Jangan Baper Soal Politik, Saatnya Berperan Aktif!
KhazanahEva Putriya Hasanah
Sebagai alumni fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, normatifnya saya akan suka berdiskusi soal politik ataupun isu-isu hangat yang menyangkutnya. Tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Urusan politik hanya akan saya bicarakan ketika dalam ranah akademis perkuliahan dan menuliskannya. Selebihnya hampir saya tidak pernah membicarakan pandangan politik saya kepada orang lain.
Tentu saja hal ini berbeda dengan sikap apatis karena sebenarnya saya peduli dan mengikuti isu-isu hangat yang terjadi.
Jujur saja saya sedikit kapok. Pernah sekali dalam perbincangan ngalur ngidul dengan teman saya, entah bagaimana ceritanya tiba-tiba saja pembicaraan kami itu sampai pada persoalan politik. Awalnya kami santai-santai saja. Ujung-ujungnya karena berbeda pandangan, pertemuan itu berakhir dengan rasa tidak enak yang berkecamuk. Teman saya menunjukkan sikap berbeda dan saya pun merasa tidak enak. Alhasil, pertemuan sepasang teman yang seharusnya berjalan dengan kegembiraan dan antusias itu berubah menjadi dingin dan ketidaksenangan hingga sampai di rumah masing-masing.
Ini tentu saja bukan kejadian yang pertama. Kira-kira saat itu lagi musim pilkades dan ada pula pilpres, karena berbeda pilihan, teman saya yang lain tidak menyapa saya. Padahal kami cukup dekat. Sakit sekali rasanya.
Mumpung masih dalam nuansa perayaan kemerdekaan di bulan kemarin dan suasana menjelang pilpres 2024, saya ingin sekali menyampaikan sepuing pandangan saya sebagai anak muda Indonesia. Terutama saya tujukan untuk generasi saya.
Jangan Baper!
Saya yakin pengalaman yang saya alami diatas, juga dialami oleh banyak orang di luar sana.
Baca Juga : Kesalahan Representasi Al-Qur'an dalam Wacana dan Praktik Mengenai Wanita di Indonesia
Realitas seperti ini menunjukkan bahwa kita memang belum cukup dewasa untuk merespon isu-isu politik. Kita masih sering baper jika ada orang yang berbeda pandangan dan pilihan dengan kita.
Seharusnya penting bagi kita untuk memahami bahwa setiap individu memiliki hak untuk memiliki pendapat politik yang berbeda. Pilihan politik seseorang seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menghujat atau memecah belah hubungan antar sesama warga negara. Sebaliknya, anak muda perlu membangun budaya saling menghormati perbedaan pendapat dan berdiskusi secara konstruktif untuk mencapai pemahaman yang lebih baik tentang perspektif orang lain.
Dalam pemilihan politik, tujuan utama kita semua seharusnya adalah mencari pemimpin yang tepat untuk memimpin negara. Kita memiliki peran penting dalam proses ini, karena kita adalah masa depan bangsa. Generasi kita perlu melibatkan diri secara aktif dalam mencari calon pemimpin yang memiliki rekam jejak yang baik, integritas, dan komitmen untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh bangsa. Dalam mencari pemimpin yang tepat, anak muda harus berfokus pada visi, misi, dan solusi konstruktif yang ditawarkan oleh calon tersebut.
Bekal Untuk Memilih
Keberadaan internet dan media sosial cukup menguntungkan bagi generasi kita saat ini. Dengan adanya itu, informasi dan pengetahuan menjadi lebih mudah untuk kita peroleh secara cepat.
Fasilitas ini tentu saja dapat menjadi bekal bagi generasi kita untuk membaca lebih banyak tentang isu-isu politik dan bahkan jejak dari calon-calon pemimpin kita di masa depan.
Kadangkala, memang informasi yang kita dapatkan melalui internet sangatlah banyak. Sehingga menjadikan kita sulit menyaring dan membedakan mana fakta dan mana hoax. Tapi justru ini menjadi ruang bagi kita untuk berpikir secara kritis sebelum menjatuhkan pilihan.
Kita dapat menganalisis berbagai rekam jejak, pemikiran, gagasan, dan janji yang disampaikan oleh calon pemimpin. Dalam proses ini, kita dapat melatih keterampilan analitis kita, mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang kebijakan-kebijakan yang diusulkan, dan mempertimbangkan implikasi jangka panjang yang bisa terjadi.
Pada kesimpulannya, momen politik semacam ini merupakan momen penting bagi suatu negara, di mana warga negara memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin yang akan mewakili mereka. Dengan melihat pemilihan politik sebagai ruang berpikir, kita dapat berperan aktif dalam mencapai kesejahteraan bagi seluruh bangsa. Mari bersama-sama menciptakan pemilihan politik yang bermartabat dan menghormati perbedaan pendapat untuk mencapai tujuan bersama kita.

