(Sumber : CNBC Indonesia)

Ragam Sapaan Publik kepada Capres dan Cawapres 2024

Horizon

Oleh Vika Wafa

  

KPU Republik Indonesia telah menetapkan 3 pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presdien periode 2024-2029. Mereka adalah pasangan Anis Rasyid Baswedan-Abdul Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Mereka akan berebut suara rakyat Indonesia melalui gagasan-gagasan yang mereka miliki. Dalam proses komunikasi dengan masyarakat, masing-masing pasangan tersebut tentu memiliki perbedaan. Salah satu perbedaan tersebut adalah dalam hal ragam variasi sapaan masyarakat atau publik kepada tiga pasangan ini. 

  

Abdul Chaer dalam bukunya yang berjudul Tata Bahasa Baku Indonesia menyebutkan bahwa kata sapaan adalah kata-kata yang dapat digunakan untuk menyapa, menegur, menyebut orang kedua, atau siapa pun yang tidak ingin diajak bicara. Sedangkan Suwito dalam bukunya yang berjudul Pengantar Awal Sosiolinguistik Teori dan Troblema mengatakan bahwa variasi penggunaan kata sapaan yang digunakan ketika berkomunikasi mempertimbangkan faktor-faktor sosial seperti umur, jenis kelamin, hubungan kekerabatan, kedudukan sosial, status ekonomi, latar belakang pendidikan. 

  

Anis-Muhaimin

  

Anis Baswedan merupakan calon presiden yang berlatar belakang akademisi. Dalam kesehariannya, ia kerap disapa dengan sapaan pak Anies dan mas Anies. Tetapi mayoritas masyarakat Indonesia memanggilnya dengan sapaan pak Anies. Sapaan pak, disematkan kepada Anies lantaran melihat latar belakang Anies yang berasal dari akademisi dan pejabat publik yang seringkali terlihat formal di depan publik. Sedangkan sapaan mas ditujukan kepada Anies salah satunya karena faktor keakraban. Misalnya, ketika Muhaimin menyapa Anies dengan sapaan mas, walaupun secara usia Anies lebih muda daripada Muhaimin. Mereka ingin menujukkan keakraban dan rasa hormat satu sama lain.

  

Pasangan Anis Baswedan dalam pemilihan presiden tahun 2024 adalah Muhaimin Iskandar. Ia kerap disapa masyarakat Indonesia dengan panggilan Cak Imin. Sapaan cak yang disematkan kepada Muhaimin disebabkan karena dia merupakan seorang tokoh yang berasal dari Jombang, Jawa Timur. Dilansir dari beritajatim.com, cak merupakan bentuk panggilan kepada seorang kakak laki-laki atau juga biasa dipakai untuk menyebut mereka yang lebih dihormati. Meskipun panggilan ini berasal dari kota Surabaya, namun masyarakat Jawa Timur secara umum telah menggunakan panggilan ini kepada mereka yang lebih tua. Muhaimin juga kerap disapa Gus Imin, karena faktor keturunan atau keluarganya yang berasal dari kalangan pesantren. Muhaimin Iskandar merupakan anak dari KH. Muhammad Iskandar dan Nyai Hj. Muhasonah. Dhofier dalam bukunya yang berjudul Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiai menyebutkan bahwa panggilan gus ditujukan untuk putra atau menantu lelaki kiai. Panggilan gus merupakan kependekan dari kata agus yang berasal dari kata bagus. Gus diharapkan menjadi penerus kiai.

  

Prabowo-Gibran

  

Prabowo Subianto. adalah calon presiden yang berlatar belakang militer. Di tahun 2023 ini dia mencalonkan diri sebagai presiden RI periode 2024-2029 berpasangan deng Gibran. Dalam berkomunikasi dengan masyarakat, mayoritas masyarakat Indonesia menyapanya dengan panggilan pak Prabowo. Jarang sekali ia dipanggil mas Prabowo. Salah satu alasannya adalah karena usia Prabowo yang sudah menginjak 72 tahun sehingga sangat wajar apabila mayoritas masyarakat memanggilnya dengan sapaan pak. Sapaan pak sendiri ditujukan untuk  laki-laki yang lebih tua dari yang memanggil sebagai rasa hormat, terlepas usianya lebih muda atau tua.

  

Pada momen pilpres kali ini, Prabowo menggandeng cawapres muda yaitu Gibran Rakabuming Raka. Ia populer di masyarakat dengan sapaan mas Gibran. Sapaan mas identik dengan sapaan untuk laki-laki di suku Jawa. Sapaan ini disematkan kepada Gibran karena usianya yang tergolong muda yaitu 36 tahun, maka sangat wajar apabila Gibran banyak dikenal dengan sapaan mas Gibran terlebih lagi karena dia berasal dari Surakarta, Jawa Tengah yang kental akan budaya Jawanya. Sebeneranya masyarakat bisa memilih untuk memanggilnya pak atau mas kepada anak dari presden Joko Widodo tersebut. Namun tampaknya masyarakat lebih suka memanggilnya dengan mas Gibran.

  

Ganjar-Mahfud

  

Ganjar Pranowo merupakan calon presiden yang berasal dari Karanganyar, Jawa Tengah. Ganjar dianggap sebagai pejabat yang sering berinteraksi dengan rakyat melalui media sosial. Dalam proses interaksi tersebut, masyarakat memanggil Ganjar dengan sapaan pak Ganjar dan mas Ganjar. Namun mayoritas masyarakat Indonesia memanggil Ganjar Pranowo dengan sapaan pak Ganjar. Sapaan mas biasanya dilontarkan oleh teman-teman sejawatnya atau orang yang baru dikenal. Penggunaan sapaan mas dilatar belakangi karena Ganjar berasal dari Jawa Tengah. Sedangkan sapaan pak merupakan bentuk penghargaan kepada Ganjar karena memiliki usia lebih tua dari penyapa.

  

Mahfud MD merupakan calon wakil presiden Indonesia yang berpasangan dengan Ganjar Pranowo.. Dalam proses berinteraksi dengan masyarakat banyak yang memanggilnya dengan sapaan prof Mahfud dan pak Mahfud. Walaupun ia berasal Jawa Timur namun ia tidak populer disapa cak Mahfud tidak seperti Muhaimin. Sapaan prof karena melihat latar belakangnya yang merupakan guru besar dalam bidang Hukum Pidana. Sedangkan sapaan pak, karena ia secara usia sudah memasuki umur 66 tahun sehingga sangat tidak layak untuk disapa dengan sapaan pak. Namun mayoritas masyarakat Indonesia lebih suka memanggilnya dengan sapaan pak Mahfud.

  

Diantara sapaan publik kepada calon pasangan capres dan cawapres yang ada, nama Muhaiminlah yang sering muncul dalam berbagai acara dengan imbuhan Cak dan Gus. Misalnya dalam postingan Instagram yang dimuat oleh kumparan tertanggal  14 November 2024 yang berisi tentang no urut capres dan cawapres. Pada postingan tersebut hanya nama Muhaimin yang masih menggunakan sapaan Cak. Sapaan Gus dan Cak ini sudah sangat melekat pada diri Muhaimin dibanding dengan sapaan lain, sehingga ketika nama Muhaimin disebut dalam berbagai pembicaraan, sapaan tersebut masih terbawa.