UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Riset Bagi Program Doktor Ilmu Keislaman (Bagian 1)
Di dalam acara yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, saya diminta untuk memberikan gambaran tentang apa dan bagaimana riset ilmu keislaman ke depan, dalam kaitannya dengan pengembangan kurikulum program doctor ilmu Keislaman yang akan mengarahkan pada distingsi, ekselensi dan ke depan menjadi destinasi bagi program Ilmu Keislaman.
Sesuai dengan peluang pengembangan ilmu keislaman, maka diharapkan bahwa setiap program doctor pada PTKIN dan PTKIS harus memiliki ciri khas yang membedakannya dengan program studi doctor ilmu keislaman di tempat lain. Acara ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa program doctor UIN Maliki Malang, yang diselenggarakan di Kampus Batu, pada 18 November 2022. Acara dipandu oleh Ketua Program Studi Doktor Islamic Studies, Prof. Dr. Roibin, MAg. Dari diskusi tersebut kemudian saya rumuskan dalam tiga artikel, sesuai dengan tema pembahasan, yaitu:
Pertama, menerjemahkan area dan cakupan Islamic Studies. Tidak diragukan bahwa spirit Islam menjadikan para ilmuwannya untuk terus menemukan ilmu baru. Ilmu baru tersebut berangkat dari riset atau penelitian yang sangat serius. The permanent science is research. Ilmu keislaman yang dikembangkan di masa lalu meliputi ragam ilmu yang sangat variatif. Ilmu pengetahuan yang berkembang sekarang merupakan kelanjutan dari ilmu yang pernah dikembangkan di masa lalu oleh para ilmuwan Islam. Mulai dari ilmu keislaman murni sampai sains dan teknologi.
Kajian Teks Suci (al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW) meliputi Ilmu Al-Qur’an, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, dan ilmu yang bisa diatribusikan kepada kedua teks suci tersebut. Kajian Non-Teks Suci meliputi kajian atas pemikiran para mufassir atau ahl hadits dalam memahami atau menafsirkan atas teks suci. Misalnya tentang akidah, Syariah dan akhlak. Bisa dalam bentuk deskripsi, komparasi, historis, kritik dan lainnya yang terkait dengan kajian teks. Kajian empiris, yaitu kajian atas teks suci yang hidup di dalam diri individu, komunitas atau masyarakat. Mengkaji tentang pemahaman orang atas teks dan implementasi teks tersebut di dalam kehidupan. Ada 7 bidang ilmu keislaman, yaitu: tauhid, tafsir, hadits, fiqih, tasawuf, nahwu/saraf/balaghah, mantiq dan akhlak dengan sebanyak 112 kitab. Selain kajian tentang teks suci dan non teks suci, maka kajian juga dapat diarakan untuk mengkaji teks social atau apa dan bagaimana teks suci atau ajaran agama tersenbut hidup di dalam kehidupan social. Teks dalam kehidupan sosial, misalnya: sosiologi Islam, Psikhologi Islam, Antropologi Islam, Komunikasi Islam, Politik Islam.
Kedua, tugas PTKIN adalah untuk mengembangkan ilmu keislaman integrarif. Sekolah Tinggi secara akademik dapat menyelenggarakan Pendidikan bidang atau rumpun keagamaan. Institut secara akademik dapat menyelenggarakan program Pendidikan bidang atau rumpun ilmi keagama dan ilmu social dan humaniora. Universitas secara akademik dapat menyelenggarakan program Pendidikan bidang atau rumpun ilmu agama, ilmu social humaniora serta sain dan teknologi. Kementerian Agama telah melakukan transformasi institusi pendidikannya dari STAIN menjadi IAIN dan dari IAIN menjadi UIN.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengembangkan Model integrasi ilmu yang dikonsepsilan sebagai Reintegrasi Ilmu yakni cara pandang ilmu yang terbuka dan menghormati keberadaan jenis-jenis ilmu yang ada secara proporsional dengan tidak meninggalkan sifat kritis. UIN Syahid Jakarta menganut prinsip paradigma integrasi dialogis. Ada tiga level dalam pengembangan reintegrasi ilmu, yaitu level filosofis, ke level kurikulum dan level program akademik.
UIN Sunan Kalijaga mengembangkan ilmu integrative dengan konsepsi integrasi interkoneksi adalah paradigma integrasi yang dianut oleh UIN Yogyakarta di mana terdapat saling keterhubungan antara budaya teks (hadlarat al nash), budaya sains (hadlarat al ‘ilm) dan budaya filsafat (hadlarat al falsafah). Dalam praktik pengembangan kurikulum maka setiap mata kuliah dicari integrasi dan interkoneksinya. Misalnya Mata Kuliah Sastra lalu dicari konsep-konsep Islam tentang sastra.
UIN Maulana Malik Ibrahim mengembangkan Skema pohon ilmu tersebut tergambar dengan sebuah pohon dengan akarnya yang berisi ilmu ilmu alat (Pancasila, Bahasa Arab, Filsafat, Ilmu Alamiyah Dasar dan Ilmu Sosial dasar). Batangnya terdiri dari Alqur’an, Al Sunnah, Sirah Nabawiyah, Pemikiran Islam dan Tamaddun Islam. Daun dan rantingnya terdiri dari ilmu social, ilmu jiwa, ilmu budaya , Ilmu hukum, dan sebagainya.
UIN Sunan Ampel mengembangkan Pikiran tentang integrasi ilmu bercorak twin towers itu sesungguhnya sangat sedarhana, yaitu ada dua bangunan keilmuan yang selama ini dinyatakan sebagai entitas yang berdiri sendiri dan tidak saling menyapa. Ilmu agama dan ilmu umum. Ilmu agama berada di dalam wilayah Kemenag dan ilmu umum berada di wilayah kemendikbud. Gambarannya adalah di sisi kanan adalah ilmu agama dengn berbagai varian keilmuannya dan sisi sebelah kiri adalah ilmu umum dengan segala varian keilmuannya. Intergrasi itu sebanarnya berada di puncak untuk menggambarkan bahwa posisi integrasi ilmu adalah berada di wilayah paling ideal dan saling menghubungkan.
Tentu saja riset dalam Islamic studies dapat dilakukan dengan memerhatikan area atau cakupuan ilmu keislaman dan juga harus memerhatikan tentang program integrasi ilmu yang menjadi mandate kemenag dalam mengembangkan PT untuk kepentingan pengembangan ilmu di satu sisi dan pengembangan kehidupan social masyarakat di sisi lain.
Wallahu a’lam bi al shawab.
You may also like
LAILATUL QADARIYAH: DOKTOR PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT
Simple Research Vs Sophisticated Research
Ulfa M. Hayati: Doktor Cumlaude Pendidikan Islam Multikultural

