Artikel berjudul “Developing an Ethno-Ecotourism Environmental Education Model for Sustainable Coastal Tourism in Aceh Indonesia” merupakan karya Dian Aswita, Nafisah Hanim, Cut Ratna Dewi, Nur Aisyah Ainun, Firdaus Daud, dan Syamsul Rizal. Tulisan tersebut diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Peuradeun: The Indonesian Journal of the Social Sciences pada tahun 2026. Artikel tersebut membahas pengembangan model pendidikan
Artikel berjudul “From Tradition to Rationality: The Social Construction of Dowry in the Perspective of Traditional Marriage Mandailing–Angkola Maqāṣid Al-Sharī’ah Jasser Auda” merupakan karya Ikhwanuddin Harahap, Puji Kurniawan, Risalan Basri Harahap, Erie Hariyanto, dan Nurhotia Harahap. Tulisan tersebut diterbitkan dalam El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, tahun 2026. Artikel ini membahas praktik mahar atau tuhor dalam perkawinan
Artikel berjudul “Islam in Xinjiang: Geopolitical and Ethnocultural Drivers of Social and Cultural Formation” merupakan karya Muratkhan Makhmet, Kalmakhan Yerzhan, Rashid Mukhitdinov, Kaskyrbek Kaliyev, dan Ularbek Kamysbek. Tulisan tersebut diterbitkan dalam Millah: Journal of Religious Studies tahun 2026. Artikel ini membahas perjalanan panjang Islam di Xinjiang dengan menempatkan agama tidak semata-mata sebagai sistem keyakinan, tetapi
Artikel berjudul “Negotiating Halal Certification in Bali: Legal Frameworks, Cultural Governance, and Muslim Tourism Market Tensions” merupakan karya Wahyu Sri Handono, Ali Sodiqin, dan Volodymyr Shablystyi. Tulisan tersebut diterbitkan dalam Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah tahun 2026. Artikel ini membahas bagaimana sertifikasi halal dijalankan dan dinegosiasikan di Bali, sebuah daerah tujuan wisata internasional yang masyarakatnya mayoritas beragama
Artikel berjudul “Surau Without Buya: Authority and the Shifting Foundations of Minangkabau Cultural Life in Indonesia” merupakan karya Febri Yulika, Iswandi Syahputra, Azhari Akmal Tarigan, Benny Ridwan, dan Fatahuddin Aziz Siregar. Tulisan tersebut diterbitkan dalam MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, tahun 2026. Artikel ini membahas perubahan kedudukan surau dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Surau pada masa lalu
Padang, 22 Juli 2026, -The 6th AICCON – International Communication Conference resmi diselenggarakan pada 22–24 Juli 2026 di Grand Zuri Premier, Padang, Sumatra Barat. Konferensi internasional yang mengangkat tema “Communication Transformation for Sustainable Communities: Policy, Culture, and Digital Futures” ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengelola pendidikan tinggi komunikasi untuk mendiskusikan perubahan lanskap komunikasi dalam
Artikel berjudul “Between Justice and Pragmatism: Operationalizing Islamic Ethics in Indonesia’s Foreign Policy on Palestine” karya Shahram Akbarzadeh. Tulisan ini terbit di Studia Islamika, tahun 2026. Studi ini merupakan tulisan penting untuk memahami bagaimana Indonesia mengartikulasikan etika Islam dalam kebijakan luar negeri, khususnya dalam isu Palestina dan krisis Gaza. Artikel tersebut tidak sekadar membahas dukungan
Banyuwangi — Tim peneliti MoRA The Airfund 2025 mengikuti salah satu rangkaian kegiatan Petik Laut Muncar 2026 di kawasan pesisir Muncar, Banyuwangi. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengamatan lapangan dalam riset bertajuk “Identitas Perempuan Madura Pesisir dalam Ruang Domestik dan Publik: Gender, Pendidikan, Kepemimpinan, Tradisi Bekerja, Digitalisasi, dan Perubahan Sosial di Tengah Kontestasi Otoritas Keagamaan
Banyuwangi — Tim riset MoRA The Airfund 2025 yang terdiri dari Prof. Dr. Nur Syam, M.Si, selaku ketua tim, Dr. Pardianto, M.Si, Wahyu Ilaihi, MA., Ph.D., Moch. Khoirul Anam, M.Li; Mevy Eka Nurhalizah, M.Sos; dan Nur Hasib, M.T, menggelar Focus Group Discussion atau FGD di wilayah Muncar, Banyuwangi, sebagai bagian dari penelitian bertajuk “Identitas Perempuan
Artikel berjudul “Construction and Comparison of Social Audit on Teseng Profit Sharing Practices in The Bugis Tribe of Indonesia With the Perspective of Sharia Audit and Conventional Audit” merupakan karya Muhammad Aras Prabowo dan Farid F. Saenong. Tulisan ini terbit di Jurnal Ilmiah Islam Futura tahun 2026. Penelitian ini mengkaji bagaimana akuntabilitas beroperasi dalam praktik
Ada sebuah keyakinan di kalangan pimpinan, dosen dan mahasiswa, khususnya mahasiswa Program Doktor, yang harus menghayati sejarah pengembangan studi Islam di masa lalu. Di antara yang perlu dicermati adalah adanya “kemenyatuan” dalam rumpun, bidang dan disiplin ilmu. Oleh karena itu, kemenyatuan studi Islam, atau sekarang disebut sebagai program integrasi ilmu sudah menjadi realitas historis di
Jika kecerdasan buatan diminta memetakan tokoh-tokoh integrasi ilmu di Indonesia, nama Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si akan muncul dengan posisi yang unik. Meski tidak seterkenal Kuntowijoyo atau Amin Abdullah dalam literatur akademik yang dijadikan buku teks, kontribusi beliau dalam ranah praktis perguruan tinggi Islam negeri (PTKIN) dan implementasi integrasi ilmu nyata sangat signifikan. Pandangan
