Kelamnya Dunia Industri Hiburan KPOP
HorizonOleh: Risma Azzah Fatin
(Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya)
Dunia hiburan Kpop saat ini tengah menjadi pusat perhatian banyak kalangan, bukan hanya di Asia bahkan pasar perindustrian hiburan Kpop telah menjajaki di wilayah Barat. Kepopuleran KPop menjadikan banyaknya kalangan anak muda ingin menjadi idol “sebutan bagi artis Kpop”. Tapi dibalik hingar bingar gemerlap dunia Kpop terdapat beberapa sisi gelap didalam menegement Kpop sendiri,
Menandatangani slave contract atau kontrak perbudakan. Bukan hal aneh dalam perindustrian hiburan jika idol atau para artis melakukan kesepakatan kontrak kerja dengan management, namun kontrak kerja disini yang dimaksud ialah jangka waktu yang diluar nalar yakin berkisar 10 hingga 17 tahun. Terdapat 3 mantan anggota group TVXQ mengajukan gugatan terhadap perusahaan manajemen mereka saat itu, yakni SM Entertainment. Secara khusus, Kim Junsu, Kim Jae Joong, dan Park Yoo Chun menggugat SM Entertainment atas kontrak mereka yang terlalu panjang dan distribusi keuntungan yang tidak adil. Menurut para anggota, masa kontrak 13 tahun mereka pada dasarnya adalah komitmen seumur hidup. Jika mempertimbangkan masa wajib militer, kontraknya bisa diperpanjang hingga 15 tahun. (Sumber: kbizoom.com).
Melakukan plastic surgery atau operasi plastik dan diet ekstrim. Banyak sekali idol Kpop melakukan operasi plastik bahkan bisa dibilang ini merupakan suatu kewajiban bagi seorang idol. Dimana didalam industri hiburan Kpop seorang idol dituntut harus memiliki fisik yang sempurna, Bahkan ada beberapa idol yang mengatakan setiap minggunya mereka harus mengecek berat badan mereka agar tetap kurus serta memiliki berat badan yang indah, hingga pola makan mereka sangat dibatasi. Salah satu anggota Twice yang berasal dari Jepang, Momo mengungkapkan bagaimana pihak agency telah memerintahkannya untuk menurunkan berat badan setidaknya 7 kg dalam seminggu, hingga pada akhirnya sang idol hanya makan es batu disertai rutinitas melakukan olahraga gym setiap harinya. (Sumber: International Business Times).
Jam kerja yang penuh dengan penyiksaan. Para idol korea dituntut melakukan jam kerja yang diatas rata-rata. Mereka bisa saja bekerja dalam waktu selama 18 jam per harinya. Salah satu mantan anggota Kpop Prince Mak mengungkapkan peraturan ketat yang diterapkan termasuk diantaranya jam makan, waktu bersantai serta lamamya jam kerja yang biasanya mencapai lebih dari 18 jam sehari hingga membuat para idol akan sangat kelelaham. Bukan hanya itu sang idol juga mengungkapkan para anggota group Kpop juga harus melakukan apapun yang diminta management. Tapi, mereka hanya mendapatkan kurang dari 2 dolar atau setara dengan 27.000 Rupiah sehari. (Sumber: BBC News).
Harus memiliki citra baik kalau tidak akan diikuti Sasaeng “sebutan bagi fans yang obsesif dan fanatik”. Banyak sekali idol merasakan hal pahit dalam karirnya karena tindakan penggemar nya sendiri hingga akhirmya dipaksa keluar dari group. Salah satu mantan anggota group NCT dan sub unit group WayV Lucas. Pada bulan Mei tahun 2023 lalu secara mengejutkan Lucas mengumumkan bahwa dia telah keluar dari NCT dan WayV. Sebelumnya Lucas telah melakukan hiatus atau istirahat dari segala aktivitas pekerjaan nya selama kurang lebih 2 tahun, Akibat munculnya skandal dari beberapa Sasaeng bahwa sang idol telah melakukan gaslighting atau pemerasan hingga perselingkuhan terhadap para mantan kekasihnya. (Sumber: soompi.com)
Dibalik gemerlap nya Kpop banyak sekali para idol merasakan hal yang tidak manusiawi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hasil atau feedback yang baik dari para penggemar hingga pasar industri hiburan. Karena sistem pekerjaan yang diluar kewajaran, hal tersebut membuat beberapa idol Korea dihantui gangguan mental kecemasan hingga mengakhiri hidupnya sendiri.

