KOPI
HorizonZubairi
Alumni Prodi Sosiologi UIN Sunan Ampel Surabaya
Jangankan mencicipi kenikmatan dan merasakan aroma khasnya, bagi penikmatnya, mendengar kata "kopi" saja, akan "ngidam ndadak" ingin segera menyeruputnya. Awalnya, kopi yang identik dengan konsumsi orang (diatas) dewasa, kini sudah mulai bergeser "naik kelas". Beberapa daerah di Pulau Jawa, bahkan menjadikan kopi tetap menjadi suguhan utama saat bertamu, dan menjadi "bontotan" wajib para petani untuk berladang dan me-laut pada eranya.
Kira-kira sejak tahun 2000-an awal (ini kalau tidak salah data lo ya...), Rest Area dan Mall di Indonesia, mulai mencoba menyediakan tempat khusus minuman khas legend ini, bahkan dibeberapa tempat dan kota-kota besar, sudah mulai tumbuh menjamur. "kopi" dengan beranekaragam rasa yang ditawarkan, sudah memiliki tempat dan namanya sendiri, mulai dari yang bernama warung kopi, kedai kopi, cafe, dan tentunya masih banyak nama-nama lain yang belum tentu pernah kita "tongkrongi" sebelumnya. Tidak heran, dengan jenis dan rasa yang semakin variatif, semakin menambah daya tarik tersendiri bagi peminatnya.
Baik, kita tinggalkan dulu aroma dan rasa kopinya... !!!
Pernah kan, kita mendapat ajakan dari teman untuk sekedar nongkrong, ketemu, curhat, bercerita atau apapun isinya, bahkan undangan acara semi resmi sekalipun? dan masih ingat, ungkapan ajakan yang paling sering diucapkan? Padahal belum tentu juga, sampai lokasi yang sudah ditentukan, semuanya memesan kopi!, kelompok ini biasanya bukan penikmat kopi mutlak... Begitu menariknya "kopi tanpa rasa" ini, mampu menjadi magnet agar kita bisa hanya sekedar berkumpul bersama.
Ngomong-ngomong soal "ngopi", coba kita runut dulu deh, sedikitnya kita akan memperoleh beberapa pengalaman soal "NGOPI". Coba diingat, kita pernah mendapatkan pengetahuan atau informasi baru? berbagi keluh dan kesah? dan atau hanya sekedar mencari kesenangan yang sudah lama hilang?, yang penting jangan mencari pasangan lagi lo ya... Sungguh hebat bukan, ternyata kopi bukan hanya penghilang "kantuk" semata. Eitttt... Ini semua diatas ternyata ngopi gaya baru ya... Coba sebentar kita kembali ke masa "tua" yang sampai sekarang tidak jarang kita lihat di tongkrongan warung kopi.
Betul, beberapa bapak-bapak yang masih eksis di warkop, dengan kopi dan gorengan yang siap disantapnya! Sekilas kita lihat, mereka sudah "pensiun" curhat, cuek dengan keluh kesah dan apalagi mencari informasi kerja kantoran, pasti tidak...!!! Kira-kira obrolan apa yang membuat mereka tetap semangat setiap hari eksis dengan "rokok dan kopinya"?
Kita semua wajib mempunyai masa lalu, masa dimana kita ada suka dan duka sama teman sendiri yang sudah lama kita melupakannya, diantara cerita sebagian hidup kita ada yang mendapatkan jodohnya, memperoleh pekerjaan, dan menemukan solusi dari masalahnya (dan dikasus ini, menjadi salah satu alasan, kenapa kantor psikiater tutup lebih awal. Hehe), dan atau hanya sekedar ingin becanda gurau, karena jenuh di tempat yang monoton selama ini? Baiklah jangan biarkan kita larut dalam masa lalu yang sudah meninggalkan kita untuk selamanya, mari kita \"ngopi\", walaupun yang kalian pesan bukan kopi original. Tapi ingat... Sering-seringlah berkumpul, ngopi bareng, kalau tidak ingin menghasilkan karya yang luar biasa!!! Hemmm Sory....
Ayo kita ngopi!!! Apapun minuman yang kita pesan, kita selasaikan di meja "kopi", biar tidak ada salah paham diantara kita...

