(Sumber : Doc Istimewa/ ShiftIndonesia)

Work Life Balance : Sehat Batin dan Jasmani

Informasi

"Tak ada istilah amal dunia dan juga amal akhirat. Jadi keduanya harus seimbang. Jika ada salah satunya lebih penting dari yang lain, maka itu terjadi gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan tersebut adalah penyakit. Karena sehat adalah keseimbangan antara rohani dan jasmani."

 

Quraish Shihab mufasir sekaligus cendekiawan muslim menuturkan bahwa sudah seharusnya antara amal dunia dan amal akhirat berjalan secara seimbang. Kata Quraish, jika salah satunya lebih prioritas dari yang lainnya, maka hal tersebut berpotensi menjadi penyakit sebab sudah terjadi ketidakseimbangan.

 

"Tak ada istilah amal dunia dan juga amal akhirat. Jadi keduanya harus seimbang. Jika ada salah satunya lebih penting dari yang lain. Maka itu terjadi gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan tersebut merupakan penyakit. Karena sehat adalah keseimbangan antara rohani dan jasmani," ucapnya dalam video yang diunggah dalam kanal Youtube Narasi Tv, (31/04).

 

Lebih lanjut Quraish menyampaikan bahwa keseimbangan juga harus diterapkan dalam hubungan rumah tangga. Misalnya suami tak hanya memenuhi nafkah secara materi untuk istrinya, namun juga secara batin.

 

"Jangan sampai anda memperhatikan kesuksesan anda di dunia, tetapi melupakan keluarga. Jadi yang dibutuhkan istri bukan hanya materi, melainkan juga butuh perhatian dan kasih sayang," jelasnya.

 

Tak hanya itu, Quraish juga berkata, keseimbangan dapat diterapkan dalam bentuk kerja sama antara suami dan istri. Segala bentuk pekerjaan rumah, salah satunya yakni memasak tak melulu menjadi suatu pekerjaan yang harus disandarkan kepada istri, melainkan suami juga bisa membantunya. Karena segala bentuk kerja sama keduanya dapat menanam kebaikan di dunia dan menuai pahala di akhirat.

 

"Semua bentuk kerja sama antara suami dan istri dapat menjadi amal dunia dan akhirat. Kerja sama itu harus ada dan tetap dalam keseimbangan," tuturnya.

  

Jangan Kalah Dengan Hawa Nafsu

 

Melengkapi penjelasan di atas, Quraish mengatakan bahwa setiap orang hendaknya harus bisa membagi waktunya ke dalam beberapa kegiatan positif. Kata Quraish, pembagian waktu ke dalam beberapa kegiatan positif dapat terlaksana selama akalnya tak terkalahkan dengan hawa nafsunya.

 

"Ada waktu berdialog dengan Tuhan. Ada waktu yang dia gunakan melihat alam raya (menuntut ilmu). Ada waktu yang dia gunakan untuk introspeksi. Ada waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Di celah-celah waktu ini ada waktu bercanda. Kita perlu waktu bercanda juga. Jadi jangan serius terus. Berusahalah sekuat tenaga tetapi semua target anda dikaitkan dengan Tuhan," terangnya.

 

"Sehingga kalo belum berhasil, kita upaya lagi. Tetapi kita tidak terhalangi membagi waktu sedemikian rupa. Jadi jangan lantas putus asa dan menyerah" tambahnya.

 

Menutup penjelasannya, Quraish menyampaikan bahwa untuk menjaga keseimbangan antara amal dunia dan akhirat, setiap orang harus menyadari bahwa tak semua keinginan di dunia dapat tercapai. Sebab jika seseorang terus memikirkan keinginannya yang tak tercapai dapat berpotensi untuk mengabaikan kewajiban-kewajiban lainnya.

 

"Artinya anda harus berdamai dengan diri anda. Berdamai dengan diri anda adalah menyadari bahwa boleh jadi belum waktunya untuk anda. Karena boleh jadi apa yang kita kehendaki tidak kita peroleh. Sedangkan, apa yang tidak kita kehendaki, kita peroleh. Sebab kita manusia adalah makhluk yang lemah. Dan menyadari bahwa Tuhan Maha Baik. Sehingga jika Tuhan tidak memberikan saya yang disini. Boleh jadi di balik itu ada kebaikan untuk saya. Jadi tidak Ngoyo ya, tapi berusaha terus," pungkasnya.