(Sumber : NU Online)

Trilogi Ukhuwah Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Horizon

Oleh: ZA'IMATIL ASHFIYA

Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya 

  

Kiai Haji Achmad Siddiq merupakan sosok pahlawan kharismatik dari Jember. Putra bungsu dari KH. Muhammad Siddiq dan Nyai H. Zakiyah ini merupakan ulama yang memiliki kecerdasan dan pengetahuan yang sangat luas. Bahkan beliau pernah diangkat menjadi sekretaris pribadi oleh KH. Hasyim As'ari. Selain itu, beliau juga terpilih  ra'is PBNU pada Mu'tamar NU ke 27. Menjelang Mu'tamar NU ke 28, Kiai Haji Achmad Siddiq menggaungkan konsep ukhuwah , yang kemudian dikenal dengan Trilogi Ukhuwah Kiai Haji Achmad Siddiq. Konsep ukhuwah ini patut digaungkan Kembali terutama pada masa bermunculannya kontestasi keagaman maupun kontestasi politik yang terjadi pada saat ini.

  

1. Ukhuwah Islamiyah merupakan konsep persaudaraan semasama muslim. Dalam konsep ini umat islam adalah saudara. Hal ini dapat menjadi modal kita untuk bersosialisasi dengan sesama Muslim. Apapun organisasi dan aliran yang diikuti, kita sesama umat Islam seharusnya dapat hidup rukun, damai tanpa adanya perpecahan. Dengan berdasarkan pada prinsip ukhuwah Islamiyah ini, umat islam dapat menjalin persaudaraan yang harmonis dimana hal tersebut dapat menjadi modal umat Islam untuk menyatukan kekuatan dan Bersama-sama dapat mensyi’arkan nilai-nilai keislaman secara damai. Ukhuwah Islamiyah merupakan sebuah ikatan yang kuat, karena persaudaraan ini tidak saja terjalin secara emosiaonal, akan tetapi juga secara spiritual.

  

Konsep ukhuwah islamiyah ini sesuai dengan QS. Al-Hujurat ayat 10 yang berbunyi:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ 

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.

  

Dalam ayat ini jelaskan bahwa sesama umat Islam adalah saudara. Ayat ini juga menjelaskan terkait anjuran untuk mendamaikan jika terjadi perselisihan antar umat muslim. Dalam ayat ini, bagaimana Islam mengajarkan agar hidup damai tanpa ada perselisihan sesama Muslim. Seandainya pun perselisihan itu terjadi, maka jalan damai merupakan salah satu solusi. Sebagai saudara, maka kita akan merasakan apa yang saudara kita rasakan. sehingga terjadi kehidupan yang harmonis. 

  

2. Ukhuwah Wathoniyah merupakan konsep persaudaraan sebangsa dan setanah air. Konsep ini merupakan sebuah komitmen kita untuk saling menjaga dan mencintai satu sama sebagai bagian dari masyarakat suatu bangsa. Persaudaraan dalam konsep ini tidak dibatasi oleh sekat primordial. Dalam konsep ini, perbedaan Agama, suku dan Ras tidak menjadi penghalang untuk hidup rukun dan damai serta saling menghargai antar satu dengan yang lainnya. Penerapan konsep Ukhuwah Islamiyah menjadi pondasi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang kuat, damai, dan sejahterah.

  

3. Ukhuwah basyariyah merupakan konsep persaudaraan sesama manusia. Konsep ini merupakan sebuah prinsip yang dilandasi bahwa kita semua adalah saudara, tanpa melihat suku, bangsa, maupun agama. Ukhuwah dalam aspek ini lebih luas, hanya dengan melihat orang lain sebagai manusia, maka rasa saling menghargai dan menghormati harus kita tanamkan. Hal ini menjadi landasan dalam berinteraksi sosial dalam kemajemukan hingga terwujud kedamaian dan kasih sayang sesama manusia. Nilai utama dari ukhuwah basyariah adalah kemanusiaan. 

  

Konsep trilogi ukhuwah yang dicetuskan oleh Kiai Haji Achmad Siddiq ini sangat cocok untuk digaungkan kembali guna mengatasi konflik yang akhir-akhir ini terjadi. Baik konflik keagamaan maupun sosial yang terjadi baik secara domestik, nasional, maupun universal. konflik sosial yang baru saja terjadi seperti diskriminasi penduduk Papua yang merantau di Jogjakarta pada tahun 2022. Atau konflik Agama yang terjadi di Banten terkait larangan perayaan Natal yang baru saja terjadi. Sedangkan konflik universal yang terjadi hingga saat ini seperti Afghanistan.

  

Konsep ukhuwah ini, menjadikan seseorang memadang orang lain dengan pandangan kasih sayang. Pandangan kasih sayang ini menjadikan dasar bagi kita untuk tidak membenci orang lain. Hingga terjadi kerukunan baik kerukunan umat beragama maupun dalam hal kemanusiaan.