Banyuwangi — Tim peneliti MoRA The Airfund 2025 mengikuti salah satu rangkaian kegiatan Petik Laut Muncar 2026 di kawasan pesisir Muncar, Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengamatan lapangan dalam riset bertajuk “Identitas Perempuan Madura Pesisir dalam Ruang Domestik dan Publik: Gender, Pendidikan, Kepemimpinan, Tradisi Bekerja, Digitalisasi, dan Perubahan Sosial di Tengah Kontestasi Otoritas Keagamaan
Banyuwangi — Tim riset MoRA The Airfund 2025 yang terdiri dari Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, selaku ketua tim, Dr. Pardianto, M.Si, Wahyu Ilaihi, MA., Ph.D., Moch. Khoirul Anam, M.Li; Mevy Eka Nurhalizah, M.Sos; dan Nur Hasib, M.T, menggelar Focus Group Discussion atau FGD di wilayah Muncar, Banyuwangi, sebagai bagian dari penelitian bertajuk “Identitas Perempuan
Eva Putriya Hasanah Belakangan ini, muncul berbagai pemberitaan yang menyebut bahwa Generasi Z memiliki tingkat kecerdasan atau IQ yang lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya. Narasi ini semakin ramai diperbincangkan seiring munculnya berbagai penelitian yang menunjukkan penurunan skor tes kognitif di sejumlah negara. Di media sosial, kesimpulan tersebut sering kali disederhanakan menjadi satu kalimat yang provokatif:
Eva Putriya Hasanah Memperbaiki barang yang rusak adalah kebiasaan orang jaman dulu yang biasa dilakukan sehari-hari.Bagi generasi yang tumbuh beberapa dekade lalu, barang rusak tidak selalu berarti barang yang harus dibuang. Sandal yang putus dibawa ke tukang sol. Payung yang patah diperbaiki. Setrika, radio, kipas angin, bahkan televisi sering kali diservis berkali-kali sebelum benar-benar tidak
Eva Putriya Hasanah Bagi banyak orang Indonesia, warung kecil adalah bagian dari kenangan masa kecil. Warung menjadi tempat membeli jajanan sepulang sekolah, membeli minyak goreng ketika persediaan di rumah habis, atau sekadar tempat menitip pesan kepada tetangga. Di banyak desa dan kampung, warung bukan hanya tempat transaksi ekonomi, melainkan bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Namun
Eva Putriya Hasanah Beberapa tahun terakhir, kegiatan volunteer atau kerelawanan semakin akrab dengan kehidupan anak muda. Tidak sulit menemukan mahasiswa yang menghabiskan akhir pekan untuk mengajar di daerah terpencil, mengikuti aksi lingkungan, menjadi panitia kegiatan sosial, atau terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat. Bahkan, banyak organisasi kini secara khusus membuka kesempatan bagi anak muda untuk menjadi
Eva Putriya Hasanah Beberapa waktu terakhir, media sosial dipenuhi berbagai konten tentang cara membuat pupuk alami. Ada yang mengajarkan pembuatan kompos dari sisa makanan dapur, ada yang memperkenalkan eco enzyme, pupuk organik cair, biopori, hingga budidaya maggot untuk mengolah sampah organik menjadi pakan ternak dan sumber nutrisi bagi tanaman. Fenomena ini menarik perhatian banyak orang,
Jika kecerdasan buatan diminta memetakan tokoh-tokoh integrasi ilmu di Indonesia, nama Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si akan muncul dengan posisi yang unik. Meski tidak seterkenal Kuntowijoyo atau Amin Abdullah dalam literatur akademik yang dijadikan buku teks, kontribusi beliau dalam ranah praktis perguruan tinggi Islam negeri (PTKIN) dan implementasi integrasi ilmu nyata sangat signifikan. Pandangan
Eva Putriya Hasanah “Kalau bisa beli di warung dekat rumah, jangan jauh-jauh.” Kalimat seperti itu mungkin akrab bagi banyak orang yang tumbuh di lingkungan perkampungan atau perumahan. Dulu, ketika gula habis, minyak goreng tinggal sedikit, atau bumbu dapur perlu ditambah, ibu hampir selalu mengarahkan kita ke warung tetangga. Bukan ke pasar modern, apalagi ke pusat
Eva Putriya Hasanah Kita hidup di zaman ketika internet hadir dalam genggaman hampir setiap anak. Melalui layar ponsel, mereka bisa belajar apa saja, berkomunikasi dengan siapa saja, dan mengakses informasi dari seluruh dunia. Namun di balik kemudahan itu, ada kenyataan yang tidak bisa diabaikan: ruang digital juga menjadi tempat berbagai risiko tumbuh dan menyasar generasi
Bangkalan, 5 Juni 2026 — Tim Riset MoRA The Air Funds melaksanakan Focus Group Discussion atau FGD di Kabupaten Bangkalan sebagai bagian dari penelitian berjudul “Identitas Perempuan Madura Pesisir dalam Ruang Domestik dan Publik: Gender, Pendidikan, Kepemimpinan, Tradisi Bekerja, Digitalisasi dan Perubahan Sosial di Tengah Kontestasi Otoritas Keagamaan di Pesisir Pulau Madura dan Tapal Kuda
Sampang, 6 Juni 2026 — Tim Riset MoRA The Air Funds menggelar Focus Group Discussion atau FGD di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, untuk mendalami identitas perempuan Madura pesisir dalam ruang domestik dan publik. Kegiatan ini merupakan bagian dari riset berjudul “Identitas Perempuan Madura Pesisir dalam Ruang Domestik dan Publik: Gender, Pendidikan, Kepemimpinan, Tradisi Bekerja,
