Tulisan berjudul “Religious Pluralism Revisited: Discursive Patterns of the Ulama Fatwa in Indonesia and Malaysia†merupakan karya Syafiq Hasyim. Artikel ini terbit di Indonesian Journal for Islamic Studies “Studia Islamica†tahun 2019. Tulisan Hasyim tersebut bertujuan untuk mengulas lebih dalam mengenai definisi, pembahasan, dan perdebatan mengenai pluralisme. Selain itu, ia juga tertarik untuk meneliti lebih
Tulisan berjudul “Rethinking Orientalism of Muslims in Ayaan Hirsi Ali’s Infidel†merupakan karya dari tiga akademisi Malaysia, yakni Sadiya Abubakar Isa, Md Salleh Yaapar, dan Suzana Haji Muhamad. Artikel ini terbit di Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies tahun 2019. Penelitian ini mencoba mengulas karya salah satu sosok yang dianggap sebagai “pembaharu radikal†dalam
Tulisan berjudul “Augmenting Science in the Islamic Contemporary World: A Strategic Attempt at Reconstructing the Future†merupakan karya Muqowin dan Zulkipli Lessy. Artikel ini terbit di Journal of Islamic Studies “Al-Jami’ah†tahun 2019. Karya Muqowin dan Lessy mencoba mengklaim ulang bukti historis melalui refleksi dan kontekstualisasi. Analisa konteks masa lalu yang tepat dapat menghindari kecenderungan
Tulisan berjudul “Re-Islamisation: The Conversion of Subculture from Abangan into Santri in Surakarta†merupakan karya Haedar Nashir. Artikel ini terbit di Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies tahun 2018. Nashir membahas mengenai proses re-Islamisasi yang masi berlangsung. Re-Islamisasi merupakan proses seorang muslim menjadi lebih islami, baik dari aspek keyakinan, pengetahuan, maupun pengamalan dalam ajaran
Tulisan berjudul “Islam Nusantara: A Middle Way†merupakan karya Luqman Nurhisam dan Mualimul Huda. Artikel ini terbit di Qudus International Journal of Islamic Studies tahun 2016. Tulisan Nurhisam dan Huda ini menggunakan pendekatan historis dan epistemologis. Penelitian ini mencoba memberikan wacana yang dimunculkan kembali pada “Deklarasi Nahdlatul Ulama†pada Konferensi Pimpinan Islam Moderat (ISOMIL) yang
Tulisan berjudul “The Spiritual Heart†merupakan karya Micheline R. Anderson. Tulisan ini terbit di Religious Journal yang dipublikasi oleh Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI) tahun 2020. Artikel ini membahas mengenai hati yang menjadi simbol dalam filosofi kuno dan latihan spiritual guna melatih kesadaran, kebijaksanaan, intuisi bahkan cinta. Di dalam resume ini akan dijelaskan secara singkat
Tulisan berjudul “Islam Wasathiyah: Identitas Islam Moderat Asia Tenggara dan Tantangan Ideologi†merupakan karya Ahmad Dimyati. Tulisan ini terbit di Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman tahun 2017. Penelitian tersebut menjelaskan bagaimana Islam Wasathiyah yang tidak bisa lepas dari identitas akar kata “moderatâ€. Artinya, menyajikan nilai humanis-ideologis, mengutamakan kekuatan persaudaraan daripada kekuasaan, keadilan atas
Tulisan berjudul “The Wasathiyah (Moderation) Concept in Islamic Epistemology: A Case Study of its Implementation in Malaysia†merupakan karya Mohd Shukri Hanapi. Tulisan tersebut terbit di International Journal of Humanities and Social Science. Penelitian Hanapi memiliki dua tujuan, yakni mengetahui konsep Islam Wasathiyah dalam epistemologi Islam dan menganalisa implementasinya di Malaysia. Hanapi melakukan penelitian kualitatif
Tulisan berjudul “Contextualization of Scientific and Religious Values in Multicultural Society†merupakan karya Dalmeri. Karya ini terbit di Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan “Walisongoâ€. Penelitian ini menggunakan pendekatan reflektif filosofis terhadap integrasi nilai sains dan agama. Hal ini bertujuan untuk mencari solusi atas persoalan integrasi nilai sains dan agama serta kontekstualisasi nilai agama dalam perkembangan sains
Penelitian berjudul “Pengarusutamaan Islam Moderat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya adalah karya Muktafi. Tulisan tersebut mengantarkan Muktafi memperoleh gelar Doktor Di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Sesuai dengan judulnya, penelitian Muktafi tersebut membahas mengenai konstruksi dan pengarusutamaan Islam Moderat di Masjid Al-Akbar Surabaya. Muktafi menggunakan paradigma definisi sosial untuk memotret aktivitas sosial yang terdapat
Penelitian berjudul “Pengarusutamaan Islam Moderat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya adalah karya Muktafi. Tulisan tersebut mengantarkan Muktafi memperoleh gelar Doktor Di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Sesuai dengan judulnya, penelitian Muktafi tersebut membahas mengenai konstruksi dan pengarusutamaan Islam Moderat di Masjid Al-Akbar Surabaya. Muktafi menggunakan paradigma definisi sosial untuk memotret aktivitas sosial yang terdapat
Tulisan berjudul “Gendhing Pepeling: Media Dakwah Melalui Budaya Lokal Masyarakat Jawa†merupakan karya Agik Nur Effendi. Tulisan ini terbit di Jurnal Studi Agama-agama dan Lintas Budaya tahun 2019. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dimensi nilai keagamaan dalam lirik lagu Papeling, karya Ki Anom Suroto. Selain itu, untuk menyampaikan bentuk dakwah dalam Islam yang bernuansa budaya
