(Sumber : Siaranesia)

Bus Trans Jatim Menjadi Harapan Lingukungan yang Lebih Bersih

Informasi

Eva Putriya Hasanah

  

Trans Jatim Koridor III rute Mojokerto-Gresik resmi dioperasikan pada Rabu (18/10/2023), dan masyarakat bisa mencoba fasilitas ini secara gratis hingga 31 Oktober 2023. 

  

Angkutan umum bernama SUHITA (Sarana angkutan umum yang hebat, tepat waktu dan akurat) ini diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di wisata Bukit Kayu Putih, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. 

  

Bus Trans Jatim Koridor III menghubungkan Terminal Kertajaya di Kota Mojokerto ke Terminal Balongpanggang di Gresik dan sebaliknya. Jalurnya dimulai di Terminal Kertajaya, melewati Jalan Jayanegara, Jalan Majapahit, dan Jalan Gajah Mada, kemudian melewati Kecamatan Jetis, Gedeg, dan Dawarblandong di Kabupaten Mojokerto hingga tiba di Terminal Balongpanggang di Gresik.

  

Dengan tarif Rp5.000,00 untuk penumpang umum dan Rp2.500,00 khusus santri dan pelajar, semua orang bisa bepergian menggunakan transportasi umum ini dengan mudah.

  

Sejak awal beroperasi, antusias masyarakat ditunjukkan melalui ramainya komentar di media sosial yang menyambut baik kehadiran transportasi ini dan antrian panjang masyarakat yang ingin mencobanya.   

  

Sebelumnya, trans Jatim koridor I jurusan Sidoarjo – Surabaya– Gresik dan trans Jatim koridor II jurusan Surabaya - Mojokerto lebih dulu beroperasi yang diresmikan pada (19/8/2022) dan  (20/8/2023).

  

Transportasi Umum untuk Lingkungan yang Lebih Bersih

  

Persebaran transportasi umum secara merata di seluruh wilayah Indonesia menjadi harapan bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih. Sebab transportasi umum telah menjadi salah satu solusi yang efektif dalam mengurangi polusi dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan populasi yang terus bertambah dan pertumbuhan kendaraan pribadi yang pesat, transportasi umum telah menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

  

Di luar negeri misalnya, fasilitas transportasi umum telah tersediah dengan baik. Negara seperti Jepang, Swiss, dan Belanda telah membangun sistem transportasi umum yang canggih dengan jaringan kereta api yang luas. Kereta api listrik ini mengurangi polusi udara dan emisi karbon karena menggunakan energi terbarukan. Dengan demikian, polusi di kota-kota besar dapat dikurangi secara signifikan.

  

Selain itu, bus listrik juga telah menjadi tren di banyak negara di luar negeri. Bus-bus ini menggunakan energi listrik dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Misalnya, di Kota Shenzhen, China, seluruh armada bus telah beralih menjadi bus listrik, mengurangi polusi udara secara drastis.

  

Pemerintah dan otoritas transportasi di luar negeri juga telah mengambil langkah-langkah penting untuk meningkatkan keberlanjutan transportasi umum. Mereka telah mengembangkan infrastruktur yang mendukung penggunaan transportasi umum, seperti jalur bus khusus, jalur sepeda, dan lahan parkir yang terintegrasi dengan stasiun transportasi umum. Ini mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan mengurangi polusi.

  

Di Indonesia, kita juga dapat belajar dari cerita transportasi umum di luar negeri untuk mengurangi polusi. Penting bagi pemerintah, otoritas transportasi, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam pengembangan transportasi umum yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan terjangkau. Dukungan dari semua pihak, termasuk pembangunan infrastruktur yang memadai dan penggunaan energi terbarukan, akan membantu mengurangi polusi dan menciptakan masa depan yang lebih bersih.

  

Meski jauh dari transportasi umum di luar negeri, kehadiran trans Jatim menjadi angin segar dan harapan bagi lingkungan yang lebih baik di masa mendatang. Namun haru diingat bahwa cita-cita ini tidak akan pernah tercapai tanpa adanya kesadaran dan dukungan dari masyarakat. kesadaran masyarakat tentang pentingnya transportasi umum yang berkelanjutan juga menjadi faktor penting. Kesadaran ini bisa ditunjukkan dengan lebih menggunakan transportasi umum sebagai pilihan utama dalam perjalanan sehari-hari. Dengan itu, kita dapat memperbaiki kualitas udara kita, mengurangi emisi karbon, dan menjaga lingkungan hidup kita agar tetap bersih dan sehat.