(Sumber : doc. acara)

Menjelang Pilpres Global Peace Foundation Indonesia Adakan Diskusi Perdamaian

Informasi

Eva Putriya Hasanah

  

Global Peace Foundation Indonesia, sebagai salah satu organisasi non profit yang bergerak pada pembangunan perdamaian dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan kembali mengadakan kegiatan Peace Project pada hari Sabtu (13/01/2024) di Gereja Katedral Jakarta. Sesuai dengan Namanya, tujuan dilaksanakan kegiatan ini yaitu menciptakan gerakan yang melibatkan pemuda dari berbagai latar belakang agama, ras, suku, dan budaya untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian. Bekerjasama dengan 5P Foundation dan didukung oleh komunitas Pandulisane acara ini dapat terlaksana dengan baik. 

  

Selama pelaksanaan kegiatan peace project, 40 peserta dari berbagai lintas agama berdiskusi tentang rumah ibadah umat Katolik di Gereja Katedral. Kegiatan ini juga diikuti oleh para peserta disabilitas yang mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dibantu dengan juru bahasa isyarat. Pada kesempatan ini hadir juga Bapak Yuliandre Darwis selaku Direktur Eksekutif 5P Foundation, Ibu Susi selaku kepala gereja Katedral Jakarta, dan Ibu Uli Silalahi selaku perwakilan Kongres Wanita Indonesia (Kowani). 

  

Kegiatan dibuka dengan dialog lintas iman yang diawali oleh paparan beberapa falsafah perdamaian agama Katolik serta sejarah Gereja Katedral Jakarta oleh ibu Susi. Terdapat pertanyaan-pertanyaan menarik yang disampaikan oleh para peserta. Seperti pertanyaan yang disampaikan oleh salah satu peserta bernama Ahso yang merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri Bandung mengenai simbol-simbol yang ada di dalam gereja Katedral. Hal ini membuktikan bahwa banyak pemuda memiliki ketertarikan dan rasa penasaran tentang nilai-nilai dari agama lain sehingga kelak tidak akan ada kesalah pahaman.

  

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi museum Gereja Katedral dipandu oleh ibu Mariana. Peserta tampak antusias berfoto dan bertanya tentang benda-benda sejarah yang tersimpan rapi di museum. Tidak hanya itu, peserta kemudian di bagi menjadi beberapa kelompok untuk berdiskusi mengenai pengalaman yang didapatkan selama mengikuti Peace! Project yang menjadi penutup rangkaian kegiatan.

  

Pentingnya Forum Perdamaian Menjelang Pilpres

  

Seiring dengan dekatnya waktu pemilihan presiden, kekhawatiran akan potensi konflik sosial semakin meningkat. Pilpres rawan terjadi konflik karena berbagai faktor, termasuk ketegangan politik, persaingan antar calon, tingginya tensi politik di tingkat lokal dan perbedaan pendapat yang semakin nyata. Keragaman sosial, budaya, dan politik di Indonesia juga menjadi faktor yang memperbesar potensi konflik. Perbedaan yang dibawa oleh individu dalam interaksi, seperti primordialisme, etnosentrisme, dan fanatisme yang berlebihan, serta emosi publik yang rentan menimbulkan amarah secara kolektif.

  

Oleh karena itu, penting untuk memperkuat peran forum inklusif dalam menjaga kedamaian dan mencegah konflik yang mungkin timbul. Hal ini selaras dengan yang disampaikan oleh Shintya Rahmi Utami selaku general manager GPF Indonesia, ia mengatakan dalam sambutannya bahwa Peace! Project menjadi wadah untuk pemuda lintas agama bisa saling mengenal satu sama lain sehingga dapat meminimalisir prasangka buruk yang bisa memicu perselisihan menjelang Pemilu 2024.

  

Dalam konteks pemilihan presiden, forum semacam ini berperan dalam mengatasi polarisasi politik dan memfasilitasi dialog antara kelompok-kelompok yang berbeda. Forum inklusif mempromosikan dialog antarberagam kelompok masyarakat, termasuk kelompok minoritas, etnis, agama, dan budaya.

  

Banyak hal yang bisa diharapkan dari forum semacam ini sebagai upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari perpecahan tersebut. Salah satunya adalah mengembangkan dan menerapkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk menjaga keutuhan dan kesatuan diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati agar konflik yang dapat menimbulkan perpecahan bisa dihindari sehingga akan mewujudkan kehidupan yang lebih damai dan harmoni.