Zuhrotul Maryam UIN Sunan Ampel Surabaya Artikel ini adalah resume buku dari karya tokoh studi Islam terkemuka di Indonesia yakni Alwi Shihab, yang berjudul Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka Dalam Beragama. Buku ini adalah salah satu karya fenomental yang menguak nilai esensi dan paradigma agama islam yang sangat komprehensif. Buku yang ditulis oleh Alwi
Sebagai makhluk sosial, maka manusia diperkuat oleh kemampuan untuk mengamati terhadap dunia sekelilingnya. Manusia memiliki kapasitas untuk menanyakan segala sesuatu di sekitar kehidupan. Manusia adalah makhluk yang suka bertanya. Manusia adalah hayawanun natiq atau makhluk yang berpikir. Allah memberikan contoh bagaimana Nabi Ibrahim AS diberikan kemampuan untuk mencari Tuhannya. Ketika ketemu dengan Bulan, maka
Oleh: Prof. Dr. Nur Syam, M.Si Baca jugaRealitas Agama Di Ruang Domestik Ada banyak tokoh dalam kajian sosiolinguistik, misalnya Jacques Derrida, Ferdinand de Saussure, Eugene A. Nida, dan Noam Chomsky. Mereka ini adalah sosok yang mengkaji tentang bahasa dan relasinya dengan manusia, masyarakat dan budaya. Di antara sekian banyak dari ahli linguistic, maka yang termasuk
Pesantren merupakan institusi sosial keagamaan yang memiliki fungsi dan makna bagi kehidupan sosial kemasyarakatan. Di masa lalu, pesantren dinyatakan sebagai institusi Pendidikan keislaman, tetapi seirama dengan perkembangan zaman, maka pesantren mengalami perluasan makna. Sebagai institusi pendidikan, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengusung tema-tema pendidikan keislaman. Di dalam perkembangannya, pesantren juga mengembangkan pendidikan umum sesuai dengan
Oleh: Dainori Mahasiswa Program Doktor UIN Sunan Ampel Surabaya Buku berjudul “Authority, Continuity And Change In Islamic Law (Kewibawaan, Kesinambungan dan Perubahan Hukum Islam)†adalah karya Wael B. Hallaq. Buku ini Diterbitkan secara online oleh Cambridge University Press: 27 Juli 2009. Dalam buku baru yang mendobrak jalur ini, penulis menunjukkan bagaimana otoritas menjamin kelangsungan
Oleh: Nurul Hariani Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Bersumber dari tulisan alias riset berkelas Sinta-dua dengan judul “Korupsi dalam Film Indonesia†dimana merupakan karya penulis tunggal, Rhafidilla Vebrynda. Artikel ini dimuat di Jurnal Ilmu Komunikasi tahun 2014. Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena kontra-korupsi yang dilakukaninstansi paling berkuasa dalam kasus korupsi di Indonesia, yakni Komisi Pemberantasan
Oleh: Zein Arya Maulana Mahasiswa Program PPS Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam Tulisan berjudul “Sejarah dan Perkembangan Industri Media Islam di Indonesia†merupakan karya Mirza Azkia Muhammad Adiba. Artikel ini terbit pada Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, Al-Maquro’, pada tahun 2020. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan media massa
Oleh: Zein Arya Maulana Mahasiswa Program PPS Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam Tulisan berjudul “Sejarah dan Perkembangan Industri Media Islam di Indonesia†merupakan karya Mirza Azkia Muhammad Adiba. Artikel ini terbit pada Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, Al-Maquro’, pada tahun 2020. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk menjelaskan bagaimana pertumbuhan dan perkembangan media massa
Di dalam penelitian kuantitatif, maka dikenal siklus Walter Wallace, yaitu siklus dari teori ke hipotesis ke empiri dan ke generalisasi empiris ke teori. Teori yang general atau disebut grand theory lalu dijadikan hipotesis melalui logika deduksi lalu melalui intrumentasi dilakukan penelitian lapangan dan melalui pengukuran kemudian menjadi generalisasi empiris dan melalui logika induksi menjadi teori
Membicarakan teori sosial sudah dilakukan semenjak para ahli sosiologi mencetuskan ilmu ini, misalnya August Compte, Max Weber, Emile Durkheim, Karl Marx , Athony Giddens, Peter L. Berger, Peter M. Blau hingga George Ritzer, Malcolm Waters dan Jonathan Turner. Ada perdebatan yang tidak kunjung selesai, sehingga tetap menarik untuk membicarakan apa dan bagaimana sebuah teori lahir,
Kebanyakan pendapat menyatakan bahwa kajian sosiologi hanya dapat dilakukan dengan subyek kajian atau obyek kajian yang berupa masyarakat atau individu. Maka pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, kualitatif atau mixed method. Jika yang dikaji adalah individu, maka menggunakan pendekatan kualitatif, dan jika yang dikaji adalah masyarakat dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Jika bergerak di antara dua pendekatan
Diketahui bahwa ilmu sosial (sosiologi) merupakan ilmu pengetahuan berparadigma ganda. Saya kira tidak hanya sosiologi, akan tetapi psikhologi, ilmu komunikasi, ilmu hukum, antropologi dan ilmu politik juga sama. Semua memiliki paradigmanya masing-masing. Paradigma merupakan pandangan mendasar dari para ahli tentang apa yang menjadi subyek kajian atau obyek kajian ilmu pengetahuan. What is the subject matter
