Atensi Masyarakat Terhadap Mata Uang Koin Masih Rendah
HorizonAna Santika
Mahasiswa Program Doktor Ekonomi Syariah UIN Sunan Ampel
Uang merupakan benda yang tidak asing bagi kita semua. Benda yang sudah ada dan dipakai sejak berabad-abad yang lalu ini, menjadi salah satu benda yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari kita. Secara umum uang didefinisikan sebagai suatu benda yang diterima secara umum oleh masyarakat untuk mengukur nilai, menukar, dan melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa, dan pada waktu yang bersamaan bertindak sebagai alat penimbun kekayaan.
Minimnya perhatian masyarakat terhadap mata uang koin adalah isu yang penting dalam perkembangan sistem moneter dan pembayaran. Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan minimnya atensi terhadap mata uang koin yaitu Teknologi Pembayaran Digital, Perkembangan teknologi pembayaran digital, seperti kartu kredit, dompet digital, dan pembayaran online, telah menggeser peran mata uang koin dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini menyediakan alternatif yang lebih cepat, praktis, dan seringkali lebih efisien dalam bertransaksi, sehingga mengurangi kebutuhan akan koin.
Koin memiliki nilai nominal yang rendah, dan inflasi seiring waktu dapat mengurangi daya beli koin tersebut. Seiring dengan berkurangnya daya beli, masyarakat mungkin kurang termotivasi untuk menggunakannya dalam transaksi sehari-hari. Beberapa transaksi modern tidak lagi memerlukan mata uang koin. Misalnya, pembelian daring, pembayaran kartu, atau penggunaan aplikasi pembayaran digital membuat koin tampak tidak relevan dalam situasi tersebut. Kemudahan dalam mendapatkan uang kertas daripada koin dari mesin ATM atau lembaga keuangan juga dapat mempengaruhi kebiasaan masyarakat. Ketika orang merasa lebih mudah mendapatkan uang kertas, mereka mungkin cenderung menghindari penggunaan koin. Masalah terkait dengan penyediaan dan pengelolaan koin oleh bank, toko, atau lembaga keuangan juga dapat mempengaruhi minimnya perhatian masyarakat terhadap koin. Jika koin sulit ditemukan atau diterima di sebagian besar tempat, orang mungkin akan cenderung meninggalkannya.
Pada saat ini uang sendiri ada berupa uang kertas dan uang koin yang memiliki fungsi yang sama baik fungsi asli maupun fungsi tiruan. Namun, di beberapa daerah terutama di Sumatera, uang koin dipandang tidak seberlaku uang kertas meskipun uang koin merupakan alat pembayaran yang sah. Tentang mata uang, alat pembayaran yang sah di Indonesia adalah uang tunai dengan mata uang Rupiah yang terbuat dari kertas atau logam dengan bentuk dan syarat-syarat yang ditentukan khusus oleh Undang-Undang.
Keberadaan uang koin di Sumatera jumlahnya memang tidak sebanyak di Provinsi/kota lain terutama di pulau Jawa. Bahkan uang koin kerap tidak digunakan, hanya berlaku dibeberapa kota besar lainnya dapat dikatakan uang koin tidak berlaku disemua daerah terutama di daerah pedesaan di beberapa daerah di Provinsi Lampung. Tidak ada alasan yang jelas atau Undang-Undang yang menegaskan mengapa uang koin tidak berlaku. Namun ada beberapa kemungkinan yang melatar belakangi peristiwa ini. Ketidakberlakuan uang belum dapat dipastikan karena terbuat dari logam atau nilai uang tanda yang terdapat pada koin. Mengapa demikian, Karena tidak hanya uang koin yang jumlahnya minim, tapi uang kertas pecahan seribu juga sangat terbatas dan sangat jarang dijumpai, namun masih berlaku atau dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
Seiring dengan tingkat perekonomian Provinsi Lampung yang tinggi setelah pulau jawa, membuat harga barang juga cendrung lebih tinggi. Hal ini berdampak pada nilai uang tanda pada uang koin yang cendrung kecil membuat uang koin tidak dapat ditukar dengan barang atau harga barang tidak sepadan dengan nilai uang tanda pada uang koin. Dengan kata lain uang koin bukanlah tidak laku, melainkan nilainya terlalu kecil atau tidak cukup untuk ditukarkan dengan suatu barang.
Sebenarnya uang koin berperan penting dalam kegiatan transaksi terutama pada transaksi yang nilainya kecil, agar memungkinkan penukaran terjadi sesuai harga yang di cantumkan atau tidak harus membayar lebih. Ketidakberlakuan uang koin tentunya bukan peristiwa yang baik karena dapat berdampak pada inflasi yang disebabkan pertukaran jumlah uang yang lebih tinggi daripada harga barang atau barang lebih mahal dari harga sebenarnya. Masalah ini jika tidak segera diatasi dapat menjadi pesoalan dalam perekonomian berdampak pada menurunnya nilai uang yang dapat berujung pada krisis perokonomian.
Dari peristiwa ini perlu tindakan untuk menyadarkan betapa pentingnya uang koin bagi peradaban dan perekonomian. Meskipun nilainya kecil, uang koin sangat berpengaruh dan memegang peran penting yang tidak bisa diabaikan. Dengan menanamkan kesadaran pada diri kita terhadap uang koin, memungkinkan meminimalisir permasalahan perekonomian dan meningkatkan rasa menghargai terhadap mata uang bangsa yaitu Rupiah. Dengan menghargai mata uang bangsa kita sudah berpartisipasi menjaga peradaban Negeri.

