Monday, July 27 2026

Category: Opini Ekonomi, Politik, Sosial, dan Budaya

Acara Breakfast Meeting yang diselenggarakan oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA memang memiliki pengaruh besar bagi aparat Kemenag dalam kerangka untuk mendapatkan masukan-masukan berharga dalam kerangka penyelenggaraan peran Kemenag di tengah arus perubahan social yang terjadi dewasa ini. Acara ini dapat menghimpun lebih dari 900 orang, yang diselenggarakan dengan media luring dan daring.

Tidak ada yang lebih menarik di dalam kehidupan manusia itu kecuali di kala berurusan dengan agama. Mengapa menarik, karena agama itu berkaitan dengan Tuhan, yang Suci, yang Sacral, yang Metafisik, yang Metaempiris, lalu harus ditarik di dalam kehidupan yang empiris, yang fisikal dan yang bercorak manusia. Artinya, bahwa agama itu memasuki alam manusia dengan berbagai

Ada pertanyaan mendasar, mengapa di Indonesia digerakkan pengembangan ilmu berbasis integrasi ilmu. Apakah mengembangan ilmu berbasis subyek kajian dianggap tidak penting atau kurang bermanfaat sehingga harus mengembangan ilmu dengan basis integrasi ilmu? Pertanyaan ini saya kemukakan di dalam acara yang diselenggarakan oleh Universitas Uluwiyah Pada Pondok Pesantren Uluwiyah Mojosari Mojokerto, 25/04/2026. Acara “Academic Enhancement” ini

Pada artikel pertama saya lebih menekankan pada dimensi sosiologis Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP) dewasa ini. Artinya ada tarikan kepentingan dan posisi akademis PMII di dalam menghadapi kehidupan terutama dunia Pendidikan tinggi, di mana aktivis PMII berkhidmah melalui ADP. Pada tulisan kedua ini, saya fokus pada tantangan ADP di tengah semarak kehidupan yang semakin terdigitalisasikan. Kebanyakan

Sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang sekarang berkhidmah sebagai dosen, maka saya tentu harus terlibat dalam memperingati Hari lahir (Harlah) Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP), meskipun hanya dalam bentuk menulis artikel.  ADP merupakan suatu organisasi para dosen yang di masa lalu menjadi aktivis PMII. Secara ideologis, ADP  bernaung pada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Saya diundang oleh Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya, Prof. Dr. Nining Widyah, M.App.Sc., untuk memberikan taushiyah dalam jalsah Ilmiah pada para mahasiswa dan dosen pada Fakultas tersebut. 20/04/2026. Acara ini di selenggarakan di Ruang Pertemuan Fakultas Ketahanan Pangan UNESA yang dihadiri oleh Dekan, Prof. Dr. Nining Widyah, M.App.Sc., Wakil Dekan I, Prof. Dr.

Pada awal pidato Presiden Prabowo Subianto, sebagai formal President, maka yang menjadi titik tekan pemerintahannya adalah bagaimana menangani korupsi. Dinyatakannya bahwa korupsi telah merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat. Korupsi akan menimbulkan rasa tidak percaya masyarakat kepada pemerintah. Dianggapnya bahwa pemerintah tidak serius di dalam mengelola pemerintahan. Jadi, pemberantasan korupsi sudah ditabuh lagi oleh presiden, dan yang

Salah satu gagasan Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, Menag, adalah mengenai New Baytul Hikmah, sebuah gagasan yang diutarakannya pada waktu akan didirikan satu Direktorat Jenderal Baru, Ditjen Pesantren. Beliau berkeinginan agar melalui pesantren akan dikembangkan kembali Baytul Hikmah yang di masa lalu, menjadi obor dunia dalam dunia ilmu pengetahuan yang berpengaruh terhadap peradaban dunia hingga

Saya tentu sangat bergembira mendapatkan kiriman pesan dari WhatsApp Prof. Mulyadi Kartanegara, PhD, tentang materi ceramahnya yang sangat menarik. Saya juga bersyukur dapat mendengarkan ceramahnya di acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Pesantren pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag, di Bandung, 09-11 April 2026.     Saya sungguh-sungguh memiliki kenangan khusus dengan Prof. Mulyadi Kartanegara. Beliau adalah

Tantangan  social pesantren saya kira penting untuk dibicarakan. Tantangan akademis tentu dapat mengikuti pedoman pengembangan ilmu pengetahuan. Sedangkan tantangan social pesantren tentu terkait dengan perubahan social yang terus berlangsung. Di antara tantangan tersebut adalah 4C’s atau four competencies, yaitu creative thinking and innovations, critical thinking and problem solving, communications and collaborations. Serta bisa ditambahkan spiritual competency. Pertanyaannya adalah adakah

Direktorat Pesantren pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan acara yang menarik dengan tema “Finalisasi Distingsi Direktorat Jenderal Pesantren Melalui Buku Menuju New Baitul Hikmah” yang diselenggarakan di Hotel Mason Paine Bandung, 09-11 April 2026. Acara ini dihadiri oleh Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA., Wakil Menteri Agama, Dr. KH. Romo Muhammad Syafi’i, Dirjen Pendidikan Islam,

Iran akhirnya yang dapat mengangkat harkat dan martabat negara Islam, karena keberanian dan kemampuannya untuk melawan hegemoni kekuasaan Amerika Serikat di dunia dan dominasi Israel di Timur Tengah. Saya kira banyak orang yang sependapat dengan pernyataan ini. Iran telah mengangkat moral inferior masyarakat Islam menjadi masyarakat yang superior. Iran telah membuktikan kepada dunia, bahwa embargo

1 2 3 4 5 62