(Sumber : www.nursyamcentre.com)

Sharing dan Dialog, Cara Berkarya Kekinian di Ruang Digital

Informasi

Fenomena perbedaan daya perempuan dan laki-laki dalam ruang digital cenderung memposisikan perempuan menjadi pihak yang kerap diremehkan dan direndahkan. Hal ini sebagaima disampaikan Sri Murtiningsih Ketua Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik Korps PMII Puteri (KOPRI) PB PMII, dalam ruang digital khususnya perempuan sering kali berada pada peringkat yang lebih rendah daripada laki-laki. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi, yaitu teknologi informasi dan komunikasi lebih didominasi oleh laki-laki. Sementara makna filosofi yang mengakui fenomena tersebut dinamakan cyberfeminisme.

 

"Para cyberfeminisme ingin mengubah situasi itu untuk memiliki kesempatan membuat formulasi baru dalam teori dan praktek feminism," ucapnya dalam acara Webinar Nasional KOPRI Rayon Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang mengusung tema cyberfeminisme : Gerakan Baru kader Kopri Dalam Bingkai Teknologi, (02/10).

 

Dialog, Motivasi, Sharing

 

Teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan dalam cara bekerja para feminis. Sebagaimana disampaikan Sri Murtiningsih bahwa saat ini para perempuan dapat membangun karya secara online. Misalnya, dengan cara melakukan dialog, motivasi kepada orang lain, mendengarkan dan berbagi. Sementara semua cara tersebut dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan.

 

"Adapun hal-hal yang dapat dilakukan cyberfeminisme, yaitu mempengaruhi kebijakan pemerintah, menuntut akuntabilitas, dan mendorong partisipasi demokrasi," ujarnya.

 

Tak hanya itu, seiring terus berkembangnya teknologi informasi, berbagai tantangan yang bermunculan perlu dihadapi dengan sigap. Seperti yang disampaikan Sri Murtiningsih bahwa terdapat beberapa tantangan di era digital saat ini, yaitu keragaman, transparansi, dan proses yang terbuka. Demikian sudah saatnya mengambil peran di ruang digital dengan langkah, yaitu mendapatkan akses informasi, mengembangkan skill, berjejaring, dan aksi. Selain itu, juga perlu membuat strategi langkah yang masif dan kekinian.

 

"Langkah-langkahnya, yaitu membuat konten dengan fokus pada isu yang aktual, konten berkelanjutan, design infografis, bekerjasama, challenge, rewards, dan dokumentasi," pungkasnya (Nin)