Waspada Gangguan Kesehatan Mental Mahasiswa Saat Pandemi
InformasiDi tengah masa pandemi, proses pembelajaran perkuliahan banyak dilakukan secara online daripada tatap muka. Akibat situasi pandemi yang semakin mengkhawatirkan dan kondisi perkuliahan yang dilakukan secara online terus-menerus ternyata berpengaruh pada kesehatan mental mahasiswa.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Dr Rr Amanda Pasca Rini M.Si Dosen Psikologi Universitas 17 Agustus bahwa pandemi Covid-19 mengakibatkan beberapa masalah pada kesehatan mental mahasiswa, yaitu pertama ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri atau orang-orang terdekat.
"Situasi yang tidak dapat diramalkan dan berubah dengan cepat. Adanya varian baru Covid-19. Akhirnya hal tersebut yang bisa membuat cemas dan takut," ujarnya dalam acara Webinar Nasional yang bertajuk Kesehatan Mental Pada Mahasiswa di Masa Pandemi yang diselenggarakan oleh Dema Fakultas Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya, (30/10).
Amanda kembali menyampaikan bahwa kecemasan berlebih yang dialami seseorang dengan cukup intens tak jarang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Salah satu gejala gangguan kecemasan yang cukup serius adalah stress yang cukup ekstrem dan khawatir yang berlebih. Sehingga mengganggu kemampuan diri anda untuk dapat berfungsi secara normal," imbuhnya.
Amanda mengatakan bahwa ada beberapa macam gangguan kecemasan, yaitu gangguan kecemasan sosial, gangguan panik, fobia terhadap hal tertentu, dan gangguan kecemasan umum.
Tak hanya itu, masa pandemi juga mengakibatkan perubahan pola makan dan tidur. Seperti yang disampaikan oleh Amanda bahwa masa pandemi sekarang ini justru mengakibatkan pola makan dan tidur jadi tak teratur.
"Ya karena biasanya main game sampai larut malam. Sehingga lupa tidurnya. Akhirnya pagi yang seharusnya mendengar mata kuliah online justru tidur dengan off camera," ucapnya.
Selain gangguan kecemasan dan pola makan serta pola tidur yang tak teratur, masalah kesehatan mental yang kedua, yaitu panik, depresi, dan bahkan ada keinginan untuk bunuh diri.
"Ya ada kasus karena begitu depresi dengan masalah perekonomian di rumah tangganya akhirnya hampir berkeinginan bunuh diri," ujarnya.
Sementara, gangguan kesehatan mental yang terakhir yang sering terjadi pada mahasiswa, yaitu insomnia. Demikian dijelaskan oleh Amanda, Insomnia memang bukan tergolong penyakit mental, namun insomnia merupakan gejala dari berbagai masalah mental yakni depresi dan gangguan kecemasan.
"Insomnia akan menjadi masalah fisik yang serius jika dibiarkan terus-menerus," kata Amanda.
Amanda menyampaikan kembali bahwa sebab dari insomnia adalah belajar dan mengerjakan tugas hingga tengah malam, bangun pagi untuk menghindari kelas, dan segudang kegiatan di organisasi.
"Hal tersebut bisa membuat mahasiswa insomnia dan kekurangan tidur," pungkasnya (Nin)

