(Sumber : idn times)

Merah dan Putih

Horizon

Mari kita berpikir sejenak! kenapa hanya satu bulan dalam setahun mata kita dimanjakan dengan pemandangan bendera merah putih yang berjejer di depan rumah-rumah dan berkibar menghiasi jalanan kita? Betul, bisa dipastikan, jawabannya tidak akan jauh berbeda! bukan hanya saya saja yang beranggapan, bahwa itu karena kebiasaan turun-temurun dan tidak lagi harus dipertanyakan. Jawaban yang sedikit bijak! karena ini sudah mendarah daging di dalam tubuh kita dan itu sudah terjadi sejak lama di negeri ini. Hhmmm

  

Bulan ini, dimana sebagian orang menyebutnya dengan "Agustusan", ya... karena momentum ini terjadi di bulan Agustus dalam kalender kita. "Agustusan", yang lebih sering kita dengar, adalah momen bersejarah yang sangat penuh makna bagi berdirinya bangsa ini. Pasalnya, di bulan ini ada beberapa kebiasaan masyarakat kita dalam penyambutannya. Mulai dari pagelaran, perlombaan dan hiburan lainnya, yang terpenting semarak saja dulu, baik di perkampungan maupun tempat terbuka lainnya. Selebihnya? upacara yang lebih khidmat dan lebih ramai dibandingkan dengan upacara di luar bulan Agustus.

  

Tercatat dalam sejarah, sekurang-kurangnya sudah 79 kali kita merayakan "agustusan", sejak bangsa Indonesia (dinyatakan dan) menyatakan diri kemerdekaannya. Sampai saat ini menjadi bukti, "merah putih\" tetap mampu berkibar "bangunkan" kita, bahwa masyarakat Indonesia harus (pernah) merdeka seutuhnya. Semoga!!!

  

Bukan maksud menggeneralisir, disadari atau tidak, besar kemungkinan sedikit diantara kita, bahkan tidak sama sekali mengetahui momentum bersejarah yang ada di bulan Agustus ini, tidak lucu... kecuali hanya melanjutkan tradisi kibar bendera, perintah atasan, hidupkan kartar, semangat lomba, dan lain semacamnya. Salah? daripada kita diam, lebih baik berbuat... toh itu merupakan ungkapan terima kasih kita dan mengenang masa lalu, masa dimana kakek nenek kita berdarah-darah agar kita bisa merdeka seperti sekarang ini.

  

Ungkapan terimakasih kepada para pahlawan, tidak cukup hanya dengan kibarkan bendera dan diisi dengan hiburan semata, tapi lebih dari itu, kita bisa meneladaninya dengan melanjutkan cita-cita dari perjuangan beliau.

  

Beliau-beliu mampu mengusir penjajah, taklukkan musuh yang ingin menguasai negara kita, agar kita menjadi bangsa yang hidup tanpa penindasan, siksaan, dan lebih parahnya lagi, menjadi "budak di negerinya sendiri". Merdeka bukan hanya selogan tanpa makna, tapi merdeka harus kita rasakan seutuhnya, dan selamanya dengan harus tetap merdeka.

  

Kita semua pasti menginginkan kemerdekaan secarah utuh. Setelah penjajah \"putar balik\", Indonesia sudah menyatakan diri kemerdekaannya. Namun, perjuangan belum berakhir, para pemimpin kita terus memperjuangkan, agar kita semua merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya. 

  

Jangan sampai kita yang sudah merdeka, tapi sebenarnya masih ada yang mempertanyakan "merdeka yang seperti apa?". Serius amat... Sudahlah, lupakan saja, bukan di "ruang" ini untuk membahas satu-persatu rasa keingin "merdeka-an" diantara kita. Rasanya kalau kehidupan ini masih berjalan, kata "merdeka" akan "ada celah" untuk terus diperdebatkan. Itu tandanya masyarakat kita cerdas-cerdas, dan bersyukurlah, karena salah satu dari cita-cita bangsa Indonesia,  adalah "Mencerdaskan Bangsa"! berarti ada kemajuan dong...!

  

Semangat kita jelas jauh berbeda dengan para pahlawan yang mengorbankan segalanya. Kalau kita yang tidak pernah berjuang di medan tempur waktu itu, dari sisi apa kita punya rasa cinta, semangat menjaga dan mempertahankan kemerdekaan Indonesian? Tidak usah dijawab...!!! karena saat ini kita mempunyai tempat dan kedudukan yang berbeda, yang jelas cara kita mencintai dan menjaga Indonesia juga berbeda.

  

Momen-momen \"agustusan\' adalah bagian kecil dari ungkapan rasa cinta kita atas "kemerdekaan" Indonesia. Namun, itu semua bukan berarti tidak punya makna sama sekali, minimal dengan cara-cara yang sudah biasa kita lakukan, setidaknya kita mengingat kembali, dan anak cucu kita tahu bahwa kita bisa seperti saat sekarang ini, itu hasil keringat dan darah para pahlawan... Semoga mendapatkan pahala dan diterima semua amal ibadahnya... Aamiin...

  

Kita bukan tidak cinta Indonesia, bukan tidak patriotisme terhadap bangsanya sendiri. Kita yang hanya "penikmat warisan" kemerdekaan, kadang lupa (bahkan ada yang tidak mau) mengenang, bahwa kita pernah hidup dalam tekanan yang taruhannya adalah mengorbankan jiwa, raga dan bahkan nyawa. Balasan kita???

  

Semangat dan cinta Indonesia, jangan sampai punah. Kita "cetak besar" dalam sejarah, agar semangat itu tetap mengalir kepada anak cucu kita, dan kemerdekaan tetap terjaga sampai kapanpun.

  

Berkibarlah Benderaku...!!!

Dirgahayu Indonesia...!!!