(Sumber : www.nursyamcentre.com)

Zakat dan Wakaf Sebagai Sarana Pengentasan Kemiskinan

Riset Sosial

Tulisan berjudul “Zakat and Waqf Sustainable Means of Poverty Reduction: A Literature Review” merupakan karya Aminu Yakubu, Azreen Hamiza Binti Abdul Aziz, Shereeza Mohamed Saniff, Yunusa Aliyu, Yakubu Isa Abdulbari, Muhammad Salihu Abubaka dan Malami Muhammad Garba. Artikel ini terbit di Turkish Online Journal of Qualitative Inquiry (TOJQI) pada tahun 2021. Tujuan dari penelitian tersebut adalah menunjukkan peran zakat dan wakaf dalam pengentasan kemiskinan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. Metode yang digunakan adalah literatur review guna mengidentifikasi dan menganalisa pentingnya zakat dan wakaf dalam penanggulangan kemiskinan berkelanjutan dalam perspektif Islam. Terdapat tiga sub bab dalam resume ini, yakni pertama pendahuluan. Kedua adalah konsep zakat. Ketiga adalah konsep wakaf. Keempat peran wakaf dan zakat dalam pengentasan kemiskinan. 

  

Pendahuluan

  

Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu tantangan bagi seluruh negara di dunia. Salah satu solusi yang ditawarkan guna mengatasi permasalahan tersebut adalah fokus terhadap kebutuhan dasar dengan mendorong program pembangunan guna mengurangi kemiskinan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Oleh sebab itu, sektor swasta memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, sehingga kemiskinan bisa berkurang secara signifikan. 

  

Islam telah memerintahkan umat Islam untuk beramal kepada sesama. Pemberantasan kemiskinan merupakan salah satu pertimbangan utama dalam sistem ekonomi Islam. Sistem ini berkaitan dengan bantuan kepada orang miskin melalui distribusi amal secara adil. Oleh sebab itu, pembayaran zakat dalam Islam membatu redistribusi bantuan guna pengurangan kemiskinan. Sedangkan wakaf membantu dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur, kesejahteraan sosial sekaligus layanan masyarakat. 

  

Konsep Zakat

  

Zakat berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti menumbuhkan, menambah atau menyucikan. Secara teknis, zakat mengacu pada kewajiban agama yang mewajibkan semua muslim yang memenuhi kriteria untuk memberikan sebagian kekayaan mereka setiap tahun guna tujuan amal dan didistribusikan kepada mereka yang dianggap berhak. Tuhuan dasar pembayaran zakat dalam Islam adalah menciptakan keseimbangan pendapatan di antara masyarakat, terutama kepada mereka yang miskin, kurang mampu dan kelaparan. 

  

Membayar zakat membantu menghilangkan kebencian terhadap orang miskin, mengurangi hak istimewa orang kaya sehingga akan tercipta saling pengertian, rasa hormat dan kepedulian di antara masyarakat. Selain itu, zakat juga dapat membantu dalam pembentukan karakter baik masyarakat kaya maupun miskin. Zakat akan melindungi orang kaya dari keserakahan, sekaligus mencegah orang miskin untuk tidak mengemis. 

  

Konsep Wakaf

  

Wakaf berasal dari kata waqafa yang secara harfiah berarti penahanan, kurungan dan larangan. Secara teknis, menurut Imam Abu Hanifah, wakaf adalah penahanan terhadap sesuatu yang bersifat khusus. Wakaf adalah tindakan amal sukarela di bawah nama sodaqoh. Artinya, wakaf dianggap sebagai tindakan amal yang menghasilkan manfaat. Di dalam sejarah Islam, wakaf tercatat sebagai salah satu perangkat ekonomi Islam yang secara signifikan memainkan peran penting dalam pengentasan kemiskinan. 

  

Peran Zakat dan Wakaf dalam Pengentasan Kemiskinan

  

Kemiskinan telah menjadi tantangan ekonomi, politik dan sosial bagi seluruh dunia terutama di negara berkembang. Beberapa organisasi dunia, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah berusaha keras mengentaskan kemiskinan dengan berbagai program kebijakan pembangunan. Secara historis, zakat sudah dipraktekkan sejak periode awal di Mekah dengan tujuan utama membantu orang miskin. Secara signifikan, membayar zakat menciptakan keseimbangan dalam masyarakat, di mana masyarakat miskin mendapatkan bantuan sehingga tidak kelaparan. 

  

Wakaf dapat dilakukan melalui beberapa cara. Pertama, membantu pembiayaan usaha bagi masyarakat miskin untuk perkembangan ekonomi. Kedua, meminjamkan uang sebagai Qardh Alh-assan yaitu pinjaman tanpa bunga. Tujuan sebagai Qardh Alh-assan adalah membantu masyarakat miskin untuk memiliki modal usaha. Hal ini sangat membantu karena dengan modal usaha akan tercipta UKM sehingga mendorong masyarakat memiliki usaha dan akan dapat berkembang menopang perekonomiannya dan warga miskin lain disekiitarnya. 

  

Kesimpulan

  

Zakat dan wakaf dapat memainkan peran penting terutama mengenai peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian tersebut membuktikan bahwa zakat dan wakaf dapat mengurangi kemiskinan. Keberhasilan tersebut bersifat luas dan umum. Artinya, institusi yang bertugas untuk mendistribusikan bantuan untuk masyarakat harus mampu mengelola manajemen secara tepat dan adil, sehingga permasalahan sosial terkait kemiskinan dapat diselesaikan. Meskipun tidak secara langsung dan membutuhkan waktu.