Professorial Inaguration Ceremony: Prof. Muhammad Zakki
Bertepatan dengan acara Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh ASEAN Academic Association (ASEANACA), yang dipimpin oleh Prof. Dr. Tulus Suryanto di Hotel Ames, Ayer Keroh, Melaka, maka dilakukan upacara Penganugerahan Gelar Professor, pada Dr. Muhammad Zakki, Drs, SH., MSi, CMed, CICSS (Dosen Pada Universitas Sunan Giri Surabaya, Ketua Dewan Kopi Jawa Timur, Wakil Ketua KADIN Jawa Timur dan Pimpinan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri Sidoarjo). Penganugerahan tersebut diselenggarakan oleh Universiti Geomatika Malaysia (UGM).
Acara International Conference tersebut dengan tema “Empowering Nusantara Through Education, Culture and Sustainable Development”. Hadir sebanyak 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari Malaysia dan Indonesia. Acara International Conference sudah diselenggarakan selama tujuh kali dengan host berganti-ganti. Acara konferensi Internasional ini dilakukan dalam kerangka untuk memajukan hubungan antara dua negara melalui kerja sama Perguruan Tinggi dalam Satu Rumpun Melayu dengan penguatan pendidikan, kebudayaan dan pembangunan berkelanjutan.
Penganugerahan Professor tersebut dilakukan oleh Tan Sri Prof. Datuk Wira Dr. Abdul Latif Abu Bakar (Academic Figure & Board Director of DMDI (Dunia Melayu Dunia Islam) Malaysia, dan disaksikan oleh Prof. Datuk Is. Dr. Mazrin Rohizaq Che Rose (Vice Chancelor Universiti Geometika Malaysia-UGM), yang sekaligus juga menyampaikan Welcoming Speech pada acara Penganugarahan Profesor tersebut. Juga didampingi oleh Prof. Dr. Ismahasima Binti Ismail, Deputy Vice Chancelor and TVET Industry Universiti Geomatika Malaysia. Ada tiga doktor yang dianugerahi gelar Professor pada UGM, yaitu: Dr. Mohammad Zakki, Drs, SH., MSi, CMD., Dr. Tasdiyanto Rohadi., SIP, MSi (Dosen STEBI Lampung University Indonesia dan Specialist Advisor to the Ministry of Housing and Residential Areas, dan Dr. Gugun Gunadi (Universitas Juanda Bogor Indonesia).
Selain penganugerahan Gelar Professor, mereka juga didapuk untuk menjadi narasumber dalam Plenary Session. Prof. Mohammad Zakki menyampaikan makalah dengan judul “Ecosistem Usaha Pesantrenpreneur”. Di dalam paparannya disampaikan beberapa gagasan menarik tentang One Pesantren One Product, yang bersepadupadan dengan upaya untuk menghadirkan pesantren tidak hanya sebagai tempat tafaqquh fiddien, akan tetapi juga upaya untuk mengembangkan kewirausahaan. Inilah yang disebut sebagai rumus pesantren+Enterpreneur+jihadpreneur. Di dalam pesantren harus dikembangkan tradisi salaf dan khalaf dan memadukannya dengan kewirausahaan. Pesantren yang bertradisi kitab kuning, pesantren dengan tradisi pendidikan umum dan pendidikan kewirausahaan. Upaya yang dilakukan adalah dengan mengubah mindset santri yang selama ini hanya berfokus pada pemahaman kitab kuning, tetapi juga harus memahami karakter dan tradisi berwirausaha. Dari santri membayar ke santri dibayar.
Untuk mengubah mindset santri, maka harus terdapat sistem pembelajaran dengan “bangun Karakterpreneur, kuasai pasar terlebih dahulu sebelum membuat produk dan Bangun Trust, Friendly and Responsibility dengan basis penguatan kelembagaan usaha, penguatan jaringan dan sustainability Usaha”. Pesantren dapat menjadi Pusat Produksi dan Incubator bagi penyediaan usaha, jaringan alumni dan fasilitas produksi awal, santri dapat menjadi pelaku usaha dan pasar sebagai penggerak operasional, tenaga kerja terlatih dan konsumen utama atau yang disebut sebagai santripreneur dan kemudian Kyai sebagai pemimpin dan pengarah nilai yang di dalamnya sebagai penjaga syariat, penentu kebijakan dan pemegang kepercayaan publik.
Di dalam berwirausaha, maka yang sangat diperlukan adalah kemampuan yang disebut sebagai friendly relationship. Seorang pengusaha harus mempertimbangkan benar-benar untuk selalu bersikap dan berperilaku persahabatan. Dengan ungkapan humor, Kyai Zakki menyatakan bahwa” “iblis dan Setanpun” harus diperlakukan secara baik”. Jika diperlakukan dengan baik, maka Iblis dan Setan juga tidak akan mengganggu kita”. Kyai Prof. Zakki memang seorang kyai dan pengusaha yang sangat humoris. Joke-joke yang dilontarkannya menjadikan ruang acara segar dan bersemangat.
Muhammad Zakki merupakan Guru Besar dalam Bidang Manajemen Strategik dalam Level Praktisi. Di Malaysia terdapat tiga jenis Professor, yaitu Adjunct Professor, Practical Professor dan Academic Professor. Penganugerahan untuk Practical Professor diberikan kepada seorang doktor yang menjadi pelaku dalam bidang yang ditekuninya. Sedangkan academic Professor adalah Professor pendidik yang berbasis pada proses terstruktur sesuai dengan regulasi Pendidikan Tinggi di Malaysia.
Prof. Muhammad Zakki tidak hanya sebagai dosen Perguruan Tinggi, tetapi juga pengasuh Pesantren Mukmin Mandiri yang didirikannya, dan pengelola berbagai usaha, seperti: Perkebunan Pesantren seluas 650 Ha., Industri Roasted Coffee and Powder, ekspor dan impor Perhiasan Emas, Hotel Mukmin Mandiri, Air Mineral dan Sektor digital. Melalui berbagai sektor usaha tersebut, maka pesantren tidak bergantung pada donasi dan SPP Santri dan dapat membangun lapangan kerja baru untuk peluang kerja bagi santri, alumni serta masyarakat lokal dan pengentasan kemiskinan.
Menurut saya, penganugerahan professor untuk Dr. Muhammad Zakki sudah sangat tepat. Dr. Muhammad Zakki memang sangat pantas untuk menerima gelar dimaksud. Prof. Muhammad Zakki adalah sosok yang memiliki etos kerja sangat tinggi dalam dunia akademik, pengembangan pesantreneurship dan pengusaha yang handal.
Wallahu a’lam bi al shawab.
You may also like


Kewajiban Mengembangkan Integrasi Ilmu

Dari Kampus Untuk Bangsa: UIN Sunan Kudus

