(Sumber : nursyamcentre.com)

Karya Profetik Rumi “Matsnawi”

Riset Agama

Buku berjudul “Struktur dan Makna Matsnawi Rumi” merupakan karya Seyed G. Safavi. Buku ini mengulas banyak hal menarik tentang Rumi, bahkan alasan mengapa ia harus mengarang kitab Matsnawi. Tulisan ini akan mengulas singkat mengenai buku karya Safavi. Terdapat dua sub bab yang akan dibahas dalam review ini. Pertama, mengenal Rumi. Kedua, ulasan singkat Kitab Matsnawi

  

Mengenal Rumi

  

Rumi adalah seorang sufi yang sastrawan. Ia mendirikan Tarekat Maulawiyah atau Madawiyah. Ia mengelaborasi ajaran sufistik dalam sastra yang sering kali diekspresikan melalui seruling dan goresan tinta. Maulana Jalaluddin Rumi sangat terkenal di berbagai kalangan. Chabib Musthofa (2016) menyatakan bahwa di kalangan sufi, Rumi bagaikan guru yang selalu mengajarkan kebijaksanaan.  Di kalangan darwish, Rumi adalah kiblat “pesulukan” di tengah dunia yang menggoda. Di kalangan khwaja, Rumi adalah gurunya guru-guru yang mulia. Di kalangan filosof, Rumi ibarat muara yang merefleksikan hal yang fisik maupun metafisika. Di kalangan lasykar, Rumi adalah panglima dari jutaan tentara. Di kalangan cerdik cendekia, Rumi layaknya berbagai pengetahuan di dalam mutiara seluas samudra. Di kalangan musikus, Rumi adalah irama yang selalu berbunyi menjadi harmoni puji. Di kalangan seniman, Rumi adalah sebuah karya agung Tuhan. Di kalangan penyair, Rumi adalah sajak yang mampu dibaca oleh siapapun. Bahkan, di kalangan durjana, Rumi bagaikan cahaya terang yang menerangi kegelapan. Selain itu, pada pegiat tarekat, Rumi berjasa dalam mempopulerkan tarian “sema” atau “sama”, yakni tarian dan musik sebagai cara berzikir. Namun, hal itu memunculkan polemik terutama di kalangan tarekat. 

  

Matsnawi merupakan masterpeace pemikiran Rumi dalam tasawuf. Melalui karya itu, Rumi menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang Sufi yang arif. Semua karya Rumi dilatar belakangi oleh pengalaman religiusnya, perjalananan kerohanian dalam mencari cinta-Nya. Matsnawi adalah karya yang berisi butiran filasafat dan gagasan keagamaan, bukan buku filsafat yang sistematis dan runtut. Salah satu sajak dalam Matsawi yang sangat mendalam adalah: “Matsnawi kami adalah kedai kesatuan. Apa pun yang kau saksikan di sisi Yang Satu adalah sebuah berhala. Ku bayangkan rima puisi, dan kekasihku berkata, ‘Jangan pikirkan segala sesuatu kecuali penglihatan atas-Ku’.”

  

Ulasan Singkat Matsnawi

  

Seyed G. Safavi mengkaji Matsnawi dengan pendekatan struktur dan makna di dalamnya. Safavi menggunakan teknik kiasmus, paralelisme dan sinoptik. Safavi menggunakan teknik kiasmus dengan menandai setiap penampilan terbalik dari item sekuen Matsnawi. Teknik ini digunakan untuk menguji bahwa Matsnawi memiliki struktur sastra yang baik. Hal tersebut adalah upaya untuk menjawab tuduhan dari khalayak bahwa Matsnawi tidak memiliki kejelasan struktur sebagai karya sastra. Teknik paralelisme digunakan Safavi untuk mengetahui makna yang ada dalam Matsnawi dengan cara “mendialogkan” satu bait dengan bait lainnya untuk mengungkapkan kandungan makna. Teknik ini dapat memicu kontroversi, karena paralelisme merupakan teknik koyang yang akrab dengan tradisi sastra Yahudi. Safavi memilih teknik ini, artinya dia berani dan siap menanggung konsekuensi keuputusannya. Teknik sinoptikal bersifat integratif dan menyuluruh pada teks. Teknik ini membantu Safavi memahami Matsnawi sebagai prosa yang utuh tanpa ada yang terlewat dari kajiannya. Sinoptikal menuntut Safavi untuk fokus pada setiap kata, tidak hanya pada bagian yang menarik. Secara garis besar, tiga teknik diatas digunakan sebagai upaya Safavi untuk mengkaji Matsnawi secara lebih obyektif.

  

Di dalam buku Safavi dijelaskan bahwa Matsnawi memiliki struktur yang sangat istimewa. Matsnawi bukan sekadar tulisan Rumi mengenai dialognya dengan Tuhan, tepai diktat manusia sebagai hamba yang ingin “berjalan” menuju Tuhan pada keadaan apapun. Selain itu, Matsnawi  adalah rekaman perjalanan spiritual Rumi secara universal. Rumi telah menunjukkan bahwa dirinya memiliki kecerdasan dan rasionalitas yang sangat istimewa karena menjalani dunia mistik dan spiritual yang ia tuangkan dalam Kitab Matsnawi. Menurut Safavi, Matsnawi adalah karya yang memberikan pengaruh spiritual terhadap penikmatnya.

  

Safavi mengemukakan bahwa ada empat alasan mengapa justifikasi atas struktur pada Matsnawi. Pertama, Rumi adalah sosok yang mahir sehingga mustahil jika strukturnya sembarangan. Kedua, dugaan yang memungkinkan adalah ada rahasia dibalik Matsnawi tapi sulit dibuktikan. Ketiga, kebutuhan pendekatan ilmiah yang baru terhadap karya-karya pra-modern. Keempat, kekhawatiran sinoptik Matsnawi terkaburkan akibat popularitas publikasi edisi terjemahan bagian yang terpilih dari Matsnawi

  

Kesimpulan

  

Di dalam buku tersebut, secara garis besar Safavi menjelaskan bahwa Matsnawi memiliki komposisi yang berbeda namun sangat baik, tetapi strukturnya baru bisa terlihat dengan menggunakan tiga teknik, yakni kiasmus, paralelisme dan sinoptik. Safavi menunjukka adanya rancangan makna didalamnya.  Ia mengungkap bahwa Rumi menyusun Matsnawi dengan kreatif dengan ide yang jelas tentang apa yang harus dicapai setiap bab. Bait dalam setiap bab mengalir secara alami dan logis. Seyed G Safavi juga menyatakan bahwa alasan Rumi menulis Matsnawi adalah tiga hal. Pertama, analisa Safavi, Rumi mencoba mempengaruhi transformasi spiritual pendengar dan pembaca. Kedua, Rumi adalah penyair yang luar biasa dan memiliki penguasaan yang besar. Ketiga, Rumi adalah Syaikh Sufi yang berpengalaman dengan pemahaman mendalam mengenai manusia dari sisi psikologi dan spiritual.