Saturday, July 11 2026

Author: Nur Syam

Di kalangan PTKI pertanyaan mau kemana atau mau dikemanakan Studi Islam merupakan pertanyaan yang sering didengar. Jika mau kemana terkait dengan bagaimana peran PTKI, Pimpinan dan dosennya untuk masa yang akan datang. Jika mau dikemanakan terkait dengan kebijakan yang diproduksi oleh para pejabat yang mengelola studi Islam, terutama di jajaran Pimpinan Kemenag Pusat, khususnya Ditjen

Umat Islam Indonesia,  tentu sangat bergembira sebab hari Raya Idul Adha 1447 H atau 2026 M, Rabo, 26 Mei 2026, merupakan hari raya yang dapat diselenggarakan secara bersama seluruh umat Islam Indonesia. Untuk hari Raya Idul Fithri kemarin terjadi perbedaan. Orang Muhammadiyah menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT),  sementara Orang NU dan Pemerintah menggunakan

Tugas Kementerian Agama (Kemenag) di dalam pengembangan pesantren dan ilmu pengetahuan terkait dengan ilmu kepesantrenan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pesantren, yang baru saja disahkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Makanya, dalam pengembangan Ilmu kepesantrenan, maka Ditjen Pesantren harus memastikan tentang berbagai kerja sama terkait dengan pengembangan ilmu dimaksud. Sebagaimana yang sudah saya tuliskan sebelumnya, bahwa ada

Di dalam pertemuan atau halaqah perlunya mengembangkan keilmuan Ma’had Aly berbasis integrasi ilmu, 5-6 Mei 2026, maka saya sampaikan tiga hal, yaitu: mengkaji turats dengan pendekatan rumpun ilmu dalam integrasi ilmu, atau mengkaji ilmu umum berdasarkan pendekatan Islamic studies atau menjadikan fenomena teks turats sebagai kajian ilmu dan kemudian didekati dengan ilmu-ilmu lainnya dalam berbagai

Saya merasa senang dapat membaca Majalah “LIONAIR GROUP” yang saya baca pada saat ke Jakarta, 02/05/2026 dengan maskapai Batik, sebuah maskapai yang bernaung dalam Manajemen Lion Group, milik Rusdi Kirana, anggota Legislatif dari Fraksi PKB. Saya ke Jakarta dalam acara fit and proper test calon Rektor atau carek UIN Sunan Ampel Surabaya. Ketepatan pagi itu,

Salah satu keunikan dunia pendidikan tinggi di Indonesia, adalah dengan adanya ketentuan untuk mengembangkan ilmu berbasis integrasi ilmu. Khususnya untuk program magister dan program doktor dalam semua rumpun ilmu. Disadari oleh para pengambil kebijakan di dunia pendidikan tinggi, bahwa di antara faktor yang mempercepat pengembangan ilmu adalah melalui integrasi ilmu atau penggabungan berbagai macam cabang

Acara Breakfast Meeting yang diselenggarakan oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA memang memiliki pengaruh besar bagi aparat Kemenag dalam kerangka untuk mendapatkan masukan-masukan berharga dalam kerangka penyelenggaraan peran Kemenag di tengah arus perubahan social yang terjadi dewasa ini. Acara ini dapat menghimpun lebih dari 900 orang, yang diselenggarakan dengan media luring dan daring.

Tidak ada yang lebih menarik di dalam kehidupan manusia itu kecuali di kala berurusan dengan agama. Mengapa menarik, karena agama itu berkaitan dengan Tuhan, yang Suci, yang Sacral, yang Metafisik, yang Metaempiris, lalu harus ditarik di dalam kehidupan yang empiris, yang fisikal dan yang bercorak manusia. Artinya, bahwa agama itu memasuki alam manusia dengan berbagai

Ada pertanyaan mendasar, mengapa di Indonesia digerakkan pengembangan ilmu berbasis integrasi ilmu. Apakah mengembangan ilmu berbasis subyek kajian dianggap tidak penting atau kurang bermanfaat sehingga harus mengembangan ilmu dengan basis integrasi ilmu? Pertanyaan ini saya kemukakan di dalam acara yang diselenggarakan oleh Universitas Uluwiyah Pada Pondok Pesantren Uluwiyah Mojosari Mojokerto, 25/04/2026. Acara “Academic Enhancement” ini

Pada artikel pertama saya lebih menekankan pada dimensi sosiologis Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) dewasa ini. Artinya ada tarikan kepentingan dan posisi akademis PMII di dalam menghadapi kehidupan terutama dunia Pendidikan tinggi, di mana aktivis PMII berkhidmah melalui ADP. Pada tulisan kedua ini, saya fokus pada tantangan ADP di tengah semarak kehidupan yang semakin terdigitalisasikan. Kebanyakan

Sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang sekarang berkhidmah sebagai dosen, maka saya tentu harus terlibat dalam memperingati Hari lahir (Harlah) Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP), meskipun hanya dalam bentuk menulis artikel.  ADP merupakan suatu organisasi para dosen yang di masa lalu menjadi aktivis PMII. Secara ideologis, ADP  bernaung pada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Saya diundang oleh Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Nining Widyah, M.App.Sc., untuk memberikan taushiyah dalam jalsah Ilmiah pada para mahasiswa dan dosen pada Fakultas tersebut. 20/04/2026. Acara ini di selenggarakan di Ruang Pertemuan Fakultas Ketahanan Pangan UNESA yang dihadiri oleh Dekan, Prof. Dr. Nining Widyah, M.App.Sc., Wakil Dekan I, Prof. Dr.

1 2 3 4 77