Oleh: Jambedaweh Sebelum meneruskan runutan ulasan, marilah kita kirimkan hadiah bacaan surat al-Fatihah pada siapapun tokoh yang termaktub dengan misi tabarrukan, istifadah, dan intifa’ kebaikan. Lahumul Fatihah. Terlahir di Madiun dalam keluarga priyayi Jawa yang memiliki tradisi sebagai penguasa desa sampai puluhan tahun, tokoh kita kali ini memulai kehidupannya dengan menempuh pendidikan yang
Oleh: Ahmad Atqo Asyhari, Mustasyar PCNU Kota Cilegon, Banten K.H. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh (biasa dipanggil Mbah Sahal) adalah ulama besar kelahiran 17 Desember 1937 di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Lokasi Kajen kurang lebih 18 Km ke arah utara pusat Kota Pati. Tidak kurang dari 30 Pondok Pesatren berdiri di desa ini.
Oleh: Ahmad Atqo Asyhari, Musthyasar PCNU Kota Cilegon, Banten Mbah Ahmad Rifai (biasa dipanggil Mbah Ri) adalah sosok yang tidak dapat dikatakan 100 % waras, namun juga saya sulit mengatakan ia bahwa ‘gila’. Atau mungkin saya bisa mengkategorikan kalau 80 % normal. Kenapa saya katakan masih normal ? Karena, jika diajak berkomunikasi masih relatif
Oleh: Suko Susilo Tentu sering kita dengar dan lihat ajakan untuk mencintai Indonesia. Semuanya gencar tersiar untuk mengingatkan agar kita tak semakin kalap mencintai setiap yang berbau luar negeri. Tak semakin lalai mencintai bangsanya sendiri, budayanya sendiri, dan tanah airnya sendiri. Ketidakcintaan pada bangsa sendiri tampak ketika sebagian rakyat Indonesia tertimpa musibah. Partisipasi untuk
Oleh : Nafa Megatyara Prodi Sosiologi Uin Sunan Ampel Surabaya Beredar pemaknaan Konteks jihad oleh sebagian ulama, yang memiliki maksud ajakan untuk mentaati kalimat yang dikemukaan oleh ulama , seperti Islam yang mengajarkan sami\’na wa atho\’na\’. Status ulama (memiliki otoritas) dipakai oleh Habib Rizieq sebagai legitimasi bahwa seruan jihad oleh ulama merupakan tiket menuju
Allah Subhanahu Wata’ala (SWT) memberikan kelebihan dalam banyak hal kepada manusia yang memang sedari awal didesain untuk dijadikan sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Bahkan ketika malaikat menanyakannya bukan menentangnya, maka Allah SWT memberikan penjelasan panjang lebar tentang desain menghadirkan manusia di muka bumi. Malaikat sebagai makhluk Allah SWT yang paling taat, maka tentu menerima penjelasan
Allah Subhanahu Wala’ala (SWT) memberikan sejumlah keutamaan bagi siapa saja yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya. Allah SWT memberikan dalam surah-surah tertentu di dalam Al-Qur’an dengan keutamaannya masing-masing. Oleh karena itu, membaca Al-Qur’an dalam surah tertentu lalu menjadi tradisi di tengah masyarakat Islam di seluruh dunia, tidak terkecuali juga menjadi tradisi di Indonesia. Di
Saya teringat ketika belajar di SMEPN Tuban. Guru saya menyatakan bahwa “Musik di Arab Saudi kebanyakan mendayu-dayu karena udaranya panas, dan lagunya juga kebanyakan melankolis. Berbeda dengan musik di Barat, kebanyakan lagu rock, sebab udaranya dingin sehingga lagunya merefleksikan pentingnya gerak tubuh yang lebih dinamisâ€. Apa yang diungkapkan oleh guru kesenian di SMEPN Tuban itu
Oleh: Jambedaweh Mengawali pembacaan, marilah kita bacakan surat al-Fatihah untuk tokoh kita kali ini, Wak Kasan. Untuknya, al-Fatihah. Baca jugaSang Penunggu Umumnya masyarakat di kampung kami tidak menemukan keistimewaan khusus bila melihat sosok Wak Kasan. Bukan sebab Wak Kasan tidak memiliki keistimewaan, tapi memang begitulah cara pandang dan cara berpikir umumnya orang kampung
Oleh: Jambedaweh Sebelum jauh kesadaran kita mengikuti tulisan ini, mari membacakan surat al-Fatihah pada Cak Dul, seorang penjual kerupuk yang istimewa tapi tak menyadari keistimewaannya. Pada Cak Dul, al-Fatihah. Suatu hari di bulan Rabiul Awal tahun 1439, Pak Zaini menghadiri resepsi pernikahan salah satu mahasiswinya bernama Tari di Jombang. Tari merupakan mahasiswa
Oleh: Jambedaweh Mari kita awali menikmati narasi ini dengan membacakan surat al-Fatihah pada Mbah Mo dan Mak Ning Tun, pasangan suami istri yang oleh warga kampung diakui merupakan warga yang sangat baik. Pada keduanya, al-Fatihah. Tidak ada yang menyangka bahwa Mbah Mo dan Mak Ning Tun, pasangan suami-istri renta di kampung kami merupakan
Oleh: Jambedaweh Bagi siapapun Anda yang berkenan menikmati catatan ini, saya mohon berkenan membacakan surat al-Fatihah untuk figur yang akan kita cermati sebagian sikap hidupnya pada kesempatan yang baik ini. Untuk Wak Toe, al-Fatihah. Tiap pagi sebelum embun menguap dari ujung rerumputan, Wak Toe sudah bertandang sowan ke rumah Kyai Murod, guru sekaligus
