Sebuah Tips Mengelola Galau
HorizonOleh: Abdul Rojak Lubis
Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya
Dewasa ini, salah satu tantangan para anak muda zaman sekarang adalah pola pikir yang cenderung mudah gelisah, sedih ataupun galau. Kecanggihan ilmu tehnologi dan informasi saat ini memudahkan setiap orang bisa menerima, melihat dan mendengar informasi yang beredar di sosial media. Salah satu kecanggihan tehnologi sekarang adalah dimana sitiap orang saat ini semua sudah memiliki gadget, terutama anak-anak muda sekarang hampir tidak ada lagi yang tidak memiliki Hand Phone/gadget. Adanya gadget ini pada setiapa orang kemudian sudah memiliki akun media sosial, dan bahkan setiap orang ridak hanya memiliki satu akun media sosial saja, melainkan dua, tiga akun bahkan lebih yang dimiliki setiap orang.
Informasi yang ditampilkan di media sosail berupa konten vidio, gambar dan tulisan yang begitu beragam, misalnya konten yang memperlihatkan kesuksesan seseorang, harta kekayaan yang dimilikinya, dan berbagai macam pencapaian-pencapaian yang di dapatkan oleh seseorang begitu banyak di tampilkan di sosial media. Denga banyaknya konten yang dipertontonkan di setiap media tersbut bukannya menjadi sebuah motivasi bagi sebagian anak-anak muda zaman sekarang, tapi malah membuat sebagian anak muda merasa bertanya-tanya dalam dirinya. Kenapa orang mudah mencapai kesuksesan? Kenapa jalan kehidupan orang-orang begitu terlihat enak? Kenapa orang-orang mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan? Banyak pertanyaan-pertanyaan dalam dirinya yang tidak bisa dia kelola dengan baik sehingga membuatnya merasa galau dan sedih bahkan merasa susah untuk menjadi orang yang berhasil dan sukses seperti orang-orang yang dilihat di media sosial, sehingga menyebebkan hati dan jiwa anak muda zaman sekarang tidak sehat.
Strawberry genaration merupakan istilah yang di populerkan saat ini, yaitu generasi yang mempunya kreatifitas yang tinggi, tapi mudah rapuh dan gampang menyerah. Buah strawberry itu tampak indah dan eksotis, tetapi begitu dipijak atau ditekan ia akan mudah sekali hancur. Sebagian generasi sekarang disebut demikian karena penuh dengan gagasan dan pemikiran yang kreatif tapi mudah menyerah dan gampang sakit hati. Berbagai macam kegalauan generasi sekarang adalah tentang cinta, ekspektasi yang terlalu tinggi, pengen mendapatkan sesuatu secara instan dan sebagainya. Salah satu faktor yang membuat generasi sekarag mudah gelisah dan galau bisa disebabkan spiritual yang minim dan juga interaksi dengan kitab suci (Al-Quran) yang kurang.
Mengasah dan membentuk hati dan jiwa yang sehat perlu adanya bagi anak muda, sehingga mengurangi kegelisahan dan kegalauan yang dihadapi anak muda saat ini. Dalam kitab suci (Al-Quran) telah memberikan pelajaran penting untuk mengobati rasa kegalauan dan menjadikan hati serta jiwa yang sehat. Pertama adalah memperkuat sisi spiritual diri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara meningkatkan kedekatan dengan sang khaliq (Allah SWT). Sebab, orang-orang yang memiliki spiritual yang tinggi dan kedekatan kepada sang khaliq akan melahirkan rasa aman dan jiwa serta hati yang sehat. Dalam Al-Quran Allah swt berfirman : “Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung” (QS Yunus : 62-64).
Sejarah telah mencatat bahwa dakwah nabi Muhammad SAW selama 13 tahun di kota Makkah adalah menguatkan kedekatan atau keimanan serta ketakwaan kedapa sang kholiq. Berbekala dua hal itu yang kemdian memnjadikan para sahabat nabi Muhammad SAW generasi terbaik sepanjang masa.
Kedua, memenuhi kebutuhan diri dengan cara mengendalikan emosi dan motivasi yang ada dalam diri. Hal ini bukan berarti emosi dan motivasi haru dikekang, melainkan hanya butuh di seimbangkan secara proporsional. Ada beberapa hala yang perlu di perhatikan ketika hendak memenuhi kebutuhan diri, yaitu: (1) pemenuhan kebutuhan atau keinginan diri harus dengan jalan yang dibenarkan secara agama. (2) tidak berlebihan delam peroses memenuhi kebutuhan atau keinginan diri.
Ketiga, belajar dan membiasakan diri untuk merealisasikan terwujudnya Kesehatan hati dan jiwa. Emosi yang matang dalam diri sesorang merupakan salah satu tenda sehatnya hati dan jiwa, dan dengan hati serta jiwa yang sehat akan mudah mengontrol diri dan ekspektasi yang muncul ketika melihat berbagai macam konten dan vidio yang berseliweran di media sosial.

