Salah satu kelebihan dari para ulama Islam pada generasi pertengahan adalah mereka itu orang-orang yang menguasai berbagai macam ilmu atau disebut sebagai polymath. Jika ada orang yang menguasai banyak bahasa disebut polyglot. Yang disebut polymath adalah orang yang menguasai banyak ilmu pengetahuan dengan tuntas. Bukan penguasaan separoh-separoh, tetapi penguasaan ilmu yang sangat banyak dengan ketuntasan
Hingga dewasa ini masih terdapat dualisme di dalam memahami tentang ekonomi dalam perspektif Islam, yaitu labelling Ilmu Ekonomi Islam dan Ilmu Ekonomi Syariah. Perdebatan ini saya sebut sebagai dualisme sebab belum ada tanda-tanda untuk mempertemukan keduanya dan menyepakati mana yang dianggap lebih afdhal. Kalau dualitas, maka ada peluang untuk menyatukan dan ketemu. Bisa jadi antara
Ilmu Pendidikan Islam dan ilmu Pendidikan tentu berbeda. Kata Islam itu menjadi pembeda yang sangat mendasar. Kata Islam bukan sekedar penekanan akan tetapi memiliki basis filosofis, epistemologis dan aksiologis yang membedakan keduanya. Di antara yang membedakan secara ontologis atau what is adalah value atau nilai yang dikandung dan menjadi basis bagi ilmu Pendidikan Islam. Dari
Kajian antropologi pada awalnya dilakukan oleh Orang Eropa di dalam perjalanannya ke negara-negara di Timur, misalnya di Turki, Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Timur dan kepuluan Polinesia dan Amerika Latin. Dari perjalanan tersebut, kemudian dicatat dan dibukukan, sehingga menghasilkan catatan perjalanan, dan di dalam perkembangan berikutnya menghasilkan satu ilmu yang dikenal sebagai antropologi. Sebuah ilmu
Satu nama abadi di dalam kajian psikologi agama di Indonesia adalah Prof. Dr. Zakiyah Darajat. Nama yang sedemikian melegenda dalam khasanah pengembangan ilmu social keislaman dengan tema psikologi agama. Prof. Zakiyah adalah lulusan Al Azhar University yang kemudian memiliki kecenderungan kuat untuk mengembangkan ilmu psikologi integrative, yaitu mengintegrasikan psikologi dan agama. Individu orang Islam yang
Semenjak lama ilmu komunikasi menjadi pokok bahasan di dalam jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Pada saat saya masih Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), saya diberikan amanat oleh Prof. Dr. Salahuddin Hardy (alm) untuk menjadi ketua jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Hal tersebut terjadi pada tahun 1987-1988. Bahkan waktu itu saya mengampu mata Kuliah Ilmu
Kita sungguh tidak asing dengan dua ilmu ini, dan termasuk juga integrasi keduanya dalam kajian-kajian keilmuan di PTKI. Saat saya kuliah pada Program Sarjana, sekarang Strata Satu, maka saya sudah dikenalkan dengan banyak ilmu yang terkait dengan program saling menyapa antara ilmu agama dan ilmu sosial. Tahun 1980-an, kajian seperti Sosiologi Agama, Psikologi Agama, kemudian
Integrasi ilmu sudah menjadi tradisi di dalam pengembangan Ilmu di Indonesia. Hal ini sebagaimana regulasi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) tentang interdisipliner dan multidisipliner dalam pengembangan ilmu di Indonesia, khususnya untuk program magister dan doctor. Seluruh PTKIN sudah melakukannya dengan nama yang bervariasi tetapi subtansinya sama, mengintegrasikan berbagai cabang ilmu dalam berbagai rumpun ilmu dalam
Salah satu di antara kelebihan Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Agama (Kemenag) adalah kekhususannya dalam pengembangan ilmu yang berbeda secara substansial dibandingkan Perguruan Tinggi di bawah Kemendikbud, kini Kemendikti, dan di antara kekhususannya adalah dengan telah diselenggarakannya integrasi ilmu yang secara kelembagaan lebih awal dibandingkan dengan PT di bawah Kemendikbud. Memang integrasi ilmu sudah menjadi
Ada suatu waktu kurikulum di Indonesia, baik di Kementerian Agama maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menerapkan satu subjek kurikulum sebagai komponen institusi pada semua PT dan PTKI di Indonesia yang harus menerapkan mata kuliah ilmu sosial dasar, ilmu budaya dasar dan ilmu alamiyah dasar atau ISD dan IAD. Pemikiran ini dianggap penting agar mahasiswa sains
Sambil mendengarkan Pembacaan daftar wisudawan dan wisudawati pada Universitas KH. Abdullah Faqih (UNKAFA) Gresik pada acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke 18, 27/07/2025, saya iseng membuka Meta-AI, lalu saya ketik tentang integrasi ilmu dari para tokoh integrasi ilmu di dunia, maka saya temukan nama Ismail Raqi Al Faruqi, dan kemudian Prof. Osman Bakar, Malaysia. Keisengan
Prof. Dr. Nur Syam, MSi Disertasi yang berjudul “Gerakan Ekonomi Islam Berbasis Hijrah (Studi Penerapan Islamic Entrepreneurship pada Komunitas Hijrah di Indonesia)†oleh Aang Kunaifi pada Program Doktoral Ekonomi Syariah Program Paascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Penguji yang hadir dalam ujian terbuka ini adalah: Asc. Prof. Dr. Iskandar Ritonga, MAg., (Ketiua penguji), Dr. Hj.
