Oleh: M. Sa’ad Alfanny Kita perlu tegas menolak sikap meremehkan ekspresi budaya pinggiran seperti sound horeg, namun persetujuan atas peremehan itu tidak boleh membuat kita abai pada koridor syariat sebagaimana digariskan dalam berbagai prinsip fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI): amar ma’ruf nahi munkar, menjaga kemaslahatan, menutup pintu kemudaratan (sadd al-dzari’ah), dan memastikan setiap aktivitas
oleh: Moch Dimas Maulana, MA Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya Baca jugaPesan Sang Pencipta Kepada CiptaanNyaMenjamurnya penceramah yang mengawinkan dakwah dengan humor (dakwahtainment) di media sosial tidak selalu mendapatkan sambutan yang baik. Sebagian memang melihat metode ini sebagai hal yang positif karena mampu mendekatkan ajaran agama yang selama ini dipandang
Oleh: M. Sa’ad Alfanny Konsep khilafah dalam al-Qur`an Merujuk pada manusia sebagai wakil Tuhan di bumi (QS. Al-Baqarah [2]: 30). Fungsi ini bukan sekadar status quo, melainkan amanah yang mengandung tanggung jawab moral dan ekologis. Namun, krisis lingkungan global yang terus memburuk hari ini menunjukkan kegagalan kolektif manusia dalam menjalankan fungsi tersebut. Kerusakan ekologi
Oleh: Moch Dimas Maulana Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Ampel Surabaya. Mungkin kita pernah bertanya-tanya, “Mengapa Nabi Adam ditakdirkan untuk tinggal di surga terlebih dahulu kalau memang tujuan awal penciptaannya adalah menjadi khalifah di bumi? Mengapa ia tidak langsung diutus ke bumi saja tanpa harus mencicipi kenikmatan surga namun pada akhirnya harus
Oleh: M. Sa’ad Alfanny Dalam tradisi Islam, istilah “Israel†memiliki makna yang spesifik dan terhormat. Nama ini merujuk pada Nabi Ya’qub ‘alaihissalÄm , putra Ishaq dan cucu dari Ibrahim, yang disebut secara eksplisit dalam sastra Islam sebagai hamba Allah yang saleh dan penerus misi kenabian. Salah satu hal yang menarik untuk dikaji adalah bahwa
Oleh M. Sa’ad Alfanny Dalam hiruk-pikuk zaman yang memuja produktivitas dan pencapaian, tak sedikit dari generasi muda, khususnya Gen Z, yang terjebak dalam perlombaan tanpa ujung. Target yang ditetapkan terus-menerus, standar yang dibebankan dari hari ke hari, seolah-olah keberhargaan diri bergantung pada seberapa banyak pencapaian yang dikoleksi. Dalam konteks inilah, QS. Al-Baqarah [2]:286 tampil
Oleh: M. Sa’ad Alfanny Dalam lanskap pemikiran Islam kontemporer, Muhammad Syahrur tampil sebagai sosok yang menantang arus utama. Dengan pendekatan linguistik-modern dan semangat rasionalisme, ia memformulasikan ulang sejumlah konsep kunci dalam al-Qur\’an, termasuk apa yang selama ini dipahami sebagai “syahwat.†Dalam tradisi tafsir klasik, syahwat kerap dipersepsikan secara negatif: sebagai nafsu, dorongan destruktif, atau
Oleh: M. Sa’ad Alfanny Labbaika ya Rab, Labbai. Baca jugaPesan Sang Pencipta Kepada CiptaanNya Ibadah haji dan qurban merupakan dua entitas ibadah yang tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki nilai-nilai sosial dan ekologis yang mendalam. Dalam pandangan tafsir ekologis, ibadah-ibadah ini tidak hanya dimaknai sebagai ritus keagamaan, melainkan juga
Oleh: M. Sa’ad Alfanny Wahai Tuhan yang Maha Membolak-balikkan Hati, kecemasan merupakan salah satu aspek psikologis manusia yang sering kali menghantui, menghantui hati, dan membelenggu pikiran. Sebagai manusia yang dibekali akal dan perasaan, kecemasan muncul ketika seseorang menghadapi ancaman, baik itu terkait dengan masa depan, nasib, ataupun ketidakmampuan mengatasi tantangan hidup yang terus menerus
Oleh: M. Sa\’ad Alfanny Maha Suci Dzat yang memberikan akal untuk berpikir. Istilah Brain Rot belakangan ini sering muncul dalam diskusi terkait kesehatan mental di era digital. Konsep ini menggambarkan suatu keadaan di mana kapasitas berpikir seseorang mengalami stagnasi akibat dominasi paparan konten-konten ringan dan hiburan instan yang minim nilai substansial. Aktivitas seperti menggulir
Oleh: M. Sa’ad Alfanny Waswas merupakan bentuk gangguan mental dan spiritual yang bekerja secara halus dalam diri manusia. Ia tidak menyerang secara frontal, namun mengaku perlahan masuk ke dalam pikiran dan hati, memicu keraguan terhadap keyakinan dan amal yang telah dilakukan. Dalam Al-Qur’an, sosok al-waswÄs al-khannÄs disebutkan sebagai pihak yang membisikkan keraguan ke dalam
Oleh: Abdul Wasik, M.HI (Mahasiswa Doktoral UINKHAS Jember dan Dosen IAI At Taqwa Bondowoso) Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada minyak misik.†(HR. Bukhari no. 1894 dan Muslim no. 1151) Baca jugaPesan Sang Pencipta Kepada CiptaanNyaHadits tentang bau mulut
