PEMERINTAH PUTUSKAN HAJI TAHUN DEPAN
Kementerian Agama sudah memastikan bahwa tahun 2020 M atau 1441 H tidak ada pengiriman haji ke Tanah Suci, Saudi Arabia. Keputusan ini dikeluarkan sebab pemerintah Arab Saudi hingga kemarin belum memberikan tanda-tanda bahwa haji akan dihelat tahun ini. padahal tanggal 26 Juni 2020 adalah pemberangkatan kolter awal untuk jamaah haji Indonesia. meskipun pemerintah Arab saudi sudah melakukan pelonggaran lock down, namun tetap saja penyelenggaraan haji belum diperkenankan.\r\nMasih tingginya persebaran coid-19 di negara-negara muslim yang akan mengirimkan jamaah haji dan juga persebarannya di Arab saudi sendiri tentu menjadi bahan pertimbangan mengapa otoritas haji Arab Saudi tidak membuka pintu penyelenggaraan haji. \r\nKementerian agama, melalui Fahrul Razi (menag) menyatakan bahwa CJH tahun ini akan diberangkatkan tahun depan. Makanya, setelah penyelenggaraan haji tahun 2020 dibatalkan, maka yang sudah melunasi BPIH tahun 2020 dipastikan akan berangkat tahun 2021. Bagi CJH dapat meminta kembali pelunasan BPIH dan CJH yang meninggal dunia dapat digantikan oleh suami/istri, ayah, anak dan sebagainya. lalu, status petuga haji/KBIJH dibatalkan dan melakukan pendaftaran ualng tahun 2021. Termasuk maskapai pengangkut jamaah haji juga akan ditetapkan kembali. \r\nPembatalan pemberangkatan jamaah haji ke Arab Saudi tentu dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa wabah covid-19 belum seluruhnya tuntas, sehingga mengkhawatirkan jika kemudian terjadi penularan ketika haji berlangsung. Bukankah selama ini diketahui bahwa kerumunan di dalam jamaah haji itu luar biasa, sebab jutaan umat yang dalam waktu dan tempat yang sama melaksanakan ibadah secara bersama, misalnya wukuf, melempar jumrah, thawaf, sai dan sebagainya. penyelenggaraan haji adalah kegiatan ritual yang bercorak kerumunan.\r\nJadi keinginan untuk menyelamatkan warga dari virus berbahaya ini jauh lebih penting.\r\nMeskipun pemerintah Arab Saudi belum secara formal menyatakan penyelenggaraan haji tahun ini ditutup, namun demikian pemerintah Indonesia melalui Menag sudah memastikannya. Jadi bisa ditunggu saja apa yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan, apakah akan terjadi perubahan atau tidak. (NS).\r\n
You may also like




