(Sumber : wwww.nursyamcentre.com)

Moderasi Beragama dalam Keberagamaan

Horizon

Oleh: M Nur Isnaini Ramadhan

Mahasiswa Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

  

Bangsa Indonesia adalah negara multikultural. Keberagaman Indonesia adalah anugerah dan kehendak Tuhan. Banyak orang jatuh ke dalam ekstremisme karena mereka tidak tahu ada kebenaran lain yang bisa dipecahkan. Penguatan moderasi beragama di Indonesia saat ini penting dilakukan berdasarakan fakta bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dengan berbagai macam suku, bahasa, budaya dan agama. Selain itu, moderasi beragama juga penting dalam konteks global di mana agama menjadi bagian penting dalam perwujudan peradaban dunia yang bermartabat. Pada saat acara Dies Natalis UIN Walisongo yang ke  51, Nur Syam mempresentasikan kepada audience bahwa tantangan moderasi beragama di Indonesia sedang memasuki era baru, yaitu semakin menguatnya kelompok ortodoks dan ultra ortodoks.

  

Dalam menyelesaikan satu persoalan, Dawing mengatakan bahwa Islam moderat mencoba melakukan pendekatan kompromi dan berada di tengah-tengah dalam menyikapi sebuah perbedaan. Islam moderat mengedepankan sikap toleransi dan saling menghargai dengan tetap meyakini kebenaran masing-masing agama, sehingga semua dapat menerima keputusan dengan kepala dingin, tanpa harus terlibat dalam aksi yang anarkis. Semangat moderasi beragama sudah diimplementasikan oleh seluruh agama di indonesia. Konsep moderasi setiap agama jelas berbeda, misalnya konsep Islam moderat Walisanga. Menumbuhkan moderasi beragama diperlukan pendekatan agama serta multikultural, namun pendekatan agama lebih didahulukan karena dominan terhadap kehidupan seseorang. Perlu digaris bawahi bahwa sebagai pemeluk agama lebih baiknya menghindari sikap berlebihan dalam beragama.

  

Moderasi beragama bukan berarti mencampur adukkan kebenaran dan menghilangkan jati diri masing-masing. Sikap moderasi tidak menistakan kebenaran, tetapi tetap memiliki sikap yang jelas dalam suatu persoala. Di dalam moderasi beragama, sikap condong terbuka menerima bahwa diluar diri kita ada saudara sebangsa yang juga memiliki hak yang sama sebagai masyarakat yang berdaulat dalam bingkai kebangsaan. Masing-masing orang memiliki keyakinan  yang mesti dihormati dan akui keberadaannya, oleh sebab itu berpikir dan bersikap moderat sangat diperlukan.

  

Penguatan moderasi beragama tidak cukup dilakukan secara individu, melainkan harus dilakukan secara sistematis dan terencana secara kelembagaan, bahkan oleh negara. Negara harus hadir guna memberikan fasilitas sekaligus kebijakan untuk mewujddukan moderasi beragama, bukan sebaliknya dengan membuat regulasi dan peraturan dengan sentimen agama tertentu yang diterapkan diruang publik. Memfasilitasi bukan membatasi. Sasaran kebijakan penguatan moderasi beragama adalah seluruh umat beragama, bukan untuk satu agama tertentu.

  

Pemerintah berkomitmen untuk menggelorakan moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Moderasi beragama merupakan bagian yang tak terpisahkan dari jati diri bangsa yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Toleransi merupakan bagian penting dari moderasi beragama. Sikap tertutup, eksklusif, sebagai kebalikan dari sikap toleransi merupakan hal yang harus dihindari karena selain tidak sesuai dengan ideologi pancasila, juga meningkatkan intoleransi yang bakal merusak sendi-sendi kebangsaan. Selanjutnya, organisasi keagamaan harus menjunjung tinggi sikap toleran kepada sesama, menghormati perbedaan. Melalui sikap tersebut, masyarakat dapat mengekspresikan keyakinan dan tetap saling menghargai perbedaan.