Menjadikan Organisasi Sebagai Wadah Belajar
HorizonOleh: Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag
Organisasi merupakan wadah atau tempat untuk membangun kebersamaan dalam mengembangkan kapasitas diri untuk mencapai kemajuan di masa sekarang atau mendatang. Selayaknya di dalam organisasi harus terdapat kebersamaan. Juga di dalam organisasi harus terdapat upaya untuk mengembangkan kapasitas diri. Penguatan kapasitas diri tersebut melalui pendidikan dan pelatihan. Tujuannya untuk mencapai visi dan misi organisasi dan juga untuk mencapai peradaban yang lebih unggul.
Pengembangan SDM merupakan salah satu upaya untuk pengembangan indeks pengembangan manusia (IPM). Pengembangan IPM meliputi berapa lama pendidikan, tingkat kesejahteraan dan tingkat kesehatan. Semakin tinggi pendidikan semakin baik, semakin sejahtera semakin baik dan semakin sehat semakin baik. Kualitas SDM Indonesia masih rendah, berada pada urutan 109 dari 180-an negara di dunia. Belum pernah berada di bawah 100.
Pemerintah telah melakukan banyak hal dalam kerangka untuk mencapai peningkatan SDM yang berkualitas. Di antaranya adalah program wajib belajar 12 tahun yang memang merupakan solusinya. Melalui Pendidikan yang berkualitas, lalu juga keterlibatan dalam organisasi yang baik dan didukung oleh intelektualitas yang memadai, maka akan dihasilkan SDM Indonesia yang berkualitas di masa depan. Pendidikan, organisasi dan intelektualitas merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Organisasi merupakan satu kesatuan komplementer untuk menghasilkan SDM unggul. Intelektualitas bisa dikembangkan jika seseorang bisa memasuki pendidikan tinggi dan terlibat dalam sejumlah kegiatan dalam organisasi. Sesungguhnya, organisasi sangat penting untuk pengembangan intelektual, karena di dalamnya terdapat kegiatan diskusi, seminar, workshop, dan pelatihan. Contoh orang sukses melalui pendidikan dan organisasi adalah Nurkholis Madjid, Dawam Rahardjo, Ahmad Wahib, dan Johan Effendi.
Baca Juga : Internship Program Resmi Ditutup, Ini Pesan dan Nasehat dari Founder NSC
Melalui organisasi, kitab bisa belajar tata Kelola atau manejemen organisasi. Manajemen dengan sederhana dapat dinyatakan sebagai upaya untuk mencapai tujuan organisasi melalui kerja sama dengan orang lain. Manajemen atau tata kelola organisasi sangat tergantung kepada kemampuan para pemimpin dalam mengelola organisasi. Organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya kerja sama dengan seluruh anggota organisasi.
Manajemen terkait dengan bagaimana membuat perencanaan, bagaimana mengorganisasikan, bagaimana menggerakkan dan bagaimana mengevaluasi (POAC). Manajemen akan berhasil jika para pengikut organisasi mampu bekerja sama untuk mencapai tujuan yang berupa visi dan misi organisasi. Manajemen terbaik akan didapatkan jika terdapat pembagian wewenang (otoritas), job diskripsi yang jelas, dan kerja yang optimal, kerja sama dan bertujuan atau bervisi yang sama.
Di antara kunci atau inti manajemen adalah kepemimpinan atau leadership. Kepemimpinan adalah inti manajemen atau roh manajemen. Kepemimpinan harus menggunakan kemampuan hubungan insani atau human relation. Seseorang yang mampu membangun relasi yang baik akan bisa memimpin dengan baik. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memahami visi dan misi organisasi, mampu membangun kinerja, memahami siapa yang dipimpin dan memahami lingkungan kepemimpinannya.
Agar bisa menjadi pemimpin yang baik, maka pelajari dengan optimal karakter memimpin. Jangan suka marah, jangan suka mengeluh, jangan suka untuk membuat kebijakan yang tidak dipahami oleh staf dan jangan melakukan kecerobohan dan menjaga moralitas. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang membuat para staf merasa nyaman dalam lingkungan kerjanya. Upayakan agar terus menerus melakukan dialog tentang apa kesulitan dan apa yang sudah dicapai. Jangan menjadi pemimpin yang tahu beres.
Manajer adalah to do the thing right. Jadi harus mentaati kode etik lembaga atau organisasi. Pemimpin adalah to do the right thing. Pemimpin dapat melakukan sesuatu yang baik dengan membuat inovasi-inovasi yang perlu dan penting. Organisasi dipimpin oleh seorang leader dan juga manager sekaligus. Tetapi leader lebih kuat dibanding manager. Prosentasennya bisa 70: 30 persen. Seseorang dapat dianggap sebagai pemimpin bangsa karena bisa menjadi teladan dalam moralitas dan menghasilkan inovasi untuk bangsa.
Selayaknya, sebuah organisasi akan berhasil jika dimanej dengan benar. Organisasi punya visi dan misi dan akan diterjemahkan ke dalam program yang disepakati bersama. Sebagai manajer artinya harus mencapai target program yang sudah disepakati. Berapa persen keberhasilannya. 80 persen, 90 persen atau bahkan 100 persen. Untuk mengukur keberhasilan hendaknya dilakukan upaya untuk menentukan berapa persen keberhasilannya. Jangan mengukur keberhasilan hanya dari perkawanan semata. Tetapi ketercapaian program menjadi penting. Untuk melatih diri menjadi manajer, maka harus dilakukan pelatihan dan pendidikan. Silahkan lakukan pelatihan-pelatihan ini sesuai dengan jenjangnya.
Kepemimpinan adalah seni untuk berkomunikasi. Ingat bahwa kepemimpinan terkait dengan human relation. Perlu pelatihan yang terstruktur agar seseorang dapat memiliki kemampuan kepemimpinan. Seorang pemimpin yang baik haruslah memiliki kecerdasan emosional, yaitu rasa untuk memahami orang lain dan berbuat sesuai dengan orang tersebut. Harus memiliki social intelligent, yaitu kemampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain. Harus memiliki kemampuan atau empati. Jangan simpati melulu dan antipati melulu. Gunakan rasa empati. Seorang pemimpin yang berhasil jika dikenang sebagai orang baik.
Jika ada di antara mahasiswa yang menginginkan menjadi seorang manajer dan pemimpin yang baik, maka haruslah menjadi aktivis mahasiswa. Hampir seluruh individu yang berhasil dalam kepemimpinan di level nasional adalah para aktivis organisasi. Mereka yang berhasil menjadi tokoh baik regional maupun nasional adalah para aktivis organisasi. Apapun organisasinya. Coba dilakukan pendataan, siapa saja mereka ini, baik yang level nasional maupun regional. Mereka adalah orang yang berhasil menjadi pemimpin dan manajer yang baik pada masa lalunya.
Untuk semua ini, maka pegang teguh moralitas, pegang teguh visi dan misi organisasi, jadikan organisasi sebagai wadah pengembangan kapastas diri. Jadikan organisasi sebagai wadah untuk berlatih memimpin dan memanej. jadikan organisasi sebagai wadah melatih kemampuan relasi sosial. Jadikan organisasi sebagai tempat untuk mengasah kemampuan rasional, emosional da sosial. jadikan organisasi sebagai wadah untuk beraktualisasi diri. Jadikan organisasi untuk ekspresi diri.

