkan beberapa peralatan, seperti ayunan; kayu; hewan kurban; makanan; dan unsur adat lainnya. Selain itu, membutuhkan alat musik tradisional Dayak Kanayatn seperti agukng, dau, dan tuma’ untuk mengiringi selama ritual berlangsung. Ritual semacam ini dilakukan selama tiga hari.

   

Ritual Baliatn terkait dengan sihir, mistisme dan kekuatan gaib. Dilakukan oleh dukun yang memohon bantuan kekuatan gaib. Dukun adalah orang yang mengklaim bahwa roh dapat merasukinya selama ritual. Selama ritual, sebuah lagu akan dinyanyikan berupa lagu daerah yang menceritakan kisah rakyat yang dicampur dengan mantra magis. Tujuannya adalah membuat masyarakat sadar bahwa alam adalah sumber dari semua keberuntungan dan kemalangan. 

  

Filosofi Ritual Baliatn

  

Terdapat beberapa unsur dalam ritual yang memiliki makanan tertentu. Pertama, musik. Lantunan musik dapat mempengaruhi orang secara psikologis, sebab pertunjukan dengan berbagai irama dapat mempengaruhi tingkat emosi. Musik mendorong seseorang bergerak mengikuti irama yang berguna menurunkan tingkat depresi. Jika dikaitkan dengan nilai budaya, musik memiliki makna sebagai penghubung. 

  

Kedua, kostum yang digunakan condong berwarna merah dan putih dan disesuaikan dengan warna panggung. Artinya, memiliki makna struktur yang saling menopang. Kostum yang digunakan oleh pemain alat musik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan pertunjukan musik. Pola dan warna mereka mencerminkan makna musik. Selain itu, ada motif pakis yang melambangkan kehidupan abadi. 

  

Ketiga, peran musisi. Mereka bersikap sangat hormat sebagai apresiasi terhadap benda-benda yang akan mereka mainkan. Rasa hormat diimplementasikan dengan duduk bersila dilantai. Selain itu, ada pemain alat musik gadobokng dan gong yang duduk di kursi karena memang tuntutan. Namun, maknanya sama yakni menandakan penghormatan. Keduanya menunjukkan bahwa instrumen tersebut seimbang satu sama lain atau selaras. 


Baca Juga : Mistisme Dukun Jawa: Moralitas Terhadap Tuhan

  

Makna Artistik dan Simbolisme dalam Musik Tradisional Dayak Kanayatn

  

Manusia bisa disebut dengan makhluk budaya karena relasi antara masyarakat dan budaya sangat erat. Artinya, masyarakat erat dengan ide dan simbol. Relasi antara masyarakat dan simbol mengungkapkan cara di mana simbol dan makna mempengaruhi seseorang. Ide, perasaan dan sikap semuanya merupakan ekspresi simbolik. Bagi suku Dayak Kanayatn, simbol menggambarkan konsep relasi mereka di antara Tuhan dan manusia; dunia irreal dan manusia; antara manusia; serta dunia nyata dan manusia. Keseluruhan kemudian diterjemahkan dalam musik tradisional Dayak Kanayatn.

  

Irama musik Dayak Kanayatn dalam proses ritual ditandai dengan simbol-simbol, yakni (1) simbol pemurnian; (2) simbol perjalanan religi; (3) simbol hubungan atau relasi keagamaan. Selain itu, pada kaitannya dengan alam, tanda-tanda alam mengarahkan mereka pada makna dan simbol dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa simbol yang sering ditafsirkan masyarakat, yakni (1) hewan seperti burung, kupu-kupu, rusa, ular, dan babi; (2) benda buatan seperti mangkok merah; (3) Tuhan sebagai simbol keagungan dan kebesaran; (4) musik sebagai simbol persatuan. 

  

Konseptualisasi Musik Tradisional Dayak Kanayatn Pada Ritual Baliatn  

  

Ritual Baliatn dibagi menjadi tiga bagian yakni pembukaan, bagian utama dan penutup. Pembukaan adalah tahapan persiapan. Pada tahap ini, musik bertujuan untuk mengiringi nyanyian yang dilantunkan. Bagian utama adalah proses di mana tujuan ritual tercapai. Pada tahap ini musik merupakan bagian intrinsik dari ritual dan memiliki efek pasti pada transisinya menjadi keadaan transedental. Selain itu, musik sudah berada pada tahap melibatkan unsur mistik. Penutup adalah akhir dari ritual Baliatn. 

  

Kesimpulan

  

Secara garis besar, artikel ini menunjukkan bahwa menyadari “kehadiran” alam sangat penting. Suku Dayak Kanayatn percaya bahwa setiap benda memiliki rohnya sendiri. Tumbuhan, hewan, bukit dan sungai di sekitar manusia merupakan simbol dan tempat yang menganugerahkan manfaat. Mereka melestarikan alam salah satunya melalui ritual Baliatn dengan seni dan filosofinya yang sangat terkait dengan alam. Sadar atau tidak, alam mempengaruhi sejumlah aspek kehidupan baik seni, motif bahkan ritual. Transformasi yang ada juga berdasarkan pada penghormatan mendalam kepada Tuhan.