(Sumber : doc. penulis)

Berbagi Rizki pada Momen Bulan Berkah

Horizon

Oleh: H. Imron Rosyadi

  

Sudah menjadi kewajiban serta tradisi tahunan selalu ditunggu oleh masyarakat kampung sekitar saya,  yaitu tepatnya pada hari Kamis, 04 April tahun 2024 M. 24 Ramadhan 1445 H. Bertepatan dengan moment tersebut, sengaja saya membagikan zakat mal bersamaan dengan pemberian sedekah terhadap masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian untuk saling berbagi diantara sesama.

  

Sedekah diambil dari kata \"shodaqoh\" yang berasal dari kata sidq (sidiq) artinya \"kebenaran\". Sedangkan dalam peraturan Nomor 2 tahun 2016 tentang BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) sedekah disebutkan dan diartikan sebagai pengeluaran harta atau non harta bagi seseorang atau badan usaha di luar zakat, dengan tujuan untuk kesejahteraan umat atau masyarakat umum.

  

Memberikan sedekah di bulan suci Ramadhan dapat memberikan  kebahagiaan dan keberkahan tersendiri bagi yang memberi, terlebih bagi yang menerima atas pemberian, saya katakan kepada mereka bahwa yang dapat saya berikan ini \"jangan dilihat nilai besar kecil sebuah pemberian, tapi lihatlah siapa yang memberi\" arti dari kalimat tersebut adalah, bagaimana kita tetap dapat merasakan untuk tetap bisa bersyukur dan dapat mensyukuri atas pemberian rizki yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua. Untuk itu, perlu mensyukuri semua kenikmatan yang ada, bukan hanya penting, bahkan wajib bagi orang muslim untuk selalu mensyukuri atas apa saja yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita, baik berupa kesehatan dan kelapangan rizki.

  

Bulan ramadhan menjadi bulan dimana kebutuhan seseorang yang sangat membutuhkan menjadi lebih bermakna, dengan kata lain, bahwa memberi sedekah atau berbagi rizki di bulan suci ini, seperti halnya memberi makanan untuk berbuka atau sahur menjadi ladang amal kita kepada mereka yang membutuhkan, sekaligus sebagai bentuk kewajiban yang harus dikeluarkan sekali dalam setahun,  bertepatan di bulan suci Ramadhan sebagai bulan lebih mulia dan berkah serta bernilai pahala yang sangat besar dibandingkan dengan bulan lainnya.

  

Disamping pahala sedekah, pun juga menjadi bentuk kepedulian yang sangat penting bagi kita untuk dapat berbagi diantara sesama umat manusia. Rasulullah SAW mengatakan: bahwasanya, sedekah tidak akan mengurangi rezeki seseorang, melainkan akan menjadi keberkahan bagi kehidupan dan rezeki orang tersebut. 

  

Disamping sedekah yang dapat saya berikan sekaligus bertepatan pembagian zakat mal yang harus dan wajib dikeluarkan 2.5 % dalam setahun dari modal usaha dan penghasilan bersih untuk dibagikan kepada mereka yang berhak menerima, atau biasa disebut dengan pembagian zakat mal bagi yang mampu sebagai kewajiban bagi yang mempunyai kelebihan rizki kepada yang berhak, yaitu terdiri dari 8 (delapan) asnaf atau 8 golongan yang berhak menerima zakat mal tersebut, diantaranya adalah orang fakir yaitu orang yang kebutuhan hidupnya tidak cukup untuk kebutuhan makan sehari hari,  bahkan ia tidak mempunyai penghasilan tetap.

  

Delapan golongan yang saya sebutkan diatas, disamping orang fakir, yaitu orang miskin, Amil, mualaf, Riqab, gharim, Fi Sabilillah dan Ibnu Sabil. Kedelapan tersebut berhak menerima zakat mal atas kewajiban bagi orang mampu sebagai pelaku bisnis dan sejenisnya.

  

Moment tersebut rutin setiap satu tahun sekali untuk berbagi rizki, sebagai salah satu bentuk solidaritas dan kebersamaan, bulan Ramadhan menjadi momen dimana umat muslim untuk dapat meningkatkan kebersamaan diantara sesama. Tidak sedikit kegiatan sosial keagamaan yang dilakukan menjadi hal yang biasa dan rutin, diantara adalah, tadarus Al-Qur\'an, membagi bagikan untuk takjil sebagai tanda buka puasa, pun juga beragam sedekah yang dilakukan oleh umat Islam. 

  

Jika saya meminjam istilah yang sering digunakan oleh guru saya Prof. Nur Syam (guru besar sosiologi muslim) adalah bentuk kesalehan sosial, karena membagikan zakat mal dan sedekah menjadi hal yang positif serta dapat sedikit membantu kebutuhan delapan golongan sebagimana yang saya sebut diatas. Dan yang paling pokok dan sangat penting sedekah disamping sebagai bentuk solidaritas, bahkan lebih dari itu, dengan sedekah yang dilakukan pada saat dimana masyarakat sangat membutuhkan untuk persiapan lebaran, mudik hari raya menjadi hal yang paling ditunggu tunggu oleh siapapun untuk bisa pulang kampung halaman sebagai tanah kelahirannya, bagi pekerja yang hanya bisa kembali ke kampung halamannya hanya sekali dalam satu tahun, untuk menyempatkan diri bisa bertemu dengan keluarga besarnya, sanak famili, handai taulan dan kerabat terdekat lainnya. Hal tersebut tidak kalah bahagia dibandingkan dengan hari biasa.

  

Sedekah di bulan suci Ramadhan tidak hanya sebagaimana yang saya sebutkan, bahkan dengan sedekah paling tidak dapat mengurangi angka kejahatan, survey beberapa negara termasuk Indonesia, menunjukkan bukti cukup signifikan angka kejahatan selama bulan Ramadhan. Hal ini tentu salah satu yang menjadikan penurunan angka kejahatan adalah disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan hati dan perilaku, serta dapat menghindari hal-hal yang negatif selama bulan yang dianggap suci ini. Tentu dampak tersebut dapat dirasakan oleh semua pihak, tidak hanya umat muslim saja, bagi penegak hukum juga dapat merasakannya.