Kasus Covid-19 di Jawa Timur kini tercatat melampaui akumulasi kasus di DKI Jakarta. Berdasarkan data dilansir Kompas.com, Sabtu (28/06/2020) secara total kasus Covid-19 di Jawa Timur adalah 11.178 dengan rincian kasus positif Covid-19 yaitu 3.619 pasien sembuh dan 813 pasien meninggal dunia. Hari ke hari kasus Covid-19 di Jawa Timur terus meningkat. Hal itu disebabkan
Kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat, memunculkan berbagai permasalahan psikologi dan sosial di tengah masyarakat. Saat pemerintah Indonesia mulai mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti diam di rumah atau stay at home, belajar dari rumah atau learn from home, bekerja dari rumah atau work from home, pembatasan wilayah atau lockdown, dan himbauan psycal and social distancing untuk
Pandemi Covid-19 berdampak hingga ke beberapa sektor, salah satunya sektor perekonomian.Perekonomian di Indonesia kini menurun. Tak dapat dipungkiri hal tersebut juga berdampak pada banyaknya pekerja yang akhirnya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan. Misalnya, perusahaan Gojek yang baru saja memangkas alias melakukan PHK 430 karyawan, dikutip dari Kompas,com, Rabu (24/06/20). Selain itu, perusahaan Gojek
Dewasa ini terjadi perubahan sosial yang begitu cepat, yang disebabkan oleh semakin merebaknya Revolusi Industri 4.0. Semua institusi akhirnya dipaksa untuk melakukan dan mengikuti perubahan dengan cepat. Mulai dari institusi sosial, bisnis, politik, pendidikan, dan bahkan agama. Semua harus berubah jika tak ingin ketinggalan zaman. Melalui Revolusi Industri 4.0, maka akhirnya dunia bisnis harus menggunakan
Melemahnya perekonomian sebab pandemi Covid-19 yang sampai detik ini belum juga meninggalkan bumi pertiwi, akhirnya berdampak pada menurunnya daya serap tenaga kerja di Indonesia. Pandemi Covid-19 juga mengakibatkan warga harus diam di rumah atau stay at home dan bekerja dari rumah atau work from home demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Di satu sisi, juga berdampak
