Friday, October 9 2026

Category: Opini Ekonomi, Politik, Sosial, dan Budaya

Salah satu kekeliruan saya yang utama adalah tidak datang untuk berkunjung ke rumahnya pada waktu saya sudah kembali ke Surabaya, pasca beberapa lama hidup di Jakarta. Saya tidak tahu apakah karena faktor kesibukan atau keletedoran atas guru dan kolega sewaktu bersama-sama membangun dan mengembangkan Fakutas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya pada  tahun 1987-2011. Saya adalah

Bertepatan dengan acara Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh ASEAN  Academic Association (ASEANACA), yang dipimpin oleh Prof. Dr. Tulus Suryanto di Hotel Ames, Ayer Keroh, Melaka, maka dilakukan upacara Penganugerahan Gelar Professor, pada Dr. Muhammad Zakki, Drs, SH., MSi, CMed, CICSS (Dosen Pada Universitas Sunan Giri Surabaya, Ketua Dewan Kopi Jawa Timur, Wakil Ketua KADIN Jawa

Sebuah kebanggaan sebagai seorang guru atau dosen adalah di kala ilmunya diperlukan untuk pengembangan intelektualitas  dari banyak institusi pendidikan di sebuah negara. Mungkin tidak perlu harus menjadi tokoh besar, yang pemikirannya benar-benar mempengaruhi lingkungan akademik di banyak tempat, akan tetapi cukuplah bahwa pemikiran tersebut dapat ditransformasikan di berbagai institusi pendidikan di lingkungan kementerian atau lembaga

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 35 ayat 1 dan UU No. 12 Tahun 2012 pasal 35 ayat 1, bahwa perguruan tinggi di Indonesia mengemban tiga kewajiban  penting pendidikan/ pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pernyataan ini saya sampaikan pada acara “Meeting Professor” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana

Penyelenggaraan haji adalah Kawasan pelayanan public. Artinya bahwa semua hal yang terkait dengan haji merupakan amanah undang-undang yang terkait dengan pelayanan public. Dimulai dari pendaftaran di bank Syariah sampai ke Arab Saudi, beribadah, dan pulang balik ke Indonesia terkait dengan pelayanan public. Oleh karena itu, pelayanan public khusus ini harus bisa memuaskan para pelanggannya, sehingga

Saya diundang oleh Bapak Drs. Lukman Hakim, MPd dalam rangka mengisi acara Rapat Kerja Yayasan Pendidikan Islam Darmo Permai (YPIDP), 12/09/2026, di Hotel Holy Day Inn Surabaya.  Acara ini diikuti oleh segenap pengurus Yayasan dan para kepala Sekolah yang tergabung pada YPIDP dimaksud. Saya diminta untuk memberikan penjelasan tentang “Transformasi Pendidikan dan Inovasi Digital Menuju

PTNU menghadapi tantangan yang sangat besar, baik tantangan internal maupun eksternal. Tantangan internal, misalnya adalah kepemimpinan. Selama ini kepemimpinan, yang dilakukan oleh rektor atau ketua, lebih banyak mengandalkan dimensi “kekerabatan”, sehingga PTNU itu ibaratnya adalah lembaga pendidikan keluarga. Sistem kepemimpinan seperti ini akan meminimalkan konflik dan kontestasi, sebab  diselenggarakan berdasarkan atas azas kekeluargaan. Melalui sistem

Di dalam kerangka menyemarakkan Muktamar NU ke 35, maka LPTNU Jawa Timur menyelenggarakan acara menarik Diskusi Publik dengan tema “NU, PTNU dan Tantangan Global”. Saya diminta oleh Prof. Junaidi Mistar, PhD., untuk menjadi salah satu narasumber. Selain itu juga menghadirkan Mazhar Durrani, CEO Parallaxnet, USA dan Lala Stella, Representatif Parallaxnet USA di Indonesia. Sementara itu,

Saya diminta oleh Kabiro UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi, untuk memberikan refreshing kepemimpinan pada para anggota Senat, pejabat dan staf pada UIN KHAS Jember, pada 26/08/2026. Acara yang sangat penting dan diselenggarakan di Hotel Aston Inn Lumajang. Saya ditempatkan pada session pertama yang dilaksanakan mulai jam 14.00-16.00 WIB. Dan setelah itu, nara sumber dari UIN

Suatu kalimat yang sering saya sampaikan kepada orang lain, baik individual maupun komunitas adalah bacaan: “subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar”. Empat kata: tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Empat kalimat yang berasal dari hadits Nabi Muhammad SAW sebagaimana tercantum di dalam Kitab Riyadhus Shalihin karya Syekh Imam An Nawawi, yang diriwayatkan oleh

Eva Putriya Hasanah Ada sesuatu yang agak lucu dari cara kita memperlakukan makanan sendiri. Singkong, jagung, talas, kimpul, sagu, ubi, dan berbagai pangan lokal telah lama tumbuh di halaman, ladang, dan kebun masyarakat Indonesia. Sebagian bahkan telah menjadi makanan sehari-hari selama lintas generasi. Namun ketika makanan-makanan itu disebut sebagai pangan lokal atau makanan kampung, ia

Eva Putriya Hasanah Beberapa hari terakhir, kimpul tiba-tiba menjadi begitu populer. Umbi yang bagi sebagian orang bahkan terdengar asing itu muncul di media sosial dalam berbagai bentuk olahan, dari camilan hingga makanan yang biasanya menggunakan bahan lain. Semua bermula dari kreativitas seorang kreator konten asal Bantul, Ibu Tin, melalui akun TikTok-nya @black.sheep8208 yang memperkenalkan kebiasaan mengganti

1 2 3 … 63