Kamu Harus Paham Apa Itu Skema Ponzi Agar Tidak Gampang Ditipu
Oleh Eva Putriya Hasanah
Entah ada berapa banyak berita penipuan berseliweran di media sosial. Dari jutaan hingga milyaran raib dalam waktu sekejap. Yang jelas berita-berita semacam itu wajib kita baca agar peristiwa tak mengenakan ini tidak menimpa diri kita. Dengan membaca, kita jadi update bagaimana modus penipuan yang saat ini sedang marak terjadi. Kita jadi lebih waspada dan tidak muda tertipu.
Di twitter rame soal kasus penipuan yang dilakukan oleh sepasang suami istri, berinisial AY dan AR. Akibatnya, diduga ada banyak yang menjadi korban dan rugi hingga ratusan juta. Sebenarnya ini adalah kasus lama, namun hingga kini tak kunjung mendapat penyelesaian.
Modus penipuan yang dilakukan oleh pelaku adalah dengan memberikan jasa titip (jastip) produk dengan harga yang sangat miring. Lebih murah ratusan ribu dibandingkan dengan harga normal.
Pada thread yang ditulis oleh Audrey Verina di twitter pada 02 agustus 2022, ia mengaku sebagai salah satu korban dan paham betul yang telah dialami. Salah satunya skema ponzi yang dilakukan pelaku untuk membangun kepercayaan korban-korbannya.
“Tita diduga menggunakan skema ponzi. Dalam kasus ini, pelaku menjual air fryer kebawahnya dengan setengah harga, tapi T diduga membeli dari distributor dengan harga normal. Rugi dong? Iya betul.†Tulis akun twitter Audrey Verina
“Kerugian ini kemudian diduga ia tutup dengan uang hasil penjualan airfryer setengah harga. Dengan harga murah ini, diduga ia berhasil menjual ribuan pcs airfryer.†Audrey Verina
“Jadi intinya, dia menerima PO, kemudian hanya sebagian yang dipenuhi. Lalu buka PO lagi. Hanya sebagian lagi yang dipenuhi. Jadi uang yang ia terima dari PO, sebagian ia belikan barang beneran. Sebagian ia ambil. Pemenuhan ini hanya untuk mengundang rasa percaya pembeli.†Jelas akun Audrey Verina
Skema semacam ini juga terjadi pada kasus penipuan yang lain. Kisah seorang wanita bernama Syifa Ginarsah yang terkena scam puluhan juta menjadi contohnya. Pada kronologi penipuan yang dialami itu, pada awalnya melalui pesan whatsapp ia ditawari pekerjaan freelance like dan subscribe video di platform YouTube. Pada awal pengerjaan tugas, setelah selesai ia mengaku rewardnya langsung ditransfer. Inilah yang kemudian membuat perempuan ini mulai percaya pada pekerjaan tersebut sebelum akhirnya kehilangan uang Rp. 21 juta.
Mengenal Skema Ponzi
Pada awalnya skema ponzi di kenal dari kasus penipuan investasi yang sangat merugikan. Skema ini menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun pada akhirnya investor akan kehilangan seluruh uang mereka.
Skema Ponzi mengambil namanya dari Charles Ponzi, seorang penipu yang dikenal karena menciptakan skema penipuan seperti ini di awal tahun 1900-an. Skema Ponzi bekerja dengan cara mendapatkan investor baru untuk membayar keuntungan bagi investor yang ada. Namun, keuntungan yang diperoleh investor tersebut bukan berasal dari hasil investasi yang sah, melainkan uang investor baru yang masuk.
Salah satu alasan mengapa skema Ponzi menjadi begitu populer dalam penipuan adalah karena janji keuntungan yang besar yang dijanjikan dalam waktu singkat.
Skema ponzi dilakukan dengan cara membuat orang percaya dan memberikan harapan palsu yang tidak realistis. Para pelaku skema ponzi menjanjikan keuntungan yang besar dan cepat, namun pada akhirnya uang yang dihasilkan berasal dari investor baru yang bergabung. Para pelaku mengelabui para investor agar tetap percaya dengan memberikan penghasilan yang dijanjikan, sehingga investor baru akan terus bergabung dan memberikan uangnya, dan begitu seterusnya. Padahal, pada akhirnya para pelaku skema ponzi akan melarikan diri dengan uang investor, sehingga menyebabkan kerugian yang besar bagi para korban.
Dalam penutup artikel ini, saya ingin menegaskan kembali betapa pentingnya untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam menghadapi berbagai bentuk penipuan, termasuk skema Ponzi. Penipuan dapat merusak hidup dan masa depan seseorang, dan menyebabkan kehilangan harta benda yang dihasilkan dengan susah payah. Oleh karena itu, sebagai individu, kita harus selalu berpikir dengan jernih dan melakukan due diligence sebelum mengambil keputusan dalam melakukan investasi atau bisnis apapun yang menawarkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Kita juga harus selalu waspada terhadap janji-janji yang tidak realistis dan tekun dalam melakukan pengecekan terhadap kebenaran dari setiap tawaran. Dengan cara ini, kita dapat meminimalisir risiko menjadi korban penipuan dan menjaga keamanan finansial kita serta kesejahteraan hidup kita.




