Kolaborasi untuk Pendidikan: Mahasiswa UIN dan Komunitas Wepose Beraksi
InformasiEva Putriya Hasanah
Surabaya, 24 November 2024 – Mahasiswa semester satu Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) menggelar mini projek sebagai tugas akhir semester dalam mata kuliah Kewarganegaraan. Kegiatan ini merupakan bentuk ekspresi dari materi bela negara yang tidak hanya bisa diwujudkan melalui wajib militer, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam kemajuan hidup berbangsa dan bernegara. Mata kuliah ini diampu oleh Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si, dan melibatkan mahasiswa yang terbagi menjadi empat kelompok.
Salah satu kelompok yang berpartisipasi dalam projek ini adalah kelompok yang dikoordinir oleh Muh. Fawwaz Akbar dan Vivi Zamruda Rahmani. Mereka memilih untuk fokus pada aspek pendidikan, yang didasarkan pada pemahaman akademis bahwa pendidikan adalah fondasi utama untuk pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. Menurut data dari UNESCO, sekitar 263 juta anak di seluruh dunia tidak mengenyam pendidikan formal, dengan banyak di antaranya berasal dari keluarga kurang mampu. Di Indonesia sendiri, masih terdapat banyak anak yang terpaksa putus sekolah akibat kondisi ekonomi yang menekan. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan akses pendidikan menjadi sangat mendesak dan relevan.
Projek ini dilakukan dengan menggandeng komunitas Wepose di Surabaya, yang menaungi anak-anak yang tidak bersekolah. “Kami memilih komunitas Wepose karena sejalan dengan tujuan kami untuk ikut serta mempersiapkan generasi yang unggul secara intelektual dan berkarakter. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dan dampak dari kegiatan kami. Dengan berkolaborasi, kami berharap dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam kegiatan pendidikan ini” ungkap Fawaas.
Rangkaian Acara
Kegiatan yang berlangsung pada 24 November 2024 ini dihadiri oleh 23 anak usia 6-8 tahun dan 16 panitia dari kelompok mahasiswa. Acara dimulai dengan sambutan dari ketua pelaksana, Muh Fawwaz Akbar, yang menekankan pentingnya memiliki tujuan dan aksi nyata. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Wepose atas kepercayaan yang diberikan untuk melaksanakan kegiatan ini dengan tema “Bersama UIN, Generasi Bangsa yang Cemerlang Kita Raih”.
Sambutan dari pihak Wepose diwakili oleh Kakak Mutia, yang juga menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa UIN yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dan kebahagiaan dengan anak-anak binaan mereka.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi belajar menghitung dan membaca untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang angka dan huruf. Selanjutnya, diadakan sesi pelatihan menggambar yang bertujuan untuk melatih kreativitas, meningkatkan konsentrasi, dan menumbuhkan apresiasi terhadap seni.
Untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan emosional anak-anak, panitia juga menyelenggarakan berbagai permainan. Sebagai bentuk motivasi, panitia memberikan reward kepada anak-anak yang aktif berpartisipasi dalam semua sesi kegiatan. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi dokumentasi untuk mengabadikan momen berharga tersebut.
Kesan dan Pesan
Setelah melaksanakan kegiatan, Fawaas dan tim merasakan bahwa berhadapan dengan anak-anak usia dini membutuhkan kesabaran yang luar biasa. “Berbagi ilmu kepada anak-anak komunitas Wepose adalah pengalaman yang sangat bernilai. Melihat optimisme mereka dalam belajar meski dengan keterbatasan finansial sangat menginspirasi,” kata Fawaas.
Pesan yang disampaikan oleh kelompok ini adalah pentingnya perencanaan yang matang dan pendekatan pengajaran yang kreatif sesuai dengan kebutuhan anak-anak. “Jangan pernah menyerah mengajarkan ilmu sekecil apapun, karena hal tersebut mampu membawa perubahan dalam hidup mereka. Sebagai generasi muda, kita harus memupuk kepedulian terhadap lingkungan sosial dan berkolaborasi untuk menciptakan dampak positif,” tambahnya.
Dengan suksesnya mini projek ini, diharapkan mahasiswa dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

