(Sumber : Dokumen Penulis )

Kurikulum Berbasis Cinta dalam Perspektif Sosio-Filosofis

Opini

Saya diundang oleh Plt. Kankemenag Kabupaten Gresik, Mohammad Ali Faiq, S.Sos.I, MHI, dalam acara dengan judul “Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta bagi Pengawas, Kepala Madrasah, dan Guru ASN di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gresik”, 24/09/2025, di Aula Kankemenag Gresik. Ada tiga hal yang saya sampaikan, yaitu:

  

Pertama, Kurukulum merupakan dokumen tertulis untuk memberi arah pada program pendidikan sesuai dengan jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Kurikulum dapat dijadikan sebagai pedoman bagi para pendidik untuk menuju visi dan misi pendidikan yang telah disepahami bersama. Bagi dunia pendidikan, perubahan kurikulum bukanlah sesuatu yang tabu atau aneh. Perubahan kurikulum dilakukan dalam kerangka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman yang terus bergerak secara dinamis. 

  

Perubahan kurikulum diperlukan untuk menjawab tantangan zaman yang bergerak secara dinamis, bahkan terkadang terjadi perubahan yang sangat cepat. Pada era teknologi informasi, maka dunia kehidupan manusia terasa terungkap melalui aplikasi-aplikasi di dalam teknologi informasi. Pendidikan menjadi lebih mengarah pada penggunaan instrumen teknologi dibandingkan dengan mengasah pemikiran dan gagasan.

  

Ada beberapa tantangan dalam pendidikan, yaitu: 1) Pendidikan lebih bersearah dengan penggunaan teknologi dibandingkan dengan pemanfaatan bakat dan kapasitas otak dan hati. Pendidikan lebih mengarah pada penguasaan teknologi informasi dibandingkan dengan konten atau materi pendidikan. Pendidikan lebih mengarah pada keterampilan dibandingkan dengan penguasaan konsep pendidikan.

  

2) Pendidikan lebih bersearah dengan penguasaan produk dibandingkan dengan proses memperoleh produk. Pendidikan tidak mengarah pada pengembangan humanisme, tetapi lebih mengarah pada kapastitas teknologi yang menyiapkan diri secara prematur. Media sosial dapat menjadi pemicu ketidakharmonisan sosial di mana-mana dan kapan saja. Media sosial menjadi instrumen anti sosial dan anti negara.

  

Tantangan lainnya adalah: 1) Kekerasan sosial ada di mana-mana. Demontrasi anarkhis, kritisisme yang salah arah dengan menyalahkan semua yang dilakukan oleh siapapun. Kekerasan atas nama gender juga merebak. Perempuan tidak dianggap sebagai mitra tetapi pesaing dalam kehidupan. Ada banyak stereotip yang beranggapan bahwa hubungan laki-laki dan perempuan tidak seimbang. Masih ada sikap yang menganggap perempuan tidak sepenuhnya eksis di ruang publik. 

  

2) Kekerasan atas nama agama yang beranggapan bahwa hanya ada tafsir tunggal dan tafsir lainnya yang dianggap tidak sah dan tidak benar. Hanya tafsir kelompoknya yang benar, sementara yang lain dianggap menyimpang dan perlu dinihilkan. Kekerasan atas nama kekuasaan yang beranggapan bahwa kelompok tertentu yang bisa memasuki dunia kekuasaan dan lainnya hanya menjadi bagian yang di pinggiran Ada kelompok pusat dan ada kelompok pinggiran

  

Kedua, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menawarkan jalan ketiga antara kurikulum tekstual dan kurikulum tersembunyi. KBC menawarkan agar semua mata pelajaran diintegrasikan dengan tujuan untuk mendapatkan produk pembelajaran yang memiliki nilai keberagamaan. KBC menumbuhkan pemahaman, sikap dan perilaku yang mencintai Tuhan dan Rasulnya, mencintai ilmu pengetahuan, mencintai diri sendiri dan kemanusiaan, mencintai lingkungan dan mencintai tanah airnya. 


Baca Juga : Kala Jilbab Tidak Menghalangi Perempuan Bermain Bola Voli

  

Panca cinta ini akan dapat tercapai jika guru tidak hanya mentransfer pengetahuan tetapi juga mempraktekkan dan menjadi contoh dalam kehidupannya. Panca cinta akan dapat dicapai jika pemangku kepentingan dapat memahami, menyikapi dan mengamalkannya di dalam keluarga dan masyarakat. 

  

Panca cinta tersebut adalah: 1) Cinta kepada Allah dan Rasulnya merupakan cinta yang sistemik, satu kesatuan, sehingga mencintai Allah berarti juga mencintai Rasulullah dan sebaliknya. Keduanya seperti koin mata uang, yang satu sisi berisi nama Allah SWT dan yang sisi lainnya berisi nama Muhammad SAW. tidak bisa dipisahkan. Rasulullah merupakan representasi kasih sayang atau rahman dan rahim Allah yang berwujud manusia. Rahman dan rahim Allah tidak mudah diketahui oleh manusia, maka Allah menurunkan Nabi Muhammad agar rahman dan rahim Allah itu bisa diketahui, dipahami dan bahkan dilakukan oleh manusia.

  

2) Mencintai Ilmu Pengetahuan. Salah satu kehebatan Islam adalah memulai menyampaikan ajaran Islam dengan kata iqra\' yang arti harafiyahnya adalah bacalah. Kata kuncinya baca. Kata baca tentu ada hubungannya dengan belajar. Ada proses untuk bisa membaca. Jadi ada proses untuk belajar membaca dan akhirnya mengetahui dan memahami dan kemudian bisa menjelaskan. Ada proses mengetahui, memahami, dan menjelaskan. Islam merupakan agama yang sedemikian menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Dalilnya sudah jelas. Islam menjadi pelopor dalam ilmu karena inspirasi teks Suci Alqur\'an. Dikenal misalnya Ibnu Sina, Al Khawarizmi, Ibnu Jabir, Ibnu Haitami, Imam Ghazali, dan sebagainya.

  

3) Mencintai lingkungan. Kita hidup di dalam alam lingkungan yang memberikan peluang agar manusia bisa hidup dengan nyaman, aman dan selamat. Manusia harus hidup bersama dengan alam lingkungan, sehingga harus melakukan tindakan saling membutuhkan atau simbiosis mutualisme. Manusia membutuhkan alam untuk tempat hidup, dan alam membutuhkan manusia untuk melestarikannya. Manusia memerlukan tumbuhan, pepohonan, udara dan tanah untuk hidup dan sebaliknya semuanya membutuhkan prilaku manusia yang memelihara semuanya.

  

Manusia tidak boleh memanfaatkan alam dan lingkungan berdasarkan kehendak dan keuntungan yang diperoleh, tetapi manusia harus mengendalikan diri untuk tidak bertindak semena-mena. Manusia tidak boleh mengeksploitasi alam dan lingkungan seperti pembalakan liar, perusakan habitat ikan di sungai, mencemari sungai, mencemari pinggiran pantai dan mencemari daratan dengan sampah dan sebagainya.

  

4) Mencintai diri dan kemanuisaan. Manusia harus mencintai dirinya sendiri dengan menghargai tubuhnya, menghormati pikirannya, menyelamatkan hatinya, mengembangkan kreativitasnya dan memanfaatkan potensi dan kapasitas dirinya untuk kebaikan. Manusia yang baik adalah yang kesehatan fisiknya baik agar hatinya juga baik. Kesehatan fisik menentukan atas kesehatan nafsunya dan rohaninya. 

  

Manusia yang baik adalah yang menghargai dirinya sebagai ciptaan Allah yang sebaik-baiknya, sehingga harus berpenampilan yang baik. Ahsani taqwim bisa dimaknai sebagai ciptaan yang terbaik dan berpenampilan yang terbaik. Manusia akan menjadi yang terbaik jika bermanfaat bagi manusia lainnya.Manusia yang baik jika dirinya toleran terhadap manusia lainnya, menghormati keyakinannya, menyelamatkan manusia lainnya dan menjadikan manusia lainnya sebagai partner dalam kehidupanya.

  

Manusia yang baik apabila bisa bekerja sama dengan manusia lainnya untuk meraih kebaikan dan kebahagiaan, Manusia yang menjadi idaman adalah mereka yang menjadikan tanah airnya sebagai tempat yang menyelamatkannya dan juga menyelamatkan orang lain. Manusia yang menjadi contoh adalah manusia yang memperlakukan tanah airnya sebagai tanah tumpah darahnya. Sebagai tempat untuk menjadikannya tempat hidup dan berkembang dalam kedamaian dan keselamatan.

  

5) Manusia yang mencintai tanah airnya diindikatori dengan menjadikan tanah airnya sebagai tempat untuk hidup, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Manusia yang menjadikan tanah airnya sebagai tempat untuk mengabdi kepada Tuhan, sesama manusia dan juga alam semesta. Mencintai negara adalah sebagian dari Iman.

  

Ketiga, tujuan utama KBC adalah mengembangan manusia Indonesia yang hebat. Antara lain manusia yang Nasionalis, yang diinginkan dengan KBC adalah manusia yang mencintai negaranya dengan sepenuh cinta. Benar atau salah adalah negaraku. Makanya akan terus berusaha untuk menjadikan negara berada pada jalur kebaikan dan bukan sebaliknya. Kita harus bersyukur dilahirkan di Indonesia yang aman dan damai dalam pergaulan antar negara. Naturalis : manusia yang apa adanya dalam menghadapi kehidupan. Tidak ada rekayasa, tidak ada pencitraan, tidak ada prasangka satu sama lain. Mereka bisa untuk membangun kebersamaan dan kerja sama untuk menciptakan perdamaian dan keselamatan.

  

Humanis, yang diinginkan dengan KBC adalah manusia yang bisa memanusiakan manusia. Tidak menganggap orang lain sebagai lawan atau pesaing akan tetapi sebagai mitra yang saling membutuhkan. Orang kaya dan miskin tidak dipermasalahkan tetapi saling memerlukan. Mencintai humanisme merupakan kodrat Tuhan untuk manusia yang memiliki rasio, pemikiran, hati dan ruhani.

   

Toleran yang diperlukan adalah toleransi sosiologis dan bukan toleransi teologis. Menghargai keyakinan orang lain sambil tetap mempertahankan keyakinannya sendiri. Imannya tidak goyah di tengah hubungan sosial yang dinamis. Tidak ada kekerasan atas nama apapun, misalnya kekerasan etnis, kekerasan seksual, kekerasan agama dan bahkan kekerasan jender. 

  

Penuh cinta: jika empat hal di atas dipahami dan dilakukan tentu mereka akan menjadi insan yang penuh cinta. Di dalam dirinya mengalir sikap dinamis humanis, nasionalis, naturalis dan toleran.

  

Wallahu a\'lam bi alshawab.