Eva Putriya Hasanah Ada sebuah ironi dalam dunia pendidikan hari ini. Ketika Indonesia mencatat angka penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk belajar yang tertinggi di antara sejumlah negara yang disurvei, beberapa negara maju justru mulai membatasi penggunaannya di sekolah. Indonesia tampak bersemangat menyambut teknologi ini, sementara sebagian negara lain mulai mempertanyakan dampaknya terhadap
Eva Putriya Hasanah Perubahan iklim, kebakaran hutan, pencemaran udara, banjir, dan kerusakan ekosistem semakin sering menjadi bagian dari pemberitaan sehari-hari. Berbagai informasi tersebut membuat masyarakat semakin menyadari bahwa bumi sedang menghadapi persoalan lingkungan yang serius. Namun, di balik meningkatnya kesadaran tersebut, muncul persoalan lain yang tidak kalah penting, yaitu kecemasan terhadap masa depan lingkungan dan
Eva Putriya Hasanah Dulu, ketika saya masih kecil, saya mengenal kehidupan desa sebagaimana adanya, rumah-rumah di sekitar saya sebagian besar terbuat dari bambu. Dindingnya dianyam dari bilah-bilah bambu, lantainya sederhana, dan beberapa bagian rumah dibiarkan memiliki celah yang memungkinkan udara bergerak bebas. Rumah-rumah itu tidak selalu luas, tidak dilengkapi berbagai perabot modern, dan jauh dari
Eva Putriya Hasanah Ada satu bahan dapur yang namanya mungkin lebih sering muncul dalam candaan daripada pembicaraan tentang ilmu pangan: micin. “Jangan kebanyakan micin, nanti bodoh.” Kalimat semacam ini begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia. “Kebanyakan micin” bahkan berkembang menjadi ungkapan sehari-hari untuk menggambarkan seseorang yang melakukan kesalahan atau bertingkah konyol. Karena terlalu sering diucapkan,
Eva Putriya Hasanah Sejumlah negara Eropa mulai mengubah cara mereka menggunakan teknologi digital di sekolah. Swedia, Finlandia, Norwegia, Denmark, Prancis, dan Italia menerapkan berbagai kebijakan yang membatasi penggunaan telepon seluler, tablet, komputer, hingga kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan belajar mengajar. Perubahan ini bukan berarti teknologi sepenuhnya ditinggalkan dari ruang kelas. Sejumlah kebijakan justru mengatur lebih
Eva Putriya Hasanah Belakangan, media sosial kembali dipenuhi foto bergaya 80-an. Rambut dibuat bergelombang, pakaian bergaya retro, warna foto dibuat sedikit pudar, dan latar belakang seolah-olah diambil dari ruang keluarga beberapa dekade lalu. Bedanya, kali ini seseorang tidak perlu mencari studio foto atau membuka perangkat lunak penyuntingan yang rumit. Cukup mengunggah foto dan memberikan perintah
Eva Putriya Hasanah Ketika banyak sekolah mulai berlomba mencari cara untuk memasukkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke dalam pembelajaran, New York City justru mengambil langkah yang berlawanan. Pemerintah kota memilih berhenti sejenak. Mulai tahun ajaran 2026–2027, siswa jenjang 2-K hingga kelas 8 di sekolah negeri New York City tidak diperbolehkan menggunakan student-facing generative
Eva Putriya Hasanah Ada sesuatu yang menarik dari kebijakan baru Singapura untuk keluarga: negara tidak lagi sekadar membantu orang tua membesarkan anak, tetapi semakin jelas menunjukkan bahwa kelahiran anak memiliki arti penting bagi negara. Mulai April 2027, Singapura akan mengganti Baby Bonus Scheme dan Large Families Scheme dengan SG Child Support Package. Setiap anak warga
Eva Putriya Hasanah Ada sesuatu yang agak lucu dari cara kita memperlakukan makanan sendiri. Singkong, jagung, talas, kimpul, sagu, ubi, dan berbagai pangan lokal telah lama tumbuh di halaman, ladang, dan kebun masyarakat Indonesia. Sebagian bahkan telah menjadi makanan sehari-hari selama lintas generasi. Namun ketika makanan-makanan itu disebut sebagai pangan lokal atau makanan kampung, ia
Eva Putriya Hasanah Beberapa hari terakhir, kimpul tiba-tiba menjadi begitu populer. Umbi yang bagi sebagian orang bahkan terdengar asing itu muncul di media sosial dalam berbagai bentuk olahan, dari camilan hingga makanan yang biasanya menggunakan bahan lain. Semua bermula dari kreativitas seorang kreator konten asal Bantul, Ibu Tin, melalui akun TikTok-nya @black.sheep8208 yang memperkenalkan kebiasaan mengganti
Eva Putriya Hasanah Ada satu ingatan tentang air yang belakangan terasa semakin jauh dari kehidupan sehari-hari. Dulu, ketika listrik tiba-tiba mati, ibu dan bapak tidak terlalu panik karena pompa air memang tidak bisa digunakan. Mereka bersama orang-orang lain akan bergantian mengangsu air dari sumur terdekat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Untuk minum, ada sumber air
Padang, 22 Juli 2026, -The 6th AICCON – International Communication Conference resmi diselenggarakan pada 22–24 Juli 2026 di Grand Zuri Premier, Padang, Sumatra Barat. Konferensi internasional yang mengangkat tema “Communication Transformation for Sustainable Communities: Policy, Culture, and Digital Futures” ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengelola pendidikan tinggi komunikasi untuk mendiskusikan perubahan lanskap komunikasi dalam
