Masih tentang WAG. Kami juga dikejutkan dengan meninggalnya Pak Dr. Affandi Muchtar, mantan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam. Beliau pernah menjadi Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam (Pendis) pada waktu saya menjadi Dirjen Pendis. Meskipun sebelumnya tidak mengenal secara memadai, akan tetapi karena jabatan di Jakarta tersebut, maka saya menjadi mengenalnya. Saya mengetahui namanya ketika membaca buku “70
Dalam pekan-pekan terakhir ini suasana WAG yang nama saya tertera di dalamnya penuh dengan ucapan “inna lillahi wainna ilaihi raji’un†yang selama ini menjadi kalimat yang melambangkan “kesedihan, kesusahan, dan bela sungkawaâ€, sebagai penanda ada peristiwa besar yang terjadi yaitu telah kembalinya seseorang kepada hadirat Allah swt, yaitu kematian. Dalam satu hari, bisa dua atau
Oleh: Abd. Rouf Mahasiswa Program Doktor Hukum Keluarga Islam, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Secara umum hampir di seluruh dunia kesemuanya disibukkan dengan penanganan kasus pandemi covid-19, tak ketinggalan pula adalah negara Indonesia. yang mengalami pasang surut dalam pandemi seolah-olah hampir tak ada yang bisa memprediksi kapan pandemi ini akan berakhir, yang darinya kemudian
Pada hari Kamis, 15/07/2021, saya membaca kabar tentang Pak Dr. Rudy Al Hana sedang sakit, bahkan dikabarkan sedang kritis di Rumah Sakit. Saya baca satu persatu WAG UINSA dan WAG Humas Dakwah karena saya selalu ingin meyakinkan apakah informasi tersebut benar. Setelah yakin, lalu saya WA Bu Prof. Husniyatus Salamah Zainiyati (dipanggil Bu Titik) dengan
Sebagaimana biasanya, kalau saya bangun malam hari tidak tergesa-gesa membuka HP. Biasanya saya selesaikan dulu tugas-tugas malam dan baru kemudian membukanya. Saya selalu membuka WAG “Menuju Arsy (Bolo Swargo)†grup WA kawan-kawan NSC untuk melihat apakah sudah ada tulisan yang diupload. Maklum biasanya kawan-kawan upload tulisan pada sore atau malam hari, kecuali ada yang urgen
Pagi pukul 5.00 WIB, Prof. Ridlwan Nasir menelpon saya bahwa Pak Muhammad Achjar meninggal dunia. Tentu saja saya kaget, sebab selama ini tidak pernah terdengar Beliau sakit. Kematiannya memang mendadak karena sakit perut, dua hari saja. Demikian yang dituturkan menantunya, Dr. Muchid, dosen pada UIN Sunan Ampel. Kabar kematian Pak Achyar menggenapi berita-berita kematian di
Salah satu persyaratan agar IAIN Sunan Ampel bisa mendapatkan loan IsDB dan berubah status menjadi UIN adalah telah memiliki aset berupa tanah seluas 20 hektar. IAIN Sunan Ampel hanya memiliki tanah seluas 9 hektar di Kampus Jl. A. Yani 117 Surabaya dan tanah di Wiyung kira-kira seluas 6 hektar. Maka program pada tahun 2010 adalah
Secara fisikal UIN Sunan Ampel (UINSA) sudah sangat memadai. Dengan bangunan fisik di Jalan A. Yani 117 sebagai kampus I dan bangunan fisik di Gunung Anyar sebagai kampus II, maka UINSA sungguh sudah menjadi kampus yang modern dan keren. Kampus I di Jalan A. Yani 117 merupakan pintu masuk Surabaya dari arah Sidoarjo dan siapapun
IAIN Sunan Ampel berdiri tanggal 5 Juli 1965. Angka ini bagi saya merupakan angka keramat, sebab 1965 juga menjadi suatu tahun peristiwa besar bagi bangsa Indonesia, yaitu terjadinya Pemberontakan G30S/PKI. Hanya beda bulan saja. Suatu peristiwa yang paradoks dan bertentangan. IAIN (kini UIN) Sunan Ampel diresmikan sebagai institusi Pendidikan Tinggi Islam oleh Menteri Agama RI,
Saya memang tidak mengenal secara khusus pada Prof. Zainul Arifin, tetapi sebagai sesama kolega tentu saja saya mengenalnya dengan baik. Dalam konteks sebagai sesama dosen, anggota Senat UIN Sunan Ampel (UINSA) dan juga kolega dalam jabatan di UINSA pada tahun 2010-an. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Dekan I pada Fakultas Ushuluddin UINSA dan juga Asisten
Moderasi beragama merupakan system pengetahuan dan bertindak dalam beragama. Sistem dalam moderasi beragama tersebut adalah: 1) Komitmen kebangsaan. Siapapun yang merasa sebagai bangsa Indonesia harus memiliki komitmen untuk beragama secara moderat, 2) Toleransi. Siapapun yang merasa menjadi bangsa Indonesia harus memiliki sikap toleran terhadap sang liyan (the others). 3) Akomodasi terhadap budaya local. Sebagai khazanah
Tidak biasanya Pak Fatah, mantan Staf Ahli Menteri Agama, menelpon saya malam hari. Sejauh ini selalu kalau telpon mesti pagi hari. Jika ada yang penting pasti memakai WhatsApp saja. Tetapi Kamis, pukul 21.30, tiba-tiba Pak Fatah menelpon saya mengabarkan bahwa Pak Rudi meninggal dunia. Seperti biasa saya tanyakan kepadanya: “Pak Rudi siapa Pak?â€, lalu dijawabnya:
