Dakwah Ulama Era Pandemi: Gus Mus, Covid-19 dan Wabah Kemanusiaan (Bagian Pertama)
Oleh: Samsuriyanto
(Pemerhati kajian dakwah. Penulis buku Dakwah Lembut, Umat Menyambut (2020), dan enam buku lainnya)
Dr (HC). KH. Ahmad Mustofa Bisri lahir di Rembang, 10 Agustus 1944. Gus Mus, demikiannya panggilan akrabnya. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini merupakan putra dari pasangan KH. Bisri Mustofa dan Nyai Hj. Ma’rufah. Alumni Universitas al-Azhar Mesir tahun 1970 initermasuk ulama yang mengampanyekan taat protokol kesehatan (prokes), bahaya Covid-19 dan pentingnya vaksinasi agar melindungi diri dan orang lain. Gus Mus juga memberikan teladan dengan sering mengunggah foto bermasker di akun Facebook dan Instagramnya.
Prioritas Penanganan dan Wabah Kemanusiaan
“Pandemi yang merupakan wabah kemanusiaan ini ya mengenai siapa saja ini masih ada yang tidak mempercayainya atau minimal ada yang menganggap ini sepele. Kita sudah melihat sendiri, paling tidak mendengarlah berita-berita di dunia ini bagaimana dampaknya pandemi ini,†ungkap alumni Pesantren Lirboyo tahun 1958 inidalam Youtube GusMus Channel dengan judul Gus Mus: Prioritaskan Segera Penanganan Pandemi!. Samsuriyanto (2021: 7) dalam Dakwah Lembut, Umat Menyambut, mengatakan bahwa melalui dakwah yang penuh rahmat, Islam dapat menebarkan kebahagiaan di dunia dan akhirat untuk seluruh manusia. Dari sini dipahami, bahwa Islam sangat menjunjung nilai kemanusiaan.
Bagi suami Hj. Siti Fatmah ini, pandemi Covid-19 merupakan wabah kemanusiaan yang berdampak pada semua orang. Kendati demikian, masih ada orang yang tidak mempercayai dan menganggapnya sepele. Pandemi yang berpengaruh terhadap tatanan sosial ini telah melahirkan beberapa kebijakan, seperti pemerintah Saudi Arabia tentang haji dan umrah yang membuat Umat Islam jugaikut gundah. Artinya pandemi ini sungguh musibah kemanusiaan. Bukan hanya musibah perorangan, kelompok, partai, negeri, daerah, etnis, agama.
“Mungkin Allah Ta’ala memang ingin memberikan pelajaran yang besar terhadap semua manusia,†tambahnya.Ayah tujuh anak ini mencermati bahwa pelonjakan kasus Covid-19 ini tentu mempunyai dampak yang luas sekali, misalnya kita sudah mendengar rumah sakit penuh, kemudian shelter(tempat berlindung) di kabupaten sampai desa penuh. Kekurangan para dokter, tenaga medis dan siapa punyang berada digaris depan untuk mengurusi soal pandemi ini, yang tentu saja mengalami kelelahan luar biasa.
Maka bagi adik KH. M. Cholil Bisri ini, rasa kemanusiaan kita terutama sebagai bangsa Indonesia yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, harus dikedepankan. Artinya kita harus bersikap lain, yaitu memprioritaskan persoalan kemanusiaan ini dari hal lain, baik soal politik hingga ekonomi. Pengekangan laju penularan dari virus ini perlu dilakukan, sehingga nanti kita bisa berbuat yang lain. Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatuth Tholibin Rembang ini, mengharapkan pemerintah agar tegas seperti apa yang sarankan oleh banyak kalangan, yaitu segera menarik rem darurat. Apakah disebut dengan istilah pembatasan kegiatan masyarakat atau istilah lain yang pada intinya memiliki kejelasan dan ketegasan.
Ulama dan Keteladanan di Era Pandemi
“Pada tokoh-tokoh masyarakat, kita mengharapkan mereka ikut mensosialisasikan, menjelaskan kepada masyarakat yang belum paham, atau menganggap ini tidak ada. Diberi penjelasan yang sejelas-jelasnya,†ungkap Pejabat Rois Aam PBNU tahun 2014-2015 ini, dalam Youtube GusMus Channel dengan judul Gus Mus: Prioritaskan Segera Penanganan Pandemi!.Mohammad Amin Abd. al Aziz (1999: 115) dalam al-Da’wah Qawa’id wa Ushul menyebutkan bahwa tentang pentingnya prinsip yang memberi keteladanan sebelum berdakwah (al-qudwah qabl al-da’wah). Ulama adalah contoh, sehingga semuaucapan, sikap dan tindakanyaselalu dilihat bahkan ditiru oleh masyarakat.
Ulama harus memberikan sosialisasi bahaya Covid-19 dan pentingnya vaksinasi dengan penjelasan yang terang. Bagi sahabat KH. Abdurrahman Wahid ini, masyarakat yang sudah bosan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun dan membatasi kegiatanagar bersabar demi kepentingan bersama,bukan kepentingan masing-masing. Sebabkita diuji tentang rasa solidaritas dan sosial terhadap kepentingan orang lain.
“Kemudian marilah kita jangan pernah berhenti memohon kepada Allah SWT,†ungkapnya. Peraih Anugerah Sastra Asia dari Majelis Sastra Malaysia tahun 2005 ini juga mengajak kita memohon ampun kepada-Nya. Siapa tau dengan pengampunan-Nya kepada kita, dosa-dosa kita dapat mengembalikan rahmat-Nya kepada kita semua. Dengan berdoa dan memohon ampun, juga bisa menolong kita dari pandemi yang terus mengancam ketenangan kita ini. Kita bertaubat seraya memohon agar Dia Yang Maha Penyayang menghentikan pandemi ini.
“Kelihatan saya ya? Saya Mustofa Bisri ini, kelihatan? Saya Alhamdulillah sudah selesai divaksin. Ternyata gak terasa apa-apa. Enak Alhamdulillah. Mudah-mudahan sehat. Mudah-mudahan semuanya divaksin,†ungkap alumni Pesantren Krapyak Yogyakarta tahun 1962 ini dalam Youtube GusMus Channel dengan judul Gus Mus Divaksin.
Bagi anggota MPR RI tahun 1992-1997 ini, dengan divaksin, masyarakat tidak punya masalah lagi dengan pandemi ini. Sehingga kita bisa hidup normal kembali seperti dulu kala. Misal bisa silaturahmi dengan saudara kita, bekerja dengan baik dan lain-lain. Vaksin bukan untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk saudara kita yang lain. Vaksin bermanfaat agar kita tidak terkena dan orang lain tidak tertular.
“Tapi ini ingat ya. Meskipun kita sudah divaksinasi, tiga M jangan lupa,†ungkapnya sambil menunjuk masker yang dipakai. Meskipun telah melakukan vaksin, tetap menggunakan protokol kesehatan seperti menggunakan masker,mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan lain-lain agar menjaga yang lain tidak terpapar. Di sinilah pentingnya keteladanan ulama dalam menegakkan prokes dan vaksinasi, agar dapat ditiru oleh masyarakat. (Lebih lanjut baca www.gusmus.net dengan judul Profil A. Mustofa Bisri)
Referensi:
Mohammad Amin Abd. al Aziz, al-Da’wah Qawa’id wa Ushul, Kairo: Dar al-Dakwah, 1999.
Samsuriyanto, Dakwah Lembut, Umat Menyambut, Surabaya: Inoffast Publishing, 2021, Cet. 4.
You may also like




