Raih Doktor Tentang Produktivitas Perempuan Dalam Industri Kreatif
Sebuah kebanggaan bagi siapa saja yang berhasil meraih predikat tertinggi di dalam dunia akademis sebagai doctor. Apalagi menjadi doctor tersebut sudah lama diidamkan oleh Mahmudah, dosen IAIN Jember, yang berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Makna Produktivitas Bagi Perempuan Muslimah di Industri Kreatif Kabupaten Jember”.
Disertasi tersebut berhasil dipertahankan dengan baik di hadapan para penguji yang terdiri dari Dr. Iskandar Ritonga, MAg (Ketua Sidang), Dr. Mohammad Lathoif Ghozali, Lc, MEI (sekretaris) dengan penguji utama, Prof. Dr. Babun Suharto (rektor IAIN Jember), Prof. Dr. Nur Syam (promotor dan penguji), Dr. Mugiyati, MEI., Dr. Fatmah, MM., Dr. Sirajul Arifin, MEI. Ujian dilakukan melalui Zoom, 12 Nopember 2020.
Mahmudah merupakan dosen yang telaten, sebab selain mengambil program doctor pada Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, juga menjadi pejabat di IAIN Jember yang sebentar lagi akan menjadi UIN KH. Ahmad Siddiq Jember. Dalam kesempatan ini, ia berhasil mempertahankan disertasinya dengan predikat sangat memuaskan.
Mengawali presentasinya, Mahmudah menyatakan bahwa dewasa ini semakin banyak perempuan yang berada di ruang publik dengan menjadi pengusaha. Mereka banyak yang berusaha di sektor industri kreatif.
“Jika selama ini ada ungkapan bahwa perempuan hanya bisa berada di ruang domestik, maka sekarang zaman sudah berubah dan perempuan sudah keluar kandang untuk menjadi perempuan publik dengan keanekaragaman usaha yang dilakukan,” ujarnya.
Misalnya, di kabupaten Jember, banyak sektor industri kreatif yang dijalankan oleh para ibu rumah tangga, seperti DKM Cakes and Cookies (bidang kuliner), UD Purnama jati (bidang kuliner), Balung Tutul Handicraft, Imda Hadicraft (bidang kerajinan), Warung kembang (Bidang kuliner), CV. Adeeva Grup Indonesia (bidang kuliner, fashion dan travel), Mazaya (bidang penerbitan dan hasta karya/kerajinan), Rolla Batik (bidang kerajinan batik), Dapur Bussan (bidang kuliner), Dapurku (bidang kuliner) dan Gaharu GLC (bidang kerajinan dan kuliner).
Metodologi dan Konsep yang Dikaji
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif melalui penggunaan konsep fenomenologi. Sebagai penelitian kualitatif, maka penelitian ini memanfaatkan metode wawancara mendalam dan observasi terlibat sebagai teknik pengumpulan data, lalu menganalisisnya secara kualitatif. Sementara, yang menjadi key informan adalah para pemilik atau pelaku usaha industri kreatif dan menjadikan suami dan karyawannya untuk menjadi informan.
Dalam penelitian ini tidak mengalami kendala teknik sebab penelitinya berasal dari Jember, hanya faktor Covid-19 yang sedikit menjadi kendala. Namun demikian, hal itu tidak menjadi halangan, sebab peneliti telah memiliki kedekatan secara personal dengan para key informan atau informannya.
Demikian di antara yang menjadi basis kepekaan untuk melakukan analisis adalah teori-teori yang sudah mapan, misalnya konsepsi Max Weber tentang agama sebagai afinitas elektif dalam relasinya dengan perilaku ekonomi. Dalam penelitian ini, Mahmudah menyatakan bahwa agama bukan penyebab perilaku ekonomi tetapi memberikan dorongan dan panggilan agar seseorang yang memahami agamanya untuk memperoleh kesuksesan secara ekonomi.
Selain itu, dalam penelitiannya, ia juga menggunakan konsepsi dari teori equilibrium tentang pembagian peran dalam keluarga. Di dalam relasi dengan perempuan sering dinyatakan bahwa ada faktor nature atau peran bawaan perempuan dan nurture atau peran perempuan dari hasil konstruksi masyarakat. Lalu, mengkaji tentang konsep produktivitas Dewan Produktivitas Nasional mengenai peran sumber daya manusia di dalam produktivitas masyarakat.
Memberi Manfaat Bagi Ekonomi Rumah Tangga
Penelitian ini menemukan beberapa hal, yaitu makna produktivitas bagi perempuan muslimah pada industri kreatif kabupaten Jember yaitu mengerjakan sesuatu yang bernilai ekonomi dan menghasilkan uang, bukan sekedar melakukan aktivitas sehari-hari mengurus rumah tangga. Tak hanya itu, mereka berkeyakinan bahwa yang dilakukan harus lebih baik dari sebelumnya. Bahkan, mereka berharap bahwa melalui bekerja tersebut akan membawa kemaslahatan bagi keluarga dan juga masyarakat.
Hal ini sebagaimana disampaikan Mahmudah, ia mengatakan bahwa perempuan Jember meyakini bahwa bekerja adalah ibadah asal diniatkan sebagai proses untuk kemaslahatan dalam keluarga.
“Melalui bekerja maka akan dihasilkan tidak hanya penghasilan untuk membantu kehidupan rumah tangga tetapi juga sebagai wahana untuk shadaqah, infaq dan kegiatan philantropis lainnya. Jadi ada nilai spiritualitas yang bisa dilakukan sebagai umat Islam,” ucapnya.
Makna produktivitas tersebut dilatarbelakangi oleh pemahaman akan peran dalam keluarga dan internalisasi agama, sehingga melalui bekerja tersebut akan berimplikasi pada peningkatan ekonomi keluarga karena produktivitas memberikan sumbangan bagi ekonomi rumah tangga.
Di dalam mempertahankan dan meningkatkan produktivitas sebagai pimpinan perusahaan, maka mereka melakukan upaya pelatihan, membangun komunitas bisnis, membangun spiritualitas bisnis serta komunikasi peran yang efektif.
Usaha-usaha yang dilakukan oleh para perempuan atau para isteri itu tentu mendapatkan restu dari para suaminya. Terbukti akhirnya para suami memberikan dukungan terhadap usaha yang dilakukan oleh perempuan, yang ternyata bisa memberikan sumbangan yang cukup siginifikan bagi kehidupan rumah tangga. Dari yang semula hanya untuk mengisi waktu dengan berusaha, akhirnya menjadi usaha yang serius dan memperoleh kemanfaatan yang sangat memadai.
Penelitian ini menghasilkan konsep baru atau novelty spiritual produktivitas, yang jika diperluas cakupannya bisa dinyatakan sebagai spiritualitas bisnis. Mereka menjadi produktif dalam dunia bisnis pada industri kreatif.
Hal ini karena dukungan itu oleh pemahamannya mengenai ajaran perlunya bekerja bagi siapapun dalam kerangka memenuhi ajaran Islam yang mengharuskan untuk bekerja seakan akan hidup selamanya, tetapi dibarengi dengan upaya ibadah seakan akan mati esok. Para pengusaha perempuan Muslimah ini bisa menyerasikan antara bisnis dangan agama atau agama menjadi spirit mereka dalam berbisnis.
Jangan Berhenti Menulis Pasca Doctor
Dalam sambutan pengukuhan doctor, Prof. Nur Syam menyatakan bahwa temuan penelitian ini sangat menarik, hanya saja di dalam implikasi teoretik agar lebih dikedepankan diskusi antara temuan empirisnya dengan teori-teori yang sudah ada.
“Akan menjadi sangat bagus jika dikaitkan dengan konsepsi pada pemikir ekonomi islam (Syariah) untuk menjelaskan bahwa di kalangan pemikir dan ahli ekonomi Syariah, produktivitas dan bisnis Syariah sudah dikaji secara memadai,” ujarnya.
Sementara, Prof. Nur Syam selaku promotor dan penguji menyatakan bahwa seandainya bukan karena faktor waktu penyelesaian studi yang melampaui batas 8 semester, layak Mahmudah meraih predikat cum laude. Disertasinya sangat baik dan juga dapat dipertahankan dengan sangat memadai. Demikian berharap bahwa menulis disertasi bukan akhir dari segalanya, maka selalulah menulis apa saja yang penting bahwa tulisan tersebut diniatkan untuk beribadah kepada Allah melalui sedakah karya tulis.
“Selalu saya nyatakan bahwa ‘saya menulis, maka saya ada’. Agar Dr, Mahmudah nanti dinyatakan ada, maka salah satu indikasinya adalah jika Dr. Mahmudah menghasilkan tulisan. Jangan sampai Dr. Mahmudah meneliti produktivitas, tetapi sebagai dosen Dr. Mahmudah tidak menghasilkan karya akademis atau karya lainnya,” imbuhnya.
“jangan jadikan pejabat sebagai alasan untuk tidak berkarya. Kita akan dikenang oleh orang setelah ini adalah karena tulisan kita itu,” pungkasnya.




