Sungguh sudah ada banyak kemajuan yang dicapai oleh PTKIN di Indonesia. Di antara yang menonjol adalah semakin banyaknya program unggulan yang menghasilkan banyak perubahan bagi pengakuan atas PTKIN di mata publik. Tidak bisa dipungkiri bahwa kemajuan yang diraih oleh PTKIN adalah kerja keras dari semua pengambil keputusan baik di tingkat pusat maupun PTKIN sendiri.
Ada harapan besar agar PTKIN di Indonesia menjadi bagian dari program pemberdayaan SDM, yang ke depan tentu sangat penting bagi Indonesia Emas 2045. Bonus demografi yang akan terjadi itu harus diwarnai dengan alumni PTKIN yang memiliki kapabilitas yang cukup untuk menjadi pemain di era tersebut. Makanya yang diharapkan oleh masyarakat adalah PTKIN bisa menjadi PT
Kementerian Agama (Kemenag) sesuai regulasi memang memiliki tugas dan fungsi (tusi) kependidikan, baik lembaga pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Amanat yang tegas tersebut tercantum di dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Indonesia memiliki kekhususan di bidang Pendidikan yang disebut sebagai satu
Di dalam tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) 2019-2024 dinyatakan bahwa tujuan pembangunan di bidang pendidikan adalah menghasilkan pendidikan berkualitas atau quality education. Pendidikan berkualitas menempati urutan nomor empat setelah Indonesia tanpa kemiskinan, Indonesia tanpa kelaparan dan Indonesia sehat. SDGs 2019-2024 dalam bidang Pendidikan sungguh sangat berbeda dengan SDGs 2015-2019, yang lebih menekankan
Tanpa kerukunan, toleransi dan kesetaraan umat beragama, negara Indonesia yang plural dan multikultural ini akan sulit terjaga. Masyarakat Indonesia tentu beruntung sebab negara Indonesia ini memiliki para pendiri Republik Indonesia dengan menetapkan common platform, Pancasila, sebagai pengikat keutuhan berbangsa dan bernegara. Salah satu tugas dan fungsi Kemenag adalah meningkatkan kerukunan umat beragama. Misi ini
Sebagai institusi negara yang memiliki tugas dan fungsi pelayanan kehidupan umat beragama, maka Kemenag memanggul tugas untuk menjadikan umat beragama semakin dewasa dengan tingkat toleransi, kesetaraan dan kerukunan yang semakin baik. Oleh karena itu, pelayanan terhadap kehidupan umat beragama lalu menjadi sangat urgen untuk terus menerus dibenahi sebab kehidupan umat beragama yang baik akan menentukan
Menteri Agama bisa datang dan pergi, dari Pak Fachrul Razi ke Pak Yaqut Cholil Qoumas, namun tantangan dalam pembenahan birokrasi masih tetap sama, yaitu reformasi birokrasi yang merupakan tugas utama seluruh Kementerian/Lembaga di Indonesia semenjak Kabinet Indonesia Bersatu. Pasca keruntuhan Orde Baru, maka salah satu di antara yang menjadi bidikan dari masyarakat adalah bagaimana kelambanan
Pemberitaan di televisi dan media sosial (20/12/2020) terkait dengan penggunaan dana filantropi untuk terorisme tentu membuat kita mengernyitkan kening, sebab selama ini kita menganggap bahwa para pengelola zakat, infaq dan sedekah (ZIS) adalah amil yang jujur bahwa zakat didayagunakan untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat dalam banyak aspek kehidupan, misalnya ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Ternyata bahwa temuan
Pendahuluan Nama Mbah Tongli mungkin sangat aneh di telinga orang Jawa, sebab nyaris tidak ada arti yang bisa dipahami. Tapi begitulah masyarakat di Dusun Banaran Desa Sembungrejo Kecamatan Merakurak Tuban menyebutnya. Nama yang aneh tetapi telah menjadi kelaziman masyarakat di dusun ini menyebutnya dan menghormati keberadaannya. Desa Sembungrejo Kecamatan Merakturak Tuban terdiri dari
Bagaimanapun kita harus mengapresiasi pilkada serentak di seluruh Indonesia. Pilkada kali ini memang berada di dalam suasana pandemi Covid-19 yang menghantui semua masyarakat, tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia. Covid-19 sungguh merupakan hantu di siang bolong, yang membuat masyarakat dunia dan juga para pemimpin dunia mengernyitkan dahi karena pandemi Covid-19 bisa mengancam terjadinya resesi
Di dalam perjalanan dari Tuban ke Surabaya, Sabtu Pahing (12/12/2020) tepatnya ketika akan memasuki gerbang Tol Gresik-Surabaya, saya dan Moh.Yusral Fahmi bercanda tentang para mahasiswa terkait dengan bimbingan disertasi, sampai akhirnya bercerita juga tentang Cak Bambang Subandi. Di dalam guyonan itu saya sampaikan satu ucapan Cak Bambang, begitu saya memanggilnya, ketika Cak Bambang bersama Imron
Pasca kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS), 10-11-2020, tensi perpolitikan nasional menjadi semakin mengeras. Hal ini tentu dipicu oleh semakin meningkatnya tensi “perlawanan†yang dilakukan oleh pengikut HRS di satu sisi dan perilaku aparat pemerintah (kepolisian) yang juga semakin mengeras. Berbagai perilaku unjuk rasa yang dilakukan oleh pengikut HRS, misalnya di Pamekasan, di Jakarta, dan tempat
